Malam itu kami habiskan dengan kesibukan masing-masing, aku yang memang tidak membawa baju ganti, karena mama hanya memasukan lingerie yang tak layak pakai menurut ku tentu saja, aku tidak punya baju ganti.
Aku terpaksa melewati separuh malam dengan tidur menggunakan baju pengantin, karena terlalu lelah aku pun tertidur pulas. Dan keesokan pagi aku terbangun oleh suara azan yang berasal dari musholla yang berada tak jauh dari hotel.
Namun aku tak melihat Amar disana, mungkin dia sudah turun untuk berjamaah dibawah pikir ku, aku pun berjalan menuju ke kamar mandi, dana membersihkan diri yang memang sudah kegerahan, walaupun kamar itu ber AC, aku berjalan ke arah pintu dan mengunci pintu kamar, aku tidak mau saat sedang berganti pakaian tiba-tiba ada Yanga masuk ke kamar.
Setelah selesai mandi aku langsung mengenakan baju satu-satunya yang layak aku pakai, dan kemudian menunaikan sholat subuh. aku berjalan ke arah pintu dan membuka kuncinya Karen takut Amar akan pulang dari sholat.
Dan benar saja, Taka berpa lama aku mendengar suara Amar memberi salam sambil membuka pintu.
"Kita akan sarapan bersama dibawah !" ucap amar.
"Iya " jawab ku singkat.
"Bersiaplah, keluarga kita sudah menunggu dibawah.
Aku pun meraih jilbab yang masih ku letakkan di atas tempat tidur, dan mengenakan nya. Amar terlihat sedang duduk di sofa dikamar itu. Setelah selesai aku pun meraih handphone ku di atas meja rias.
"Ayo!" ajak ku.
Dan tanpa memberikan jawaban atau basa-basi Amar pun langsung berdiri dan berjalan ke rah ku, kami berdua turun kelantai dasar hotel. karena keluarga kami menunggu disana.
Tak ada sepatah kata pun yang terdengar dari kami berdua, sebenarnya aku bingung harus bicara apa, dan jujur aku juga sedikit canggung, karena perbedaan usia ku dengan Amar. Aku tidak ingin jika Amar sampai berpikir kalau aku dijodohkan dengan nya karena tidak ada yang ingin menikah dengan ku, karena itu pasti akan benar-benar membuatnya terpaksa.
Dan benar saja, kedua orang tua kami sudah menu…
Ketika Hati Telah Memilih
Canggung
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments