"Daddy, aku takut," lirih Aika sambil membenamkan tubuhnya di pelukan sang daddy.
"Takut apa, Nak?"
"Takut tante galak itu ke sini lagi."
Rafli semakin mengeratkan pelukan pada tubuh kecil itu. Sepertinya Aika benar-benar ketakutan saat ini. "Dia tidak akan ke sini. Kan ada Daddy yang akan menjagamu."
"Benar, Daddy? Jangan biarkan dia masuk ke sini, ya."
"Iya, Nak. Tenang saja. Putri kecil ini akan aman karena ada daddynya di sini. Lagi pula di depan ada Om Osman yang berjaga. Dia akan menghalanginya kalau mau masuk."
"Hukum saja, Daddy. Tante itu galak dan jahat."
Selama beberapa saat, keduanya melepas rindu. Rafli mendengarkan semua ucapan Aika dengan baik, meskipun suara Aika masih sangat serak. Sementara Arumi hanya mengintip di luar. Ia menyeka air mata yang meleleh di pipi. Tak ada rasa bahagia lebih dari sekarang. Melihat putrinya sudah kembali dan berangsur membaik.
“Daddy, mau makan,” cicit Aika beberapa saat kemudian. Dari perutnya sudah terdengar suara keroncongan.
“Kamu lapar, Nak?”
Dengan gerakan yang masih lemah, Aika menganggukkan kepala. Seharian kemarin ia memang belum makan apa-apa dan hanya sesekali minum air putih. Karena itulah kondisi fisiknya sangat lemah.
“Baiklah, tunggu sebentar. Daddy akan pesan makanan untukmu.”
Rafli segera meraih ponsel yang semalam ia letakkan di atas nakas, lalu menghubungi restoran miliknya. Di restoran itu tersedia paket sarapan dengan menu utama bubur ayam yang juga merupakan menu kesukaan Aika.
Tak sampai satu jam, sarapan yang diminta Aika sudah tiba. Seorang karyawan restoran datang dengan membawa menu sarapan dan juga beberapa buah segar. Rafli meletakkan dua bantal di belakang punggung Aika agar dapat duduk bersandar.
"Daddy suapi buburnya, ya."
Dengan penuh kasih Rafli menyuapi putrinya. Hampir saja ia menjatuhkan air mata melihat Aika makan seperti seorang anak yang kelaparan. Selain itu tubuh Aika terlihat lebih kurus dibanding beberapa hari lalu sebelum menghilang.
"Pelan-pelan makannya, nanti tersedak.…
Wanita Samaran Untuk Dokter
Hanya Makan Roti
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 70 Episodes
Comments
febby fadila
ayo rafli ceritakan pelan² buat anakmu biar dia juga bisa menerima arumi,
2026-04-02
0
Yunerty Blessa
Rafli jujur saja bahawa itu bukan Yuna melainkan Arumi..
2025-05-02
0
Ila Lee
sabar Arumu
2024-12-11
1