Larasati terlalu kacau untuk memahami apa yang sedang terjadi. Ia tidak tahu bagaimana keadaan rumah tangga mereka selanjutnya. Larasati dan Dirga sudah berada di rumah mereka sejak dua jam lalu, tapi yang laki-laki itu lakukan hanya duduk dan menatap kosong ke luar jendela kamarnya. Sementara Larasati, ia mencoba untuk mencari kesibukan untuk mengalihkan pikirannya dari Dirga yang tiba-tiba melupakan dirinya.
Larasati terlihat memindahkan furniture kesana-kemari, hingga tampilan rumahnya tampak berbeda. Ia bahkan menurunkan selurih piring yang berada di dalam rak, lalu mencucinya meski piring-piring itu bersih. Mengganti karpet, menyapu dan mengepel seluruh rumah, hingga mengelap semua perabotan yang tadi pagi sudah ia bersihkan. Seolah belum selesai, ia kemudian bergegas ke ruangan untuk cuci baju dan mencuci seluruh handuk yang mereka pakai.
Setelah memasukkan detergen dan pewangi ke dalam mesin cuci, Larasati terduduk pada lantai ruangan itu. Ia kembali menangis. Dadanya begitu sesak hingga ia tidak bisa mengatakan apapun. Larasati menenggelamkan kepalanya pada kedua tangannya untuk menangis begitu keras. Ia tidak peduli meski Dirga akan mendengarnya. Justru ia berharap Dirga akan sadar setelah mendengar tangisan pilunya. Ia menekan dadanya kuat, seakan ingin menghilangkan segala sakit yang berada di dalam sana.
"Ras ...." panggil Dirga lirih, hingga Larasati mengangkat wajahnya dan berdiri seketika.
"Barusan kamu ... panggil aku, Ga?" Larasati menghapus air mata yang membanjiri pipinya. "Coba panggil aku sekali lagi."
"Kamu kenapa? Kenapa nangis di sini? Itu juga kenapa semua furniture kita pindah tempat?"
"Dirga, kamu inget aku?"
"Orang gila mana yang lupa sama istri sendiri sih, Ras?" tanya Dirga sambil terkekeh.
Larasati tidak mengatakan apapun lagi. Ia berhambur memeluk Dirga begitu kencang, hingga Dirga tampak kebingungan.
"Kenapa, sih? Kenapa tiba-tiba begini, Ras?"
"Aku takut kamu beneran lupa sama aku."
"Kamu habis mimpi buruk, ya? Mimpi apa?"
Larasati…
Jalang Berwajah Seribu
Manusia-manusia Terluka
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 29 Episodes
Comments
sunshine
kupikir qm hilang ditelan bumi
2024-05-21
0