Amar keluar dari kamar mandi namun tak lagi menemukan Maira di balkon. entah ke mana Maira pergi saat itu. amal pun langsung mencari Maira keluar kamar. namun tak dia temukan.
Akhirnya memutuskan untuk turun kebawah, dan Amar pun terdiam di tangga melihat maira yang sedang tertawa nyaring bersama mama nya.
padahal gadis itu baru saja terlihat sedih, benar-benar Luar Biasa pikir Amar, maira bisa menyembunyikan kesedihannya dihadapan orang tuanya.
Amar pun turun dan menghampiri maira yang sedang bersama mamanya saat itu.
"Mama!" sapa Amar.
"Bagaimana masih pusing?" tanya mama maira.
"Sudah tidak apa-apa ma."
"Kalau masih kurang sehat, istirahat saja."
"Iya ma."
"Maira, ayo bersiap-siap, kita harus ke pondok indah kan?"
"Iya mas." maira langsung bangun dan pamit pada mamanya untuk bersiap-siap.
Sesampainya di kamar merah langsung menuju kamar mandi, untuk membersihkan diri dan kemudian bersiap-siap pergi bersama Amar.
Maira bersikap biasa saja seolah-olah tak terjadi apapun di antara mereka. dan keduanya pun pergi meninggalkan rumah menuju perumahan pondok indah. untuk melihat rumah yang akan mereka tempati.
begitu sampai di sana ternyata Abi dan umi juga sudah berada di sana. merah langsung mendekat kepada umi dan Abi dan mencium tangan kedua orang tua Amar tersebut.
Amar saat itu merasa khawatir takut kalau Maira akan bicara sesuatu kepada umi dan abi nya. Namun ternyata ketakutan Amar tidak beralasan, karena Maira sama sekali tidak bicara terkait dengan hubungannya dengan Maira.
Bahkan Mira sibuk dengan bercerita tentang keperluan rumah yang akan mereka tempati. dugaan Amar tentang merah sama sekali tidak benar semua itu hanya karena ketakutan Amar sendiri.
setelah selesai melihat-lihat rumah Meira dan juga Amar memutuskan untuk mencari perabotan dan alat-alat rumah tangga. kali ini hanya ditemani oleh umi, karena Abi harus segera kembali ke pesantren.
Maira tampak begitu bahagia bersama dengan umi, mereka dengan semangat memilih barang-barang yang akan digunakan…
Ketika Hati Telah Memilih
Persiapan rumah baru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments