Bab 03. MJ

...~•Happy Reading•~...

Pria kekar itu merasa lega, saat melihat layar ponsel dr Kirana. "Benar, dokter. Ini istri boss saya yang bernama Winda." Pria kekar berkata cepat sambil menunjuk layar ponsel dr Kirana, saat melihat wajah Enni yang sudah diobati dan ditutupi perban di beberapa tempat.

"Baik. Saya percaya pada ucapan anda. Tapi anda harus berjanji, akan membiarkan wanita ini dirawat di sini sampai luka-lukanya sembuh." Dr Kirana berkata tegas dan mendesak. Dia sengaja lakukan itu untuk memastikan keselamatan Enni, lalu memasukan ponselnya ke dalam saku jas dokternya.

"Baik, dok. Saya berjanji atas nama boss saya." Pria kekar itu berkata cepat sebelum dr Kirana berubah pikiran. Baginya yang penting sudah menemukan Winda.

Dia sangat khawatir, sebab yang menangani wanita bossnya adalah dokter wanita. 'Dengan luka yang ada pada wajah Winda, bisa membangkitan rasa empati sebagai sesama wanita.' Itu yang ada dalam pikiran pria kekar itu.

Sehingga dengan cepat dia menyanggupi permintaan dr Kirana. Dia yakin bossnya akan setuju dengan keputusannya, sebab yang penting dia sudah tahu keberadaan Winda dan dia tidak melakukan tindakan yang merugikan bossnya.

"Sebentar, saya harus membuat video sebagai bukti anda sudah berjanji untuk membiarkan istri boss anda dirawat di sini." Ucap dr Kirana cepat, lalu mengeluarkan kembali ponselnya dari kantong jas.

Security yang berdiri bersama dengan mereka hanya bisa memperhatikan, tanpa mengerti maksud tindakan dr Kirana. Suatu tindakan yang tidak biasa dilakukan oleh dokter atau perawat. Oleh sebab itu, dia hanya mengamati dan berjaga-jaga.

Security itu tidak mengerti situasi, sebab dia yang bertugas di pos setelah Enni ditemukan oleh security yang lepas tugas jaga sebelumnya. Jadi dia tidak tahu seberapa luka wanita yang menjadi pasien di UGD dan sedang dicari oleh pria kekar itu.

"Silahkan diulang lagi janji anda tadi, Pak." Dr Kirana berkata sambil mengarahkan kamera ponsel ke arah pria kekar yang sudah tidak bisa menghindar lagi.

Tanpa berpikir panjang dan curiga, dia mengulang janji yang diucapkan sebelumnya. Dia hanya berpikir, yang penting sudah menemukan Winda. Dia juga setuju, agar semua luka Winda ditangani oleh pihak medis. Bukan hanya sekedar diobatin dengan obat yang diberikan boss nya.

Setelah melihat luka yang dialami Winda, dia tidak bisa lakukan sesuatu untuk mengobati. Sebab dia hanya bisa menuruti perintah boss nya. Membawa obat yang diberikan, tanpa bisa lakukan sesuatu yang lain. Padahal dia tahu bisa terjadi infeksi, akibat tidak tertangani dengan baik.

"Baik, trima kasih." Dr Kirana memasukan ponsel kembali ke kantong jasnya setelah pria kekar selesai mengucapkan janjinya. Kemudian dr Kirana mengajak pria kekar dan security ke ranjang, tempat Enni dirawat.

"Pasiennya belum kami berikan nama, sebab dia ditemukan dalam keadaan pingsan. Tapi saya dokternya, karna saya yang sedang bertugas di UGD." Dr Kirana menjelaskan kejadian Enni ditemukan kepada pria kekar yang mendengar dengan serius.

Pria itu jadi was-was dan bahkan mulai takut mendengar penjelasan dokter tentang luka-luka yang dialami Enni. Sebab selama ini dia tidak pernah melihat luka Enni di bagian tubuh yang lain, selain di wajahnya.

