"Kalau tidak ada yang sakit kenapa diam saja?" tanya Ethan sambil mengelus lembut pipi Clara.
"Hanya pusing" jawab Clara mencari jawaban yang paling tepat. Sejujurnya dia tidak pusing sama sekali. Dia merasa baik-baik saja walau suhu tubuhnya sedikit tinggi.
"Kita pindahannya ditunda dulu saja kalau begitu ya? Supaya kamu bisa istirahat." ucap Ethan pula. Clara pun menganggukkan kepalanya.
"Tunggu disini aku pesankan bubur dulu" ucap Ethan dan keluar dari kamar. Dia hendak mengambil ponsel yang tadi dia tinggal di dapur saat mengambil air hangat.
Ethan sudah memesan bubur untuk Clara serta sarapan untuk dirinya sendiri. Jujur Ethan tidak bisa memasak. Kalau hanya membuat mie instan dia masih bisa.
Tak berapa lama dokter keluarga Brin pun datang. Ethan langsung mengantar dokter muda itu untuk menemui Clara.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hanya masuk angin saja" ucap dokter muda yang bernama Kevin tersebut.
"Syukurlah" ucap Ethan sambil mengelus rambut Clara.
Selesai pemeriksaan, Kevin pun pamit undur bertepatan dengan pesanan makanan Ethan tiba.
Ethan mulai menyiapkan bubur Clara dengan memindahkannya ke dalam mangkok. Setelahnya dia kembali ke kamar dan meletakkan bubur itu di atas nakas. Ethan membantu Clara duduk dan mulai menyuapinya.
"Aku bisa sendiri" ucap Clara menolak suapan Ethan.
Tapi bukan Ethan namanya bila menyerah begitu saja. Dia tetap memaksa untuk menyuapi Clara.
Clara memilih menurut karena malas berdebat dengan Ethan yang memang terkenal keras kepala.
Dengan telaten Ethan mulai menyuapi Clara. Clara yang memang selain sakit tidak terbiasa untuk makan berat di pagi hari merasa begitu kesulitan menelan makanannya.
“Tidak enak?” tanya Ethan karena Clara seperti tidak berselera makan.
“Tapi kalau sakit memang makanan terasa tidak enak. Tapi kamu harus tetap makan. Tubuhmu juga terlalu kurus. Sebaiknya kita ke ahli gizi nanti saat kamu sudah sembuh.” ucap Ethan pula.
“Kenapa harus ke ahli gizi? Selama ini aku makan-makanan yang bergizi kok” protes…
My Enemy, My Love
Perhatian
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments