Sebagai besan sekaligus sahabat baik Gavin, Brin tentu saja menyampaikan kabar yang dia dengar pada sahabatnya. Gavin masih dirawat dirumah sakit saat ini sampai kondisinya benar-benar pulih.
Brin duduk di kursi tepat disebelah ranjang Gavin. Gavin tidak berbaring melainkan memilih duduk bersandar di kepala ranjang.
"Ada apa Brin? Apa ada sesuatu pada anakku?" tanya Gavin dengan nada khawatir. Gavin tau kalau Brin sangat sibuk hingga dia yakin pasti ada sesuatu jika sahabatnya itu bisa sampai datang di waktu sepagi ini.
"Tidak Clara baik-baik saja. Hanya saja ada sesuatu yang harus kamu tau" jelas Brin.
Gavin pun menganggukkan kepalanya meminta Brin melanjutkan ceritanya.
"Selama ini kamu terlalu keras pada Clara" lanjut Brin.
"Iya kamu benar, aku menyesal. Aku hanya ingin dia menjadi wanita yang kuat" ucap Gavin menyesali perbuatannya.
"Salahmu kamu hanya memperlakukan itu pada Clara sedangkan Chila tidak".
"Itu karena Chila tidak sekuat Clara. Dia manja dan kemampuan dia beradaptasi tidak seperti Clara. Chila tidak akan mampu bila aku memperlakukannya sama seperti Clara" Gavin sangat menyesal.
"Aku tidak bisa berkata apa-apa karena ini sudah terlanjur terjadi. Tapi karena perlakuan tidak adilmu itu Clara tidak ingin memiliki lebih dari satu anak. Dia tidak mau nanti tidak bisa berlaku adil pada anak-anaknya".
Gavin tertunduk. Rasa terlalu sayangnya pada Clara malah membuatnya salah dalam bersikap. Gavin tidak ingin Clara salah mengambil jalan hingga dia selalu ingin yang terbaik untuk putrinya itu.
Kehilangan istri disisinya membuat Gavin tidak bisa berbagi dan melakukan semuanya berdasarkan keinginannya saja.
Apalagi Clara begitu mirip dengan Ibunya sehingga membuat Gavin semakin over protektif pada putri sulungnya itu.
"Apa yang harus aku lakukan Brin?" Gavin tidak tau harus berbuat apa.
"Perlakukan dia sama seperti dulu saat istrimu masih ada. Sayangi dia sama seperti kamu menyayangi Chila. Aku tau kamu menyayangi keduanya tapi sikap kerasmu pada Clara membuat…
My Enemy, My Love
Veronica
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments