Bu Marmi masuk setelah kembali dari anjungan tunai.
"Rania, ini uangnya. Simpan dulu" suruh bu Marmi.
"Makasih bu" Rania menerima uang yang diserahkan bu Marmi dan menyimpannya di dalam nakas samping ranjang.
Bu Marmi menghampiri si kembar yang masih nyenyak dalam tidurnya.
"Gantengnya cucu ibu" kata bu Marmi menimang bayi-bayi itu.
"Bu" panggil Rania.
Bu Marmi menoleh dan dilihatnya Rania yang menatap serius ke arahnya.
"Ada yang tidak kuketahui kah?" telisik Rania.
"Tidak ada Rania. Semua sudah kuberitahu padamu. Mengenai tuan Raditya yang seperti diutarakan oleh perawat tadi, aku juga tak tahu" bilang bu Marmi karena telah diberi pesan untuk tidak memberitahu Rania. Menunggu tuan Raditya menjelaskan sendiri.
Rania tak bertanya lagi kepada bu Marmi. Bagaimanapun juga, hanya bu Marmi lah yang dimiliki sekarang olehnya.
"Kenapa Mahendra tak kesini lagi ya bu? Untuk mengambil uang buat Chiko?" tanya Rania.
"Sudah biarin aja, barangkali dia sudah ada uangnya" sela Bu Marmi.
"He...he...benar juga ya, tapi sepertinya tidak dech. Mahendra bukan tipikal orang yang gampang ngeluarin uang meski untuk hal-hal urgen seperti ini" ungkap Rania.
"Bilang saja dia pelit Rania" tukas bu Marmi. Rania terkekeh mendengar seruan bu Marmi.
Kedua bayi mungil itu menggeliat, dan mulai nangis bersamaan.
Bu Marmi mendekat. Bu Marmi yang hanya punya sedikit pengalaman karena dia sendiri tak punya anak, malah gugup menghadapi tangisan kedua bayi yang lama-lama tambah keras itu.
"Gimana ini Rania?"
Rania beranjak perlahan dari ranjang setelah menekan tombol merah.
Rania pegangi diapers keduanya, "Sepertinya penuh bu ini" kata Rania.
"Aku nggak bisa nggantiin loh" ujar bu Marmi.
"Tolong ambilin aja yang bersih bu, biar aku yang nggantiin" kata Rania menimpali.
Perawat datang saat Rania sudah selesai mengganti keduanya.
"Sus, sepertinya mereka haus. Bisa tolong bantu aku untuk menyusui mereka" pinta Tania.
"Baiklah nyonya" tukas perawat itu dengan sopan.
Perawat itu mambantu kedua bayi untuk m…
Aku Yang Tersisih
Keraguan Raditya
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 144 Episodes
Comments
Syamsiar Samude
ceritanya semakin seru semangat thoor abaikan yg yg sll mw kritik kita sj blm tentu bisa bikin cerita meski sebatas cerpen
2025-06-27
1
Ds Phone
ada apa ya
2025-07-07
1
❤Rainy Wiratama Yuda❤️
Ceritanya bagus, cuma sayangnya dalam hal pengetikan akan lebih bagus jika penulis menggunakan bahasa baku atau EYD yang sesuai, misalnya seperti kata "saben" bisa diganti dengan kata "setiap" atau penggunaan kata "aku" pada saat cerita rapat, bisa diganti dengan kata "saya" dan banyak lagi kata lainnya ( maaf ya thor.. ini cuma pendapat pribadi saya saja 😊) tapi sejauh ini saya suka dengan jalan ceritanya.
2023-09-08
1