Bab 04. MJ

...~•Happy Reading•~...

Perawat Keni merespon panggilan dr Kirana dengan berjalan cepat, tapi sambil berpikir. 'Apa rencana dr Kirana gagal?' Perawat Keni membatin, karena melihat dr Kirana memanggilnya dengan wajah serius. "Yaa, Dok." Ucap perawat Keni saat sudah di dekat dr Kirana.

"Tolong siapin rincian biaya perawatan pasien yang dirawat di ranjang ini. Pria ini mau membayar biaya perawatannya selama dirawat di UGD." Dr Kirana berkata dengan cepat dan menekankan kata UGD, agar perawat Keni bisa mengerti. Hanya biaya perawatan Enni di UGD yang akan ditagih.

"Baik, Dok, segera." Perawat Keni mengerti maksud dr Kirana, lalu berjalan cepat kembali ke ruang jaga perawat. Walau belum mengerti kenapa dr Kirana meminta itu, dia segera lakukan, tanpa bertanya lagi.

Sambil menunggu perawat Keni kembali dengan rincian biaya perawatan Enni, pria kekar menghubungi bossnya untuk melapor apa yang sedang terjadi di UGD dan juga keberadaan Enni yang kabur dari rumah sakit.

Mendengar penjelasan anak buahnya, Barry jadi emosi dan sangat marah. Dia membentak dan memarahinya dengan suara yang keras. Sehingga pria kekar itu agak menjauh dari dr Kirana dan security, agar ucapan kasar Barry padanya tidak didengar oleh mereka.

Dia khawatir, dr Kirana atau security mendengar ucapan bossnya, sehingga jadi curiga dan mengaitkan dengan luka-luka Enni. Mungkin mereka akan berpikir bossnya sudah lakukan KDRT dan melapor pada pihak yang berwajib.

"Sebutkan angkanya ke sini dan lekas cari dia." Perintah Barry dengan kasar dan marah. Sebab dia sendiri sedang merasa sakit, akibat apa yang dilakukan Enni padanya.

Tanpa diketahui oleh asistennya, Barry sedang berada di apartemen bersama dokter pribadi. Barry meminta dokter pribadi datang memeriksa kondisi alat kelaminnya di apartemen. Dia tidak mau pergi periksa di rumah sakit, karena malu dengan apa yang akan dia periksakan.

Oleh sebab itu, dia menghubungi dokter pribadi untuk datang ke apartemen, agar memeriksa dan mengobatinya. Sekalian bisa memantau proses pencarian Enni. Dia khawatir Enni ditemukan oleh orang lain, sebab dia tahu ada banyak luka di tubuh Enni yang belum sembuh.

"Siap boss, ini jumlahnya..." Pria kekar berkata cepat sambil mengambil kwitansi yang diberikan perawat Keni padanya.

"Pak, difoto saja kwitansinya, supaya sebagai bukti anda tidak berbohong. Juga itu bisa sekalian memberikan nomor rekening rumah sakit ini." Dr Kirana memberikan saran kepada pria kekar, agar persoalan bisa cepat selesai.

Walau pria kekar itu menghindar dari mereka, dr Kirana sempat mendengar suara bentakan orang yang bicara dengannya di ujung telpon. Dia tahu, pria kekar itu sedang dimarahi bossnya. Sehingga dr Kirana mempermudah urusan, agar bisa lekas selesai.

Pria kekar mengangguk, lalu melakukan saran dr Kirana. Setelah semua bukti pembayaran difoto, dia segera kirim kepada Barry yang sedang menunggu dengan tidak sabar. Emosi Barry makin meningkat, sebab mengetahui Enni telah kabur lagi dari rumah sakit.

Tidak lama kemudian, pria kekar itu menunjukan layar ponselnya kepada perawat Keni, bahwa boss nya sudah membayar semua biaya perawatan Enni yang tercantum di kwitansi.

"Ken, tolong berikan nomor telponmu buat bpk ini, agar beliau bisa kirim bukti pembayarannya. Supaya buktinya bisa dilampirkan pada copy kwitansi pembayaran." Dr Kirana berkata serius, membuat Keni segera memberikan nomor telponnya kepada pria kekar tanpa bertanya lagi.

