"Saya sedang berada di kediaman Tuan Hary."
Seorang pria paruh baya bertubuh tegap tengah menerima panggilan. Tidak ditempat terbuka, pria itu memilih untuk menyingkir, mencari tempat yang tak tak dilintasi sang pemilik rumah.
"Baik, besok saya akan melakukan sesuai dengan yang sudah Tuan perintahkan." Pria itu terdiam, senyum tipis di bibirnya terlihat selepas mendengar jawaban dari seberang.
"Baik, tentu saja."
Panggilan terputus. Pria yang tak lain adalah Hendro, supir pribadi Hary itu lekas menghapus jejak panggilan di ponsel pintar miliknya. Pria yang usianya lebih muda beberapa tahun dari Hary itu menghela nafas dalam sebelum menyimpan ponsel pintarnya ke saku pakaian.
"Hendro, di mana kau?." Teriakan Hary, membuat Hendro terkesiap. Pria itu lebih dulu mengatur nafas sebelum berlari menuju tempat dimana sang majikan sedang mencarinya.
"Ya, Tuan." Hendro menjawab. Dilihatnya Hary sudah berpakaian rapi. Wibawa Hary tetap terlihat diusianya yang kian senja, dan Hendro akui, dirinya cukup iri dengan hal itu. Dengan kelebihan yang dimiliki oleh Hary. Sedangkan dirinya berpuluh-puluh tahun mengabdi harus puas hanya dijadikan Hary sebagai supir pribadi. Siall!.
"Dari mana saja kau?." Hary bertanya. Pria tua itu sedang melipat lengan pakaian yang sedikit kepanjangan.
"Saya dari rumah sebelah, Tuan. Minum," jawab Hendro yang sejatinya hanya bualan belaka.
"Oo.."
Hendro hanya mengangguk.
"Ayo, antar aku kesebuah tempat. Aku ingin mengunjungi seseorang."
Hendro mengangguk lagi. Meski tak mengatakan tempat namun pria itu tau kemana tujuan Hary. Rumah sakit jiwa dimana tempat putranya menjalani hari. Putra Hary yang merupakan Ayah dari Alan yang mengalami depresi akibat pengkhianatan sang istri.
Hendro lebih dulu membuka pintu mobil untuk sang Tuan.
"Terimakasih." Seperti biasa Hary akan mengucapkan terimakasih pada Hendro yang selalu melayaninya dengan sepenuh hati.
Selepas menutup pintu, Hendro menghela nafas dalam. Ia menatap pada bagian mobil yang pada salah satu bagia…
Mengejar Cinta Suami Dingin
Dibalik Rencana
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 54 Episodes
Comments
yesi yuniar
begitu kejadiannya...
kakek 👍👍👍👍
2023-10-30
0