Karena setiap kali dia masuk ke kamar untuk mengantar keperluan Enni, dia melihat Enni selalu berada di balik selimut. Enni tidak pernah turun dari tempat tidur, jadi dia tidak tahu luka yang lain.

"Loh, di mana pasien di sini?" Tanya dr Kirana sambil menunjuk ranjang Enni yang sudah kosong dengan wajah panik.

"Tadi malam dia dirawat di sini. Ini buktinya..." Dr Kirana berkata sambil menunjuk papan yang mencantumkan keterangan pasien di bagian kaki ranjang. Di situ tercantum nama pasien dengan inisial 'NN', juga nama dokter yang merawat adalah dr Kirana.

"Apakah dia sudah siuman?" Tanya dr Kirana sambil melihat sekeliling, seakan sedang mencari Enni. Begitu juga dengan pria kekar dan security yang tidak mengerti.

"Itu infusnya dilepas begitu saja." Dr Kirana menunjuk alat infus yang masih tergantung dan juga botol cairan infus yang isinya masih tersisa.

"Pak, tolong periksa toilet, mungkin pasien sedang ke toilet." Ucap dr Kirana pelan tapi serius kepada security, sebab khawatir membangunkan pasien lain yang ada di UGD

Security langsung ke toilet diikuti oleh pria kekar untuk memeriksa. Dr Kirana berdiri diam dekat bekas ranjang Enni sambil berpikir untuk menolong Enni, selanjutnya.

"Tidak ada, Dok. Kamar mandi kosong." Security menjelaskan, setelah kembali dari toilet bersama pria kekar.

"Apakah pasiennya kabur, saat siuman?" Tanya pria kekar yang menyadari kondisi Winda, mungkin tidak mau ditemukan oleh bossnya, jadi melarikan diri lagi.

"Mungkinkah...?" Tanya dr Kirana pelan, sambil terus berpikir bagaimana bisa memberikan penjelasan yang masuk akal dan bisa diterima oleh pria kekar.

"Kalau begitu, saya akan mencarinya di luar, sebelum dia jauh dari sini." Ucap pria kekar buru-buru, lalu hendak keluar mencari Enni.

"Tunggu sebentar, Pak. Anda harus membayar semua tindakan medis yang sudah kami lakukan kepada istri boss anda." Dr Kirana menahan langkah pria kekar itu untuk tidak keluar dari UGD.

"Tapi saya, tidak bawa uang tunai, dokter." Pria itu berkata cepat dan bingung mendengar permintaan dr Kirana.

"Silahkan telpon boss anda untuk membayar perawatan istrinya di sini." Dr Kirana tidak bergeming, karena mau tahu lebih banyak tentang suami Enni.

Pria kekar itu tertegun mendengar permintaan dr Kirana. Dia tidak menyangka, dokter yang terlihat baik dan ramah bisa berkata seperti itu untuk masalah uang. Dia berpikir, dr Kirana akan lebih mengutamakan rasa kemanusiaan.

"Nanti saya kembali lagi, dok. Saya harus mencari istri boss dulu, sebelum kehilangan dia lagi." Pria kekar coba memberikan alasan yang bisa diterima oleh dr Kirana.

"Maaf, Pak. Kalau anda langsung hubungi suami pasien, bisa cepat selesai. Ini bukan masalah kemanusiaan, tapi masalah peraturan di rumah sakit ini."

"Kami sudah merawat pasien, tanpa ada identitas apa pun karena rasa kemanusian. Tapi sekarang sudah ada keluarga yang bertanggung jawab, jadi silahkan telpon suaminya untuk bertanggung jawab pada istrinya."

"Tadi anda lihat foto pasien bukan? Kami membuat itu sebagai persiapan memposting di sosial media untuk mencari keluarganya, jika sampai pagi dia belum siuman dan tidak ada yang mencarinya."

"Jadi anda sekarang bisa pikirkan kondisi kami jika melepaskan anda tanpa jaminan apa pun dan pasien sendiri belum ada datanya di rumah sakit ini." Dr Kirana tetap mempertahankan sikapnya sebagai dokter yang bertanggung jawab di ruang UGD.