"Sudah, Dok." Perawat Keni berkata cepat, setelah memberikan nomor ponselnya kepada pria kekar. Kemudian bukti pembayaran dikirim padanya.

"Silahkan tanda tangan di sini, Pak." Perawat Keni tanda tangan dan cap, lalu berikan kepada pria kekar untuk tanda tangan. Kemudian dia mengambil yang diberikan untuknya, lalu segera berjalan cepat keluar dari UGD.

"Pak, tolong melapor kepada saya, jika melihat pria tadi datang lagi ke sini. Jangan biarkan dia memeriksa atau meminta keterangan dari perawat atau pasien tentang pasien yang dirawat di sini." Dr Kirana berkata tegas kepada security, lalu mengambil selembar copy kwitansi dari tangan perawat Keni.

"Nanti kau jelaskan ini kepada bendahara. Ooh iya, tolong kirim bukti transfer tadi ke saya juga." Dr Kirana berkata serius, sambil memasukan salah satu lembar bukti pembayaran ke saku jas dokter.

Perawat Keni mengangguk, lalu mengotak-atik ponselnya. "Itu, sudah, Dok." Ucap perawat Keni, setelah mengirim apa yang diminta dr Kirana.

"Bagaimana kondisi pasien yang kau antar tadi. Apa sudah bangun?" Tanya dr Kirana setelah security meninggalkan mereka berdua.

"Sampai saya tinggalkan ruangan, belum, Dok." Jawab perawat Keni.

"Kalau begitu, kau rapikan ranjang ini untuk pasien lain." Dr Kirana berkata sambil menunjuk ranjang bekas Enni dirawat, lalu berjalan cepat ke tempat jaga para perawat.

Saat sedang siap-siap untuk pergantian jaga, sayup-sayup terdengar bunyi sirine ambulance menuju rumah sakit. Dr Kirana segera menghubungi suster Lisa untuk kembali ke UGD meninggalkan Enni di ruangan perawatan mawar.

Bagi dr Kirana, yang penting pria kekar itu sudah pergi dari rumah sakit dan tidak ada yang tahu Enni dirawat di ruangan mawar.

Setelah ambulance tiba di rumah sakit, dr Kirana dan para perawat yang sudah berkumpul di UGD disibukkan dengan beberapa pasien yang mengalami kecelakaan lalu lintas.

Dr Kirana terus menangani pasien sampai lewat waktu tugas jaga. "Sudah, dr Kiran, silahkan istirahat. Thanks sudah bantu kami." Dokter yang sudah waktunya bertugas menggantikan dr Kirana, sangat berterima kasih, telah dibantu oleh dr Kirana menangani pasien akibat kecelakaan beruntun.

"Ok, thanks. Aku mau istirahat, jadi jangan ada yang hubungi aku, sampai nanti malam, ya. Aku ngga bisa istirahat dengan mulus dari malam." Ucap dr Kirana sambil tersenyum melihat rekan dokternya yang hampir tertawa melihatnya.

"Selamat bertugas..." Ucap dr Kirana sambil menepuk pundak rekan dokternya. Kemudian dia keluar dari ruangan jaga perawat, lalu berjalan cepat ke ruangannya untuk menyimpan jas dokter dan perlengkapan dokter lainnya.

Tidak lama kemudian, dr Kirana berjalan ke lift, menuju ruangan mawar untuk memeriksa kondisi Enni.

"Selamat pagi." Sapa dr Kirana saat melihat Enni sudah bangun, tapi masih kebingungan melihat ruangan dia dirawat.

"Selamat pagi, dokter." Jawab Enni pelan dan sangat lemah. Dia berusaha bangun untuk duduk, dan mau menopang tubuhnya dengan tangan. Namun dia meringis kesakitan.

"Berbaring saja. Agar kau bisa lekas sembuh." Ucap dr Kirana sambil mengangkat tangannya, melarang Enni untuk bangun dan duduk.

