Langit Putra Ramadhan itu nama lengkapnya. Langit terdiam, ragu-ragu untuk cerita ke auntynya. Tapi kalau melihat tatapan kesedihan bunda, Langit jadi tak tega.
"Nggak jadi aunty, aku balik aja. Mau tidur di ruangan bunda" seloroh Langit hendak keluar ruangan.
"Padahal aunty penasaran loh" ucap Dena. Langit pun balik mendekati Dena.
"Aku cuma mau nanya ke aunty, tapi jangan bilang bunda ya. Aku nggak mau bunda sedih. Aku sayang sama bunda" ulas Langit dengan muka tertekuk.
"Emang mau nanya apaan sayang?" Dena mendudukkan Langit di pangkuannya.
"Aunty, apa benar ayahku sudah di surga? Kenapa ayah nggak mengajak aku dan juga bunda? Tapi kenapa aku nggak pernah ketemu dengan ayah? Aku juga ingin seperti teman-temanku aunty, yang punya ayah dan bunda" tutur Langit polos.
Dena diam membisu tanpa tau harus menjawab apa.
"Aunty kenapa diam? Jawab dong?" Langit memaksa Dena untuk menjawab.
Sementara di luar pintu ruangan Dena, Mutia sudah berderai air mata mendengar penuturan Langit dengan Dena.
Mutia awalnya hendak memanggil Langit untuk tidur siang tapi malah mendengar obrolan Langit dengan Dena.
Putra semata wayangnya ternyata merindukan seorang ayah, yang Mutia sendiri tidak tau keberadaannya.
Jangankan keberadaan laki-laki itu. Wajahnya saja tidak Mutia kenal.
.
Menjadi single parent berasa nyaman bagi Mutia, tapi ternyata putranya tetap membutuhkan seorang papa.
.
Mampir ya guysssss
Aku Yang Tersisih
Mampir genk @WANITA ITU IBU ANAKKU
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 144 Episodes
Comments