Dengan berat hati pria kekar itu mengeluarkan ponsel dari saku untuk menghubungi bossnya. Sebab dia melihat security berdiri siaga di dekatnya. Sedangkan dr Kirana diam menunggu apa yang akan dia lakukan.

"Berapa biaya yang harus dibayar, Dok?" Akhirnya pria kekar itu menyerah dan bertanya tentang biaya perawatan Winda sebelum menghubungi bossnya.

"Sebentar..." Dr Kirana memanggil perawat Keni yang baru kembali ke ruang jaga para perawat dan sedang melihat ke arah mereka, dengan melambaikan tangan.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

Terpopuler

Comments

☠ႦαRAkudA

☠ႦαRAkudA

cerdas sekali kau dokter..

2024-09-06

1

💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒

💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒

Nah benar apa yang dilakukan oleh dokter, video bisa menjadi bukti yg diperlukan kelak.

2024-05-27

1

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦🐝⃞⃟⃝𝕾𝕳ɳҽ𝐀⃝🥀ˢ⍣⃟ₛ♉

semoga eni ilang hanya akal2an dokter aja

2024-05-27

1

lihat semua
Episodes
1 01. Menghapus Jejak (MJ)
2 Bab 02. MJ
3 Bab 03. MJ
4 Bab 04. MJ
5 Bab 05. MJ
6 Bab 06. MJ
7 Bab 07. MJ
8 Bab 08. MJ
9 Bab 09. MJ
10 Bab 10. MJ
11 Bab 11. MJ
12 Ban 12. MJ
13 Bab 13. MJ
14 Bab 14. MJ
15 Bab 15. MJ
16 Bab 16. MJ
17 Bab 17. MJ
18 Bab 18. MJ
19 Bab 19. MJ
20 Bab 20. MJ
21 Bab 21. MJ
22 Bab 22. MJ
23 Bab 23. MJ
24 Bab 24. MJ
25 Bab 25. MJ
26 Bab 26. MJ
27 Bab 27. MJ
28 Bab 28. MJ
29 29. MJ 29.
30 Bab 30. MJ
31 Ban 31. Keluarga Mathias.
32 Bab 32. Keluarga Mathias 2.
33 Bab 33. Keluarga Mathias 3.
34 Bab 34. Keluarga Mathias
35 Bab 35. MJ
36 Bab 36. MJ
37 Bab 37. MJ
38 Bab 38. MJ
39 Bab 39. MJ
40 Bab 40. MJ
41 Bab 41. MJ
42 Bab 42. MJ
43 Bab 43. MJ
44 Bab 44. MJ
45 Bab 45. MJ
46 Bab 46. MJ
47 Bab 47. MJ
48 Bab 48. MJ
49 Bab 49. MJ
50 Bab 50. MJ
51 Bab 51. MJ
52 Bab 52. MJ
53 Bab 53. MJ
54 Bab 54. MJ
55 Bab 55. MJ
56 Bab 56. MJ
57 Bab 57. MJ
58 Bab 58. MJ
59 Bab 59. MJ
60 Bab 60. MJ
61 Bab 61. MJ
62 Bab 62. MJ
63 Ban 63. MJ
