MENGHAPUS JEJAK

MENGHAPUS JEJAK

01. Menghapus Jejak (MJ)

...~•Happy Reading•~...

《 Sebelumnya

Seorang gadis bernama Enni Sriwedari yang dikaruniai wajah cantik dan bertubuh indah bagaikan gitar spanyol, menjadi dambaan para pria yang menyukai tipe wanita seperti itu.

Di lingkungan tempat tinggal, sekolah atau di kampus, dia selalu menjadi primadona. Namun pada masa kuliah, dia mengalami rudapaksa oleh orang terdekatnya.

Dia diper^kosa oleh kakak iparnya bernama Bargani, seorang polisi yang sengaja menikah dengan kakaknya, Nestri, agar bisa mendekati dan berada di sekitarnya.

Dalam suasana kebatinan yang hancur dan marah karena kesuciannya direngut, dia lari dari rumah, sebab diancam oleh Bargani. Kakak dan adiknya akan disakiti, jika tidak menuruti keinginannya.

Merasa putus asa dan tidak tahu harus melakukan apa, dia lari dari rumah tanpa membawa apa pun. Kondisi hati dan pikirannya yang kacau dan sangat sedih membuat dia hampir mengalami kecelakaan, karena tanpa sadar dia berlari di jalan raya.

Dalam situasi demikian, dia ditolong oleh teman sekolahnya bernama Lusina yang sedang pulang dari kota besar untuk menemui orang tuanya. Uluran tangan Lusina diterima dengan rasa terima kasih, sebab telah menyelamatkan dia dari kecelakaan yang bisa membuatnya tewas.

Enni makin berterima kasih sebab mengira dia telah lolos dan bisa bersembunyi dari kakak iparnya yang akan memperkosanya lagi dengan mengikuti Lusina ke kota.

Namun Lusina yang sudah membencinya sejak masih sekolah (sebab kalah bersaing dalam berbagai hal. Kalah cantik, kalah pintar, kalah menarik perhatian pria-pria yang diincarnya), menjual Enni ke salah satu rumah bordir milik Mami Sinna.

Setelah sekian tahun melayani pria-pria hidung belang dan hidung polos di tempat itu, dia kembali dijual oleh Mami Sinna kepada seorang pria bernama Barry.

Dia dikurung oleh Barry yang kecanduan seks dan berperilaku seks menyimpang dalam sebuah unit apartemen. Kemudian melakukan tindak kekerasan seksual padanya bertahun-tahun, tanpa ada yang bisa menolongnya.

Dia mengalami luka psikis dan fisik, hingga suatu malam bisa kabur dari tempat penyekapan saat Barry dalam keadaan mabuk memaksa dia melayani dan memuaskan hasrat seksualnya dengan cara kasar dan brutal.

Setelah bisa keluar dari apartemen, dia berlari tanpa tujuan, hingga sampai ke sebuah rumah sakit dan jatuh di halaman rumah sakit, karena kehabisan nafas.

Kemudian Enni ditemukan pingsan di dekat halaman sebuah rumah sakit oleh security, lalu menolongnya. Dia dibawa masuk ke Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit tersebut untuk dirawat.

Sekarang 》

Setelah dr Kirana melihat Enni telah tertidur, perlahan dr Kirana melepaskan tangan Enni, lalu memasukan tangannya ke dalam selimut. Ia merapikan selimut untuk menutupi tubuh Enni yang sudah terlelap.

Kemudian dr Kirana meninggalkan ranjang Enni, lalu kembali ke ruang jaga untuk istirahat, sebab hari belum pagi. Dr Kirana berusaha untuk istirahat sejenak, sebelum ada pergantian tugas jaga.

Baru saja tertidur, dr Kirana dikagetkan oleh bunyi ketukan pada pintu ruangan. Dia mengangkat wajahnya dari atas meja, lalu mengumpulkan kesadarannya sambil memijit pelipis yang pening, karena kaget bangun.

