Ratna terus melihat ke layar handphone miliknya, yang sejak tadi Arga terus menghubunginya.
Sore harinya, di rumah Ratna terdengar suara ketukan pintu dari luar.
Ratna membuka pintu, matanya seketika terbelalak saat melihat seorang pria berdiri di depan pintu dengan mata memerah.
"Arga. Ngapain kamu di sini?" tanya Ratna.
Bukan jawaban yang di dapatkan, melainkan sebuah pelukan erat dari Arga. Ratna terkejut dengan perlakuannya.
"Kak Arga lepasin, kamu ngapain si seperti ini." Ratna mencoba melepaskan pelukan Arga.
"Kamu kenapa tak datang. Aku berharap kamu hadir di sana." Menyentuh tangan Ratna.
"Untuk apa aku datang ke rumahmu. Aku mohon Arga hentikan! Aku tidak ingin terus menerus disalahkan oleh ibumu, aku ikut senang atas pertunangan kalian. Aku mohon kamu ikuti kata orang tuamu, wanita sedang melahirkan makan apa." Ratna melepaskan genggamannya.
Arga menggelengkan kepalanya. "Enggak, aku gak mau. Aku hanya ingin kamu, titik!"
Saat yang bersamaan, Bu Fitriana, pak Pujianto, Liana dan Gunawan menyusul Arga ke rumah Ratna.
Bu Fitriana menatap ke arah Ratna dengan tatapan tajam. "Lagi-lagi kamu yang mengganggu anak-anak saya." Sambil mengangkat tangannya ke arah Ratna, namun Gunawan segera menahannya.
"Ibu tidak bisa menampar Ratna seperti ini. Kalau seperti ini, saya aka. membela dia karena dia sahabatku dan Liana." Gunawan masih menahan tangan sang ibu mertua.
Sedangkan Liana menjauhkan Ratna dari sang ibu.
" Kamu dan dia sama, orang miskin yang hanya menyusahkan kami!" hardik Fitriana
"Bu. Gun ini menantu mu, suamiku. Kenapa ibu selalu menghinanya terus?" Liana membela Gunawan.
"Menantu! Sampai kapanpun ibu tak menganggap dia menantu. Di sudah membuat susah, dan malu!" Fitriana menatap Gunawan dengan tajam.
Liana menggelengkan kepala menatap kalau ibunya sangat jahat. Arga dan pak Pujianto pun juga sama, menatap wanita di hadapannya dengan rasa tak percaya.
Ratna tak suka dengan Bu Fitriana yang selalu menghina Gunawan. Padahal sahabatnya sangat menghormati…
Gunawan Untuk Meliana
Mantan istri
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 42 Episodes
Comments