"Nanti setelah saya periksa, bisa bangun duduk, kalau sudah lebih baik." Ucap dr Kirana sambil mengeluarkan perlengkapan medis dan ponsel dari tas yang dibawanya, lalu menghubungi perawat.

"Apa yang kau rasakan sekarang?" Tanya dr Kirana sambil memeriksa detak jantung dan pernafasan Enni. Kemudian memeriksa semua luka lecet dan goresan yang tidak diperban dengan teliti.

"Sudah lebih baik, dokter. Tapi saya merasa lapar." Enni berkata pelan, ragu dan malu, sambil melihat dr Kirana. Dia tidak tahan untuk mengatakan itu, sebab dia sudah sangat lapar. Sikap dan cara dr Kirana memperlakukan dia, membuat Enni berani mengatakan apa yang dia rasakan kepada dr Kirana.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~●○¤○●~...

Terpopuler

Comments

Gendhis

Gendhis

yuhhhhh🙈🙈🙈🙈 berfungsi lagi gak tuh joni nyaa 🤣🤣🤣

2024-12-26

1

☠ႦαRAkudA

☠ႦαRAkudA

semoga hari pembalasan buat si durjana segera tiba

2024-09-06

2

💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒

💋ᴰᵉᵈᵉรωεεƭყˡᵉⁿ🤎•§¢•🦢🍒

Dihhh.... Semoga itu Otong cidera parah lah sama kaya enni rasakan 🤭🤭🤭

2024-05-27

1

lihat semua
Episodes
1 01. Menghapus Jejak (MJ)
2 Bab 02. MJ
3 Bab 03. MJ
4 Bab 04. MJ
5 Bab 05. MJ
6 Bab 06. MJ
7 Bab 07. MJ
8 Bab 08. MJ
9 Bab 09. MJ
10 Bab 10. MJ
11 Bab 11. MJ
12 Ban 12. MJ
13 Bab 13. MJ
14 Bab 14. MJ
15 Bab 15. MJ
16 Bab 16. MJ
17 Bab 17. MJ
18 Bab 18. MJ
19 Bab 19. MJ
20 Bab 20. MJ
21 Bab 21. MJ
22 Bab 22. MJ
23 Bab 23. MJ
24 Bab 24. MJ
25 Bab 25. MJ
26 Bab 26. MJ
27 Bab 27. MJ
28 Bab 28. MJ
29 29. MJ 29.
30 Bab 30. MJ
31 Ban 31. Keluarga Mathias.
32 Bab 32. Keluarga Mathias 2.
33 Bab 33. Keluarga Mathias 3.
34 Bab 34. Keluarga Mathias
35 Bab 35. MJ
36 Bab 36. MJ
37 Bab 37. MJ
38 Bab 38. MJ
39 Bab 39. MJ
40 Bab 40. MJ
41 Bab 41. MJ
42 Bab 42. MJ
43 Bab 43. MJ
44 Bab 44. MJ
45 Bab 45. MJ
46 Bab 46. MJ
47 Bab 47. MJ
48 Bab 48. MJ
49 Bab 49. MJ
50 Bab 50. MJ
51 Bab 51. MJ
52 Bab 52. MJ
53 Bab 53. MJ
54 Bab 54. MJ
55 Bab 55. MJ
56 Bab 56. MJ
57 Bab 57. MJ
58 Bab 58. MJ
59 Bab 59. MJ
60 Bab 60. MJ