"Kau lagi, kau lagi. Sudah berapa kali hari ini, kau hampir membuat jantungku lompat mencari nyawaku." Dr Kirana berkata, saat melihat perawat yang pernah memanggilnya untuk melihat kondisi Enni sudah berdiri dalam ruangan tanpa menunggu dipersilahkan masuk.

"Ada apa, lagiiii?" Tanya dr Kirana yang tidak jadi kesal, saat melihat perawat itu mengangkat dua jari, tanda peace.

"Maaf, dok. Urgent. Ada orang yang mencari pasien wanita tadi." Ucapan perawat tersebut membuat dr Kirana langsung berdiri di balik meja. Rasa peningnya hilang seketika.

"Siapa dan sekarang di mana?" Dr Kirana panik, lalu berjalan cepat mendekati perawat yang jadi tertegun melihat reaksi dr Kirana atas keterangannya. Dia langsung diajak keluar oleh dr Kirana.

"Itu, di sana, dok. Orangnya lagi bicara dengan security." Ucap perawat, saat mereka sudah keluar dari ruangan jaga dokter. Dia menunjuk seorang pria kekar yang sedang berdiri bicara dengan security.

Seluruh saraf halus dalam kepala dr Kirana jadi siaga dan memberikan signal waspada. Hal itu terjadi, sebab pasien yang dicari oleh pria itu sedang dirawat karena mengalami tindak kekerasan.

Dr Kirana khawatir pria itu yang melakukan kekerasan kepada pasien yang sedang dirawat. Menyadari demikian, dia berpikir cepat untuk bisa menolong Enni. Sebagaimana janjinya kepada Enni, bahwa dia sudah aman.

"Keni, kau telpon salah seorang security untuk berbicara dengan orang itu. Bilang security buat pria itu sibuk beberapa waktu, sampai kau hubungi lagi. Jangan biarkan pria itu masuk ke sini." Dr Kirana berkata sambil berjalan ke tempat informasi. Sedangkan Keni mengikutinya sambil mengotak-atik ponsel.

"Keni, Saya mau hindari pasien yang tadi, dari orang itu. Saya mau pindahkan dia ke tempat lain, sebelum tahu siapa dia." Dr Kirana memberikan instruksi sambil berpikir cepat dan mengotak-atik komputer di depannya.

Dr Kirana berusaha mengamankan Enni sebelum mengetahui persoalan yang sebenarnya antara Enni dan pria itu. Dia tidak mau bertindak gegabah, sebelum ada kepastian tentang hubungan pria itu dengan Enni. Jika Enni bersedia menemuinya, dr Kirana akan izinkan mereka bertemu.

"Siap, dok." Perawat Keni segera menghubungi pos security, lalu menyampaikan permintaan dr Kirana. Dia berbicara cepat, sebab mereka dikejar waktu.

"Sudah ok, dok. Apa yang akan dokter lakukan?" Tanya Keni, saat melihat dr Kirana sedang berpikir dan tegang di depan komputer.

Keni yakin sedang terjadi tindak kekerasan seksual terhadap pasien itu, karena dia diminta meninggalkan ranjang pasien dan memanggil seorang suster untuk menggantikan tugasnya.

"Begini. Kau tutup semua tirai di ruang UGD dan kau lepas infus dari pasien, tapi kau jangan bangunkan dia. Kau pindahkan dia ke ranjang kosong di dekatnya...." Dr Kirana menjelaskan apa yang harus di lakukan oleh perawat Keni pada Enni.

"Jadi saya harus menggendong pasiennya?" Tanya Keni sambil berpikir. Dia belum mengerti maksud dr Kirana. Sebab pikirnya, jika mau pindahkan pasien itu, dia bisa mendorong ranjangnya ke tempat yang dr Kirana tentukan.

"Iyaa, kau cukup kuat menggendongnya. Tapi kau harus lakukan dengan pelan dan berhati-hati, sebab pasiennya masih trauma terhadap sentuhan orang lain." Dr Kirana berkata cepat, sebab melihat perawat Keni bertubuh atletis dan cukup berotot.

