Viviane terlonjak dari tidur. Ia terengah-engah dengan keringat sebesar biji jagung di keningnya. Barusan Viviane memimpikan sesuatu yang menyeramkan. Raja, Ratu dan Valentine tergantung di tiang-tiang tinggi dengan tali di leher mereka. Sesuatu di perutnya bergejolak tak mengenakan hingga membuatnya mual. Ia memilih menggapai segelas air putih di meja nakas, yang selalu disediakan pelayan di kamar.
Setelah segelas air mampu membuatnya tenang, Viviane mengernyit ke sekitar. Kamarnya lebih gelap dibandingkan sebelum ia tertidur. Jika tadi masih ada cahaya lampu yang masuk dari sela-sela pintu, kini hanya ada cahaya bulan yang menyelinap dari jendela. Tidak biasanya pelayan akan mematikan lampu di lorong.
Sebuah perasaan ganjil menelisik di punggungnya. Malam ini entah bagaimana terlalu sunyi. Viviane menarik tali bell yang ada di kamar. Biasanya akan ada pelayan yang datang meski tengah malam sekalipun. Akan tetapi hampir beberapa menit menunggu, tidak ada yang datang ke kamarnya meski tali bell di tarik berkali-kali.
Merasa ada yang tidak beres, Viviane turun dari ranjang mengambil busur yang disembunyikan di bawah tempat tidur, untuk berjaga-jaga jika sesuatu yang buruk terjadi.
“Sial,” gumamnya ketika menemukan hanya tersisa satu anak panah di kantong panah. Viviane menyesal tidak meminta Daisy menambahkannya kemarin. Bagaimanapun, saat ini ia harus menghemat anak panahnya untuk sesuatu yang benar-benar darurat.
Daun pintu kamar Viviane terbuka secara perlahan, menghasilkan bunyi melengking yang memenuhi lorong sepi. Sinar bulan yang lumayan terang tertumpah di jendela-jendela mozaik, sedikit membantu Viviane untuk melihat keadaan sekitar.
Sensasi dingin menyerang telapak kakinya ketika menginjak marmer di lorong. Gadis itu tidak sempat berpikir untuk memakai alas kaki, bahkan saat ini ia hanya menggunakan baju tidur berbahan kamisol.
Tidak peduli dengan penampilannya, Viviane pergi menembus kegelapan dengan langkah waspada. Akan tetapi situasi paviliun yan…
Mencuri Ciuman Princess Viviane
Tatapan terakhir
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments
ini juga
2024-02-02
0
ubah tanda baca
2024-02-02
0