61 Bab 61. MJ
62 Bab 62. MJ
63 Ban 63. MJ
64 Bab 64. MJ
65 Bab 65. MJ
66 Bab 66. MJ
67 Ban 67. Keluarga Emily
68 Bab 68. Keluarga Emily
69 Bab 69. Keluarga Emily
70 Bab 70. MJ
71 Bab 71. MJ
72 Bab 72. MJ
73 Bab 73. MJ
74 Bab 74. MJ
75 Bab 75. MJ
76 Bab 76. MJ
77 Bab 77. MJ
78 Bab 78. MJ
79 Bab 79. MJ
80 Bab 80. MJ 73.
81 Bab 81. MJ
82 Bab 82. MJ
83 Bab 83. MJ
84 Bab 84. MJ
85 Bab 85. MJ
86 Bab 86. MJ
87 Bab 87. MJ
88 Ban 88. MJ
89 Bab 89. MJ
90 Bab 90. MJ
91 Bab 91. MJ
92 Bab 92. MJ
93 Bab 93. MJ
94 Bab 94. MJ
95 Nab 95. MJ
96 Bab 96. MJ
97 Bab 97. Keluarga Mathias
98 Bab 98. Keluarga Mathias
99 Bab 99. MJ
100 Bab 100. MJ
101 Bab 101. MJ
102 Bab 102. MJ
103 Bab 103. MJ
104 Bab 104. MJ
105 Bab 105. MJ
106 Bab 106. MJ
107 Bab 107. MJ
108 Bab 108. MJ
109 Bab 109. MJ
110 Bab 110. MJ
111 Bab 111. MJ
112 Bab 112. MJ
113 Bab 113. MJ
114 Bab 114. MJ
115 Bab 115. MJ
116 Bab 116. MJ
117 Bab 117. Persidangan.
118 Bab 118. Persidangan
119 Bab 119. Persidangan
120 Bab 120. Persidangan
121 Bab 121. Persidangan
122 Bab 122. Persidangan
123 Bab 123. Persidangan
124 Bab 124. Persidangan
125 Ban 125. Persidangan
126 Bab 126. Persidangan
127 Bab 127. Persidangan
128 Bab 128. Persidangan
129 Bab 129. Persidangann
130 Bab 130. Persidangan
131 Bab 131. Persidangan
132 Bab 132. Persidangan
133 Bab 133. Persidangan
134 Bab 134. Persidangan
135 Bab 135. Persidangan
136 Bab 136. Persidangan
137 Bab 137. Persidangan
138 Bab 138. Persidangan
139 Bab 139. Persidangan
140 Bab 140. Persidangan
141 Bab 141. Persidangan
142 Bab 142. Persidangan
143 Bab 143. Persidangan
144 Bab 144. Persidangan
145 Bab 145. Persidangan
146 Bab 146. Persidangan
147 Bab 147. Persidangan
148 Bab 148. Persidangan Akhir
149 Bab 149. Persidangan Akhir
150 Bab 150. Persidangan Akhir
151 Bab 151. Persidangan Akhir
152 Bab 152. Persidangan Akhir
153 Bab 153. Persidangan Akhir
154 Bab 154. Persidangan Akhir
155 Ban 155. Persidangan Akhir
156 Bab 156. Persidangan Akhir
157 Bab 157. Persidangan Akhir
158 Bab 158. Akhir
159 ︎Ekstra Part ︎
Episodes