"Infus pasien tetap di ranjang sebelumnya, biarkan tergantung begitu saja. Tidak perlu dirapikan. Begitu juga dengan selimutnya, biarkan begitu saja...." Dr Kirana dan perawat Keni berbicara cepat sambil sesekali melirik ke arah pria kekar yang sedang berbicara dengan security.

"Kau tutup sekujur tubuh pasien dengan selimut, lalu dorong pasien dengan cepat ke ruang mawar 03 yang sedang kosong." Dr Kirana berkata sambil melihat ruangan kelas satu yang sedang kosong di komputer.

"Ok. Siap, dok. Mengerti..." Perawat Keni jadi paham. Dr Kirana mau menyembunyikan pasien tersebut dari pria kekar yang sedang berbicara dengan security. Oleh sebab itu, dengan cepat dan cekatan dia lakukan permintaan dr Kirana tanpa bertanya lagi.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

Terpopuler

Comments

sukensri hardiati

sukensri hardiati

baru nemu ini setelah selesai baca kualitas mantan...

2025-08-31

1

☠ႦαRAkudA

☠ႦαRAkudA

kabur yg jauuuuh en, yang gak mungkin ditemukan oleh orang2 tak berhati itu

2024-09-06

2

Bambut That

Bambut That

hohoho

2024-08-13

1

lihat semua
Episodes
1 01. Menghapus Jejak (MJ)
2 Bab 02. MJ
3 Bab 03. MJ
4 Bab 04. MJ
5 Bab 05. MJ
6 Bab 06. MJ
7 Bab 07. MJ
8 Bab 08. MJ
9 Bab 09. MJ
10 Bab 10. MJ
11 Bab 11. MJ
12 Ban 12. MJ
13 Bab 13. MJ
14 Bab 14. MJ
15 Bab 15. MJ
16 Bab 16. MJ
17 Bab 17. MJ
18 Bab 18. MJ
19 Bab 19. MJ
20 Bab 20. MJ
21 Bab 21. MJ
22 Bab 22. MJ
23 Bab 23. MJ
24 Bab 24. MJ
25 Bab 25. MJ
26 Bab 26. MJ
27 Bab 27. MJ
28 Bab 28. MJ
29 29. MJ 29.
30 Bab 30. MJ
31 Ban 31. Keluarga Mathias.
32 Bab 32. Keluarga Mathias 2.
33 Bab 33. Keluarga Mathias 3.
34 Bab 34. Keluarga Mathias
35 Bab 35. MJ
36 Bab 36. MJ
37 Bab 37. MJ
38 Bab 38. MJ
39 Bab 39. MJ
40 Bab 40. MJ
41 Bab 41. MJ
42 Bab 42. MJ
43 Bab 43. MJ
44 Bab 44. MJ
45 Bab 45. MJ
46 Bab 46. MJ
47 Bab 47. MJ
48 Bab 48. MJ
49 Bab 49. MJ
50 Bab 50. MJ
51 Bab 51. MJ
52 Bab 52. MJ
53 Bab 53. MJ
54 Bab 54. MJ
55 Bab 55. MJ
56 Bab 56. MJ
57 Bab 57. MJ
58 Bab 58. MJ
59 Bab 59. MJ
60 Bab 60. MJ
