Brin dan Vania saat ini sudah berada di meja makan untuk menikmati sarapan mereka. Waktu sudah menunjukkan pukul 08.30 dan itu artinya sudah waktunya untuk berangkat ke kantor.
"Pa bener kan dokter Kevin bilang tidak ada efek samping dari obat yang kita berikan?" tanya Vania yang takut juga bila obat yang diberikan ternyata memiliki efek samping buruk.
"Iya, obat itu dirancang khusus oleh apoteker yang sangat dipercaya dokter kevin. Obatnya tidak ada dijual dipasaran. Dokter kevin pun menambahkan vitamin yang juga baik untuk kesuburan. Berdoa saja semoga bulan depan kamu sudah diberi kabar baik" jawab Brin dengan terkekeh.
Vania tersenyum lega. Dia berharap setelah kejadian ini anak dan menantunya biaa lebih saling menerima satu sama lain.
"Harusnya bukan efek samping obat yang kamu khawatirkan. Tapi kemarahan putramu setelah tau apa yang kamu lakukan" ucap Brin mengingatkan.
"Bukan cuma aku, tapi kita. Kamu juga ikut andil. Idenya memang dariku, tapi yang lebih banyak ambil bagian itu kamu" ucap Vania yang tidak mau kalau hanya dirinya saja yang disalahkan.
Brin terkekeh.
"Tapi sebagai Papanya, aku yakin Ethan malah berterima kasih pada kita" ucap Brin sambil menyeringai.
Vania pun ikut terkekeh.
"Kamu benar Pa. Harusnya dia berterima kasih pada kita" ucap Vania menimpali.
"Sudah jam segini Papa kerja dulu. Biarkan saja mereka dulu jangan dipanggil. Pasti masih syok" ucap Brin sambil beranjak dari duduknya kemudian mencium kening istrinya sebelum pergi bekerja.
Vania mengantar suaminya sampai ke depan rumah lalu melambaikan tangan hingga Brin sudah meninggalkan rumah mereka.
Vania melirik jam dipergelangan tangannya.
"Sudah jam 9. Apa mereka mengulangi adegan itu lagi?" ucap Vania dengan terkekeh.
Sedangkan di dalam kamar, kedua sejoli itu masih terbuai di alam mimpi. Ternyata setelah saling meminta maaf lagi mereka sama-sama terhanyut dalam perasaan dan mengulang lagi penyatuan mereka. Keduanya dalam keadaan sadar tanpa terpengaruh obat apapun.
Hingga di waktu men…
My Enemy, My Love
Efek Samping
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments