Viviane lari dari Grey, tubuhnya gemetar dan nafasnya mulai sesak. Berlari melewati lorong lalu menuruni tangga dengan cepat, tak peduli dengan rasa nyeri di kakinya yang semakin menusuk.
Gadis itu hanya ingin menjauh dari pria bermata biru yang sudah memprovokasi dirinya hingga membuat perasaan-perasaan aneh menelusup di dadanya. Ia sangat takut, takut jika perasaan-perasaan itu akan menjelma seperti apa yang pernah ia rasakan pada cinta pertamanya dulu, yang kini tersimpan di sudut hati terdalamnya. Cinta pertamanya, Nicholas.
Daisy melihat nona nya berlari menuruni tangga. Bahkan ia tak sempat menyapa sang nona, karena gadis itu berlari dengan cepat keluar mansion. Alisnya berkerut, apa yang membuat nonanya begitu terburu-buru.
Napas saling mengejar dengan detak jantungnya. Uap putih dari mulut mengepul dengan cepat ketika ia terengah-engah di tengah cuaca dingin di penghujung winter. Viviane mengatur nafasnya. Menghilangkan pikiran-pikiran tentang Grey sejenak. Kini matanya beralih perhatian ke surat di tangannya. Surat yang berisi kabar dari Bellerian.
Gadis itu menarik nafas berkali-kali untuk menenangkan sekaligus menguatkan diri