Javir keluar dari dalam mobilnya, tidak langsung melangkah masuk kedalam rjmah sakit, melainkan dia malah menghela nafas menatap kedepan seakan menyiapkan diri untuk kuat mendengar ceramah bahkan omelan Resa dan Gea sebentar lagi.
Perlahan Javir melangkahkan kakinya memasuki rumah sakit dengan kaca mata hitam mencoba menyembunyikan wajahnya.
Memunimalisir bertemu dengan Gea dan Resa di lobby rumah sakit.
Dari kejauhan Javir melihat Resa yang berjalan dengan wajah kesalnya, sehingga dia pura-pura duduk di kursi lobby rumah sakit dan menutupi wajahnya dengan koran.
"Heh, loe yang namanya Dokter Resa?."
Suara sengit itu membuat Javir menurunkan koran ditangannya dan mengingip, siapa yang berani-beraninya berbicara seperti itu pada adik kesayangannya.
"Ada yang bisa saya bantu?" Tanya Resa sopan.
Mata Javir terbelalak melihat Istri Pak Lutfi dan salah satu cucunya berdiri didepan Resa, jika Javir tidak lupa, dia itu adalah Qia, cucu dari anak pertama Pak Lutfi dari istri keduanya.
"Loe kan udah jadi dokter, kenapa loe masih berminat jadi penerus perusahaan Mega Yasa?" Tabya Qia dengan wajah terangkah yang terkesan angkuh.
"Maaf" ucap Resa amasih saja sopan, "saya sudah berkali-kali mengatakan jika saya tidak berminat pada perusahaan keluarga kalian."
"Kalau gak minat kenapa Kakak kamu mempunyai hampir separuh saham Mega Yasa?" Tanya Istri Pak Lutfi.
Javir menunggu reaksi Resa, yang ternyata hanya tersenyum mendengarnya.
"Kakak saya sejak dulu sudah memiliki beberapa saham di perusahaan berbeda, dan mungkin dia hanya tidak sengaja membeli perusahaan kalian."
"Tidak sengaja?" Tanya Qia sewot, "alah ... alasan kalian aja kan. Dia pasti akan menguasai perusahaan kita kalau loe gak mau jadi penerus."
Wajah Resa terlihat mulai datar, "Kakak saya tidak mungkin berminat pada perusahaan ke ..."
"Alah ... alesan ..."
Qia mendorong pundak Resa hingga Resa tubuh Resa limbung.
Javir hampir saja berdiri dan menghampiri mereka tetapi malah mengurungkan niatnya saat melihat Gea berdiri…
Watching You
Pacar Gea
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments