"Bukan begitu. Aku hanya sekedar bertanya."
"Dan aku tidak mau menjawabnya."
"Baiklah. Maaf, kalau pertanyaanku mengganggumu."
Arumi membuang pandangan. Terlihat enggan menatap Rafli. "Bukankah kau sudah selesai memeriksa kondisiku? Lalu kenapa kau masih di sini?"
Sudut bibir Rafli terangkat tipis. Sikap galak Arumi sekarang terasa sangat lucu dan menggemaskan. Ia baru saja mengusirnya dari kamar itu.
Tetapi, bukannya pergi, Rafli malah memandangi wajah itu lekat-lekat. Mulai dari mata, hidung, dan bibir. Sejak awal kebersamaan mereka ia mengagumi setiap pahatan sempurna di wajah Arumi, yang selalu mampu membuat jantungnya berdetak sangat cepat.
Dan meskipun Yuna memiliki wajah yang sama persis seperti Arumi, nyatanya dengan Yuna segalanya terasa hambar. Rafli tidak pernah merasakan getaran seperti saat bersama Arumi.
"Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Arumi, ketika menyadari Rafli tak melepas pandangan darinya. Membuat Rafli langsung gelagapan. Laki-laki itu terdiam selama beberapa saat, hingga di ruangan hanya ada keheningan.
Cukup banyak salah paham yang terjadi di antara mereka selama ini, dan akan butuh kepala dingin untuk membicarakan segalanya. Tetapi, untuk kali ini Rafli tidak ingin egois untuk dirinya sendiri. Masih ada waktu untuk membicarakan segalanya. Terlebih, kondisi Arumi sekarang belum pulih dan masih sangat lemah, dan ia tak ingin masalah mereka mempengaruhi proses kesembuhan Arumi.
Rafli menarik napas dalam-dalam, lalu meraih kursi dan duduk di sebelah wanita itu. Meskipun kecanggungan membentang di antara keduanya. Karena ini adalah pertama kalinya mereka berada dalam posisi saling berdekatan, setelah perpisahan yang sangat lama.
Tangan Rafli terulur demi meraih jemari Arumi, tetapi dengan cepat Arumi menarik tangannya sehingga genggaman mereka terlepas.
"Maafkan Aku," ucap Rafli, setelah menerima penolakan itu.
"Maaf untuk apa?"
Entah mengapa Rafli merasa nada Arumi terkesan sangat dingin dan datar.
"Aku tahu aku sangat banyak mel…
Wanita Samaran Untuk Dokter
Wanita Yang Kau Buang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 70 Episodes
Comments
febby fadila
sunggu kata² arumi menikam hati dan jantung rafli
2026-04-02
0
Yunerty Blessa
kata² yang bisa menusuk Rafli
2025-05-01
0
Lilik Juhariah
masih sakit rafli
2025-01-30
0