61 Bab 61. MJ
62 Bab 62. MJ
63 Ban 63. MJ
64 Bab 64. MJ
65 Bab 65. MJ
66 Bab 66. MJ
67 Ban 67. Keluarga Emily
68 Bab 68. Keluarga Emily
69 Bab 69. Keluarga Emily
70 Bab 70. MJ
71 Bab 71. MJ
72 Bab 72. MJ
73 Bab 73. MJ
74 Bab 74. MJ
75 Bab 75. MJ
76 Bab 76. MJ
77 Bab 77. MJ
78 Bab 78. MJ
79 Bab 79. MJ
80 Bab 80. MJ 73.
81 Bab 81. MJ
82 Bab 82. MJ
83 Bab 83. MJ
84 Bab 84. MJ
85 Bab 85. MJ
86 Bab 86. MJ
87 Bab 87. MJ
88 Ban 88. MJ
89 Bab 89. MJ
90 Bab 90. MJ
91 Bab 91. MJ
92 Bab 92. MJ
93 Bab 93. MJ
94 Bab 94. MJ
95 Nab 95. MJ
96 Bab 96. MJ
97 Bab 97. Keluarga Mathias
98 Bab 98. Keluarga Mathias
99 Bab 99. MJ
100 Bab 100. MJ
101 Bab 101. MJ
102 Bab 102. MJ
103 Bab 103. MJ
104 Bab 104. MJ
105 Bab 105. MJ
106 Bab 106. MJ
107 Bab 107. MJ
108 Bab 108. MJ
109 Bab 109. MJ
110 Bab 110. MJ
111 Bab 111. MJ
112 Bab 112. MJ
113 Bab 113. MJ
114 Bab 114. MJ
115 Bab 115. MJ
116 Bab 116. MJ
117 Bab 117. Persidangan.
118 Bab 118. Persidangan
119 Bab 119. Persidangan
120 Bab 120. Persidangan
121 Bab 121. Persidangan
122 Bab 122. Persidangan
123 Bab 123. Persidangan
124 Bab 124. Persidangan
125 Ban 125. Persidangan
126 Bab 126. Persidangan
127 Bab 127. Persidangan
128 Bab 128. Persidangan
129 Bab 129. Persidangann
130 Bab 130. Persidangan
131 Bab 131. Persidangan
132 Bab 132. Persidangan
133 Bab 133. Persidangan
134 Bab 134. Persidangan
135 Bab 135. Persidangan
136 Bab 136. Persidangan
137 Bab 137. Persidangan
138 Bab 138. Persidangan
139 Bab 139. Persidangan
140 Bab 140. Persidangan
141 Bab 141. Persidangan
142 Bab 142. Persidangan
143 Bab 143. Persidangan
144 Bab 144. Persidangan
145 Bab 145. Persidangan
146 Bab 146. Persidangan
147 Bab 147. Persidangan
148 Bab 148. Persidangan Akhir
149 Bab 149. Persidangan Akhir
150 Bab 150. Persidangan Akhir
151 Bab 151. Persidangan Akhir
152 Bab 152. Persidangan Akhir
153 Bab 153. Persidangan Akhir
154 Bab 154. Persidangan Akhir
155 Ban 155. Persidangan Akhir
156 Bab 156. Persidangan Akhir
157 Bab 157. Persidangan Akhir
158 Bab 158. Akhir
159 ︎Ekstra Part ︎
Episodes