64 Bab 64. MJ
65 Bab 65. MJ
66 Bab 66. MJ
67 Ban 67. Keluarga Emily
68 Bab 68. Keluarga Emily
69 Bab 69. Keluarga Emily
70 Bab 70. MJ
71 Bab 71. MJ
72 Bab 72. MJ
73 Bab 73. MJ
74 Bab 74. MJ
75 Bab 75. MJ
76 Bab 76. MJ
77 Bab 77. MJ
78 Bab 78. MJ
79 Bab 79. MJ
80 Bab 80. MJ 73.
81 Bab 81. MJ
82 Bab 82. MJ
83 Bab 83. MJ
84 Bab 84. MJ
85 Bab 85. MJ
86 Bab 86. MJ
87 Bab 87. MJ
88 Ban 88. MJ
89 Bab 89. MJ
90 Bab 90. MJ
91 Bab 91. MJ
92 Bab 92. MJ
93 Bab 93. MJ
94 Bab 94. MJ
95 Nab 95. MJ
96 Bab 96. MJ
97 Bab 97. Keluarga Mathias
98 Bab 98. Keluarga Mathias
99 Bab 99. MJ
100 Bab 100. MJ
101 Bab 101. MJ
102 Bab 102. MJ
103 Bab 103. MJ
104 Bab 104. MJ
105 Bab 105. MJ
106 Bab 106. MJ
107 Bab 107. MJ
108 Bab 108. MJ
109 Bab 109. MJ
110 Bab 110. MJ
111 Bab 111. MJ
112 Bab 112. MJ
113 Bab 113. MJ
114 Bab 114. MJ
115 Bab 115. MJ
116 Bab 116. MJ
117 Bab 117. Persidangan.
118 Bab 118. Persidangan
119 Bab 119. Persidangan
120 Bab 120. Persidangan
121 Bab 121. Persidangan
122 Bab 122. Persidangan
123 Bab 123. Persidangan
124 Bab 124. Persidangan
125 Ban 125. Persidangan
126 Bab 126. Persidangan
127 Bab 127. Persidangan
128 Bab 128. Persidangan
129 Bab 129. Persidangann
130 Bab 130. Persidangan
131 Bab 131. Persidangan
132 Bab 132. Persidangan
133 Bab 133. Persidangan
134 Bab 134. Persidangan
135 Bab 135. Persidangan
136 Bab 136. Persidangan
137 Bab 137. Persidangan
138 Bab 138. Persidangan
139 Bab 139. Persidangan
140 Bab 140. Persidangan
141 Bab 141. Persidangan
142 Bab 142. Persidangan
143 Bab 143. Persidangan
144 Bab 144. Persidangan
145 Bab 145. Persidangan
146 Bab 146. Persidangan
147 Bab 147. Persidangan
148 Bab 148. Persidangan Akhir
149 Bab 149. Persidangan Akhir
150 Bab 150. Persidangan Akhir
151 Bab 151. Persidangan Akhir
152 Bab 152. Persidangan Akhir
153 Bab 153. Persidangan Akhir
154 Bab 154. Persidangan Akhir
155 Ban 155. Persidangan Akhir
156 Bab 156. Persidangan Akhir
157 Bab 157. Persidangan Akhir
158 Bab 158. Akhir
159 ︎Ekstra Part ︎
Episodes

