Setelah Alena meminta izin kepda nyonya Luwis untuk pergi menemui Rai, ia kemudian memesan sebuah taxi lalu berjalan keluar dari kedai teh miliknya, dan tidak sengaja ia bertemu dengan paman Tomi saat ia akan masuk ke dalam mobil.
“Kau mau keluar, nona?” Tanya paman Tomi sambil memegang kotak bekal yang ada di tangannya.
“Ya, ada sesuatu yang terjadi di luar. paman Tomi, kau tidak perlu mengantarku, aku bisa pergi sendiri dengan Taxi.” Ucap Alena pada paman Tomi.
“Kau mau pergi sekarang?, tapi, kau belum makan siang.” Ucap paman Tomi dengan khawatir.
“Tidak ada waktu, aku akan makan setelah aku kembali.” Ucap Alena sambil terburu buru masuk ke dalam mobil.
“Nona, kalau begitu, bawalah bekal makanan bergizi ini untuk di makan dalam perjalanan, kau tidak boleh kelaparan saat kau sedang mengandung.” Ucap paman Tomi sambil menyodorkan kotak bekal miliknya untuk di berikan pada Alena.
Alena kemudian mengambil kotak bekal yang di berikan oleh paman Tomi dan segera pergi menemui Rai di rumahnya.
Di rumah Rai ...
“Rai, aku sudah datang, kau dimana?” Teriak Alena saat memasuki rumah Rai dengan membawa kotak bekal di tangannya.
Alena sempat mengira Rai sudah mati, karena ia tidak mendengar jawaban apapun dari dalam Rumah.
(Dia menyuruhku datang lewat telfon, maksudnya di sini, ‘kan?, tapi kenapa tidak ada suara?, apa mungkin... dia akhirnya tidak bisa bertahan dan meninggal?) Ucap Alena dalam hati sambil terus menduga duga.
“Di sini.” Teriak Rai dari dalam kamar.
Alena lalu berjalan menuju kamar tempat suara itu berasal, namun, betapa terkejutnya Alena ketika ia masuk ke dalam kamar, dan ia melihat Rai yang sedang berbaring tanpa memakai baju dan terlihat begitu tampan.
(Astaga, dia memang iblis) Ucap Alena dalam hati sambil menelan ludah.
“Apa kau sudah lebih baik sekarang?, sudah ke Dokter?” Tanya Alena dengan khawatir.
“Kenapa kau begitu cerewet sekarang?, kemarilah dan cepat ganti perbanku!” Ucap Rai dengan nada yang tegas.
(Jadi, dia menelfonku dengan terburu buru dan m…
Serpihan Hati
Benih benih cinta
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 65 Episodes
Comments