Updated 159 Episodes

1
01. Menghapus Jejak (MJ)
2
Bab 02. MJ
3
Bab 03. MJ
4
Bab 04. MJ
5
Bab 05. MJ
6
Bab 06. MJ
7
Bab 07. MJ
8
Bab 08. MJ
9
Bab 09. MJ
10
Bab 10. MJ
11
Bab 11. MJ
12
Ban 12. MJ
13
Bab 13. MJ
14
Bab 14. MJ
15
Bab 15. MJ
16
Bab 16. MJ
17
Bab 17. MJ
18
Bab 18. MJ
19
Bab 19. MJ
20
Bab 20. MJ
21
Bab 21. MJ
22
Bab 22. MJ
23
Bab 23. MJ
24
Bab 24. MJ
25
Bab 25. MJ
26
Bab 26. MJ
27
Bab 27. MJ
28
Bab 28. MJ
29
29. MJ 29.
30
Bab 30. MJ
31
Ban 31. Keluarga Mathias.
32
Bab 32. Keluarga Mathias 2.
33
Bab 33. Keluarga Mathias 3.
34
Bab 34. Keluarga Mathias
35
Bab 35. MJ
36
Bab 36. MJ
37
Bab 37. MJ
38
Bab 38. MJ
39
Bab 39. MJ
40
Bab 40. MJ
41
Bab 41. MJ
42
Bab 42. MJ
43
Bab 43. MJ
44
Bab 44. MJ
45
Bab 45. MJ
46
Bab 46. MJ
47
Bab 47. MJ
48
Bab 48. MJ
49
Bab 49. MJ
50
Bab 50. MJ
51
Bab 51. MJ
52
Bab 52. MJ
53
Bab 53. MJ
54
Bab 54. MJ
55
Bab 55. MJ
56
Bab 56. MJ
57
Bab 57. MJ
58
Bab 58. MJ
59
Bab 59. MJ
60
Bab 60. MJ
61
Bab 61. MJ
62
Bab 62. MJ
63
Ban 63. MJ
64
Bab 64. MJ
65
Bab 65. MJ
66
Bab 66. MJ
67
Ban 67. Keluarga Emily
68
Bab 68. Keluarga Emily
69
Bab 69. Keluarga Emily
70
Bab 70. MJ
71
Bab 71. MJ
72
Bab 72. MJ
73
Bab 73. MJ
74
Bab 74. MJ
75
Bab 75. MJ
76
Bab 76. MJ
77
Bab 77. MJ
78
Bab 78. MJ
79
Bab 79. MJ
80
Bab 80. MJ 73.
81
Bab 81. MJ
82
Bab 82. MJ
83
Bab 83. MJ
84
Bab 84. MJ
85
Bab 85. MJ
86
Bab 86. MJ
87
Bab 87. MJ
88
Ban 88. MJ
89
Bab 89. MJ
90
Bab 90. MJ
91
Bab 91. MJ
92
Bab 92. MJ
93
Bab 93. MJ
94
Bab 94. MJ
95
Nab 95. MJ
96
Bab 96. MJ
97
Bab 97. Keluarga Mathias
98
Bab 98. Keluarga Mathias
99
Bab 99. MJ
100
Bab 100. MJ
101
Bab 101. MJ
102
Bab 102. MJ
103
Bab 103. MJ
104
Bab 104. MJ
105
Bab 105. MJ
106
Bab 106. MJ
107
Bab 107. MJ
108
Bab 108. MJ
109
Bab 109. MJ
110
Bab 110. MJ
111
Bab 111. MJ
112
Bab 112. MJ
113
Bab 113. MJ
114
Bab 114. MJ
115
Bab 115. MJ
116
Bab 116. MJ
117
Bab 117. Persidangan.
118
Bab 118. Persidangan
119
Bab 119. Persidangan
120
Bab 120. Persidangan
121
Bab 121. Persidangan
122
Bab 122. Persidangan
123
Bab 123. Persidangan
124
Bab 124. Persidangan
125
Ban 125. Persidangan
126
Bab 126. Persidangan
127
Bab 127. Persidangan
128
Bab 128. Persidangan
129
Bab 129. Persidangann
130
Bab 130. Persidangan
131
Bab 131. Persidangan
132
Bab 132. Persidangan
133
Bab 133. Persidangan
134
Bab 134. Persidangan
135
Bab 135. Persidangan
136
Bab 136. Persidangan
137
Bab 137. Persidangan
138
Bab 138. Persidangan
139
Bab 139. Persidangan
140
Bab 140. Persidangan
141
Bab 141. Persidangan
142
Bab 142. Persidangan
143
Bab 143. Persidangan
144
Bab 144. Persidangan
145
Bab 145. Persidangan
146
Bab 146. Persidangan
147
Bab 147. Persidangan
148
Bab 148. Persidangan Akhir
149
Bab 149. Persidangan Akhir
150
Bab 150. Persidangan Akhir
151
Bab 151. Persidangan Akhir
152
Bab 152. Persidangan Akhir
153
Bab 153. Persidangan Akhir
154
Bab 154. Persidangan Akhir
155
Ban 155. Persidangan Akhir
156
Bab 156. Persidangan Akhir
157
Bab 157. Persidangan Akhir
158
Bab 158. Akhir
159
︎Ekstra Part ︎

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!