Updated 159 Episodes

1
01. Menghapus Jejak (MJ)
2
Bab 02. MJ
3
Bab 03. MJ
4
Bab 04. MJ
5
Bab 05. MJ
6
Bab 06. MJ
7
Bab 07. MJ
8
Bab 08. MJ
9
Bab 09. MJ
10
Bab 10. MJ
11
Bab 11. MJ
12
Ban 12. MJ
13
Bab 13. MJ
14
Bab 14. MJ
15
Bab 15. MJ
16
Bab 16. MJ
17
Bab 17. MJ
18
Bab 18. MJ
19
Bab 19. MJ
20
Bab 20. MJ
21
Bab 21. MJ
22
Bab 22. MJ
23
Bab 23. MJ
24
Bab 24. MJ
25
Bab 25. MJ
26
Bab 26. MJ
27
Bab 27. MJ
28
Bab 28. MJ
29
29. MJ 29.
30
Bab 30. MJ
31
Ban 31. Keluarga Mathias.
32
Bab 32. Keluarga Mathias 2.
33
Bab 33. Keluarga Mathias 3.
34
Bab 34. Keluarga Mathias
35
Bab 35. MJ
36
Bab 36. MJ
37
Bab 37. MJ
38
Bab 38. MJ
39
Bab 39. MJ
40
Bab 40. MJ
41
Bab 41. MJ
42
Bab 42. MJ
43
Bab 43. MJ
44
Bab 44. MJ
45
Bab 45. MJ
46
Bab 46. MJ
47
Bab 47. MJ
48
Bab 48. MJ
49
Bab 49. MJ
50
Bab 50. MJ
51
Bab 51. MJ
52
Bab 52. MJ
53
Bab 53. MJ
54
Bab 54. MJ
55
Bab 55. MJ
56
Bab 56. MJ
57
Bab 57. MJ
58
Bab 58. MJ
59
Bab 59. MJ
60
Bab 60. MJ
61
Bab 61. MJ
62
Bab 62. MJ
63
Ban 63. MJ
64
Bab 64. MJ
65
Bab 65. MJ
66
Bab 66. MJ
67
Ban 67. Keluarga Emily
68
Bab 68. Keluarga Emily
69
Bab 69. Keluarga Emily
70
Bab 70. MJ
71
Bab 71. MJ
72
Bab 72. MJ
73
Bab 73. MJ
74
Bab 74. MJ
75
Bab 75. MJ
76
Bab 76. MJ
77
Bab 77. MJ
78
Bab 78. MJ
79
Bab 79. MJ
80
Bab 80. MJ 73.
81
Bab 81. MJ
82
Bab 82. MJ
83
Bab 83. MJ
84
Bab 84. MJ
85
Bab 85. MJ
86
Bab 86. MJ
87
Bab 87. MJ
88
Ban 88. MJ
89
Bab 89. MJ
90
Bab 90. MJ
91
Bab 91. MJ
92
Bab 92. MJ
93
Bab 93. MJ
94
Bab 94. MJ
95
Nab 95. MJ
96
Bab 96. MJ
97
Bab 97. Keluarga Mathias
98
Bab 98. Keluarga Mathias
99
Bab 99. MJ
100
Bab 100. MJ
101
Bab 101. MJ
102
Bab 102. MJ
103
Bab 103. MJ
104
Bab 104. MJ
105
Bab 105. MJ
106
Bab 106. MJ
107
Bab 107. MJ
108
Bab 108. MJ
109
Bab 109. MJ
110
Bab 110. MJ
111
Bab 111. MJ
112
Bab 112. MJ
113
Bab 113. MJ
114
Bab 114. MJ
115
Bab 115. MJ
116
Bab 116. MJ
117
Bab 117. Persidangan.
118
Bab 118. Persidangan
119
Bab 119. Persidangan
120
Bab 120. Persidangan
121
Bab 121. Persidangan
122
Bab 122. Persidangan
123
Bab 123. Persidangan
124
Bab 124. Persidangan
125
Ban 125. Persidangan
126
Bab 126. Persidangan
127
Bab 127. Persidangan
128
Bab 128. Persidangan
129
Bab 129. Persidangann
130
Bab 130. Persidangan
131
Bab 131. Persidangan
132
Bab 132. Persidangan
133
Bab 133. Persidangan
134
Bab 134. Persidangan
135
Bab 135. Persidangan
136
Bab 136. Persidangan
137
Bab 137. Persidangan
138
Bab 138. Persidangan
139
Bab 139. Persidangan
140
Bab 140. Persidangan
141
Bab 141. Persidangan
142
Bab 142. Persidangan
143
Bab 143. Persidangan
144
Bab 144. Persidangan
145
Bab 145. Persidangan
146
Bab 146. Persidangan
147
Bab 147. Persidangan
148
Bab 148. Persidangan Akhir
149
Bab 149. Persidangan Akhir
150
Bab 150. Persidangan Akhir
151
Bab 151. Persidangan Akhir
152
Bab 152. Persidangan Akhir
153
Bab 153. Persidangan Akhir
154
Bab 154. Persidangan Akhir
155
Ban 155. Persidangan Akhir
156
Bab 156. Persidangan Akhir
157
Bab 157. Persidangan Akhir
158
Bab 158. Akhir
159
︎Ekstra Part ︎

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!