Malam itu, maira tidak bisa tidur dengan nyenyak, bagaimana bisa dia memikirkan besok akan berbagi suami dengan orang lain, ada perih yang tak dapat dia ceritakan saat itu.
Maira berjalan keruang tengah rumah nya, dan bersandar di sofa. memejamkan matanya menahan kesedihan, maira mengelus perutnya, apakah anak yang ada didalam kandungannya juga merasakan kesedihan yang sedang dia rasakan.
"Maafkan mama ya nak, mama membuat mu sedih."
"Apa Yanga akan kamu rasakan kalau nanti kamu lahir dan melihat papa memiliki dua istri?" maira berbicara pada dirinya sendiri.
Dia tak menyangka kesedihan yang dialami nya begitu besar, dan bahkan di saat dia sedang hamil muda seperti ini. tiba-tiba kepala maira pusing, dia pun berjalan ke kamar mandi, dia merasa begitu Mual dan ingin muntah.
Maira yang saat itu ingin muntah pun lupa kalau sedang ada Amar dirumah, Amar yang saat itu sedang terbangun pun menuju kamar mandi yang masih terbuka lebar.
Dia melihat maira sedang muntah-muntah dikamar mandi, dan mendekat ke arah nya.
"Kamu sakit?" tanya Amar yang malah mengagetkan maira.
Maira jadi gugup dia takut kalau Amar curiga dengan dirinya saat itu.
"Tidak mas, hanya pusing saja." jawab maira.
"Maaf, maira mau tidur." maira keluar dari kamar mandi dan melewati Amar tanpa menatap wajah Amar sama sekali.
Maira membaringkan tubuhnya membelakangi Amar, sudah tak ada lagi kenyamanan yang dia rasakan berada disana, yang ada hanya kesedihan dihati nya.
Maira mencoba memejamkan mata, dan kalau bisa dia berharap, waktu berhenti disitu Agar tak akan datang hari esok yang mungkin akan menyakitkan untuk nya.
Namun semua harus dia jalani, ini semua mungkin takdir yang telah Allah gariskan untuk dirinya.
Amar yang melihat maira berbaring, berpikir mungkin maira sudah tertidur, namun tidak dengan Amar dia sebenarnya gelisah , bingung dengan perasaan dirinya, dia kehilangan maira di saat maira pergi meninggalkan dirinya.
Namun dia belum bisa mengambil kesimpulan untuk perasaan nya saat itu, apakah…
Ketika Hati Telah Memilih
Kehamilan Maira Terungkap
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 44 Episodes
Comments