Updated 159 Episodes

1
01. Menghapus Jejak (MJ)
2
Bab 02. MJ
3
Bab 03. MJ
4
Bab 04. MJ
5
Bab 05. MJ
6
Bab 06. MJ
7
Bab 07. MJ
8
Bab 08. MJ
9
Bab 09. MJ
10
Bab 10. MJ
11
Bab 11. MJ
12
Ban 12. MJ
13
Bab 13. MJ
14
Bab 14. MJ
15
Bab 15. MJ
16
Bab 16. MJ
17
Bab 17. MJ
18
Bab 18. MJ
19
Bab 19. MJ
20
Bab 20. MJ
21
Bab 21. MJ
22
Bab 22. MJ
23
Bab 23. MJ
24
Bab 24. MJ
25
Bab 25. MJ
26
Bab 26. MJ
27
Bab 27. MJ
28
Bab 28. MJ
29
29. MJ 29.
30
Bab 30. MJ
31
Ban 31. Keluarga Mathias.
32
Bab 32. Keluarga Mathias 2.
33
Bab 33. Keluarga Mathias 3.
34
Bab 34. Keluarga Mathias
35
Bab 35. MJ
36
Bab 36. MJ
37
Bab 37. MJ
38
Bab 38. MJ
39
Bab 39. MJ
40
Bab 40. MJ
41
Bab 41. MJ
42
Bab 42. MJ
43
Bab 43. MJ
44
Bab 44. MJ
45
Bab 45. MJ
46
Bab 46. MJ
47
Bab 47. MJ
48
Bab 48. MJ
49
Bab 49. MJ
50
Bab 50. MJ
51
Bab 51. MJ
52
Bab 52. MJ
53
Bab 53. MJ
54
Bab 54. MJ
55
Bab 55. MJ
56
Bab 56. MJ
57
Bab 57. MJ
58
Bab 58. MJ
59
Bab 59. MJ
60
Bab 60. MJ
61
Bab 61. MJ
62
Bab 62. MJ
63
Ban 63. MJ
64
Bab 64. MJ
65
Bab 65. MJ
66
Bab 66. MJ
67
Ban 67. Keluarga Emily
68
Bab 68. Keluarga Emily
69
Bab 69. Keluarga Emily
70
Bab 70. MJ
71
Bab 71. MJ
72
Bab 72. MJ
73
Bab 73. MJ
74
Bab 74. MJ
75
Bab 75. MJ
76
Bab 76. MJ
77
Bab 77. MJ
78
Bab 78. MJ
79
Bab 79. MJ
80
Bab 80. MJ 73.
81
Bab 81. MJ
82
Bab 82. MJ
83
Bab 83. MJ
84
Bab 84. MJ
85
Bab 85. MJ
86
Bab 86. MJ
87
Bab 87. MJ
88
Ban 88. MJ
89
Bab 89. MJ
90
Bab 90. MJ
91
Bab 91. MJ
92
Bab 92. MJ
93
Bab 93. MJ
94
Bab 94. MJ
95
Nab 95. MJ
96
Bab 96. MJ
97
Bab 97. Keluarga Mathias
98
Bab 98. Keluarga Mathias
99
Bab 99. MJ
100
Bab 100. MJ
101
Bab 101. MJ
102
Bab 102. MJ
103
Bab 103. MJ
104
Bab 104. MJ
105
Bab 105. MJ
106
Bab 106. MJ
107
Bab 107. MJ
108
Bab 108. MJ
109
Bab 109. MJ
110
Bab 110. MJ
111
Bab 111. MJ
112
Bab 112. MJ
113
Bab 113. MJ
114
Bab 114. MJ
115
Bab 115. MJ
116
Bab 116. MJ
117
Bab 117. Persidangan.
118
Bab 118. Persidangan
119
Bab 119. Persidangan
120
Bab 120. Persidangan
121
Bab 121. Persidangan
122
Bab 122. Persidangan
123
Bab 123. Persidangan
124
Bab 124. Persidangan
125
Ban 125. Persidangan
126
Bab 126. Persidangan
127
Bab 127. Persidangan
128
Bab 128. Persidangan
129
Bab 129. Persidangann
130
Bab 130. Persidangan
131
Bab 131. Persidangan
132
Bab 132. Persidangan
133
Bab 133. Persidangan
134
Bab 134. Persidangan
135
Bab 135. Persidangan
136
Bab 136. Persidangan
137
Bab 137. Persidangan
138
Bab 138. Persidangan
139
Bab 139. Persidangan
140
Bab 140. Persidangan
141
Bab 141. Persidangan
142
Bab 142. Persidangan
143
Bab 143. Persidangan
144
Bab 144. Persidangan
145
Bab 145. Persidangan
146
Bab 146. Persidangan
147
Bab 147. Persidangan
148
Bab 148. Persidangan Akhir
149
Bab 149. Persidangan Akhir
150
Bab 150. Persidangan Akhir
151
Bab 151. Persidangan Akhir
152
Bab 152. Persidangan Akhir
153
Bab 153. Persidangan Akhir
154
Bab 154. Persidangan Akhir
155
Ban 155. Persidangan Akhir
156
Bab 156. Persidangan Akhir
157
Bab 157. Persidangan Akhir
158
Bab 158. Akhir
159
︎Ekstra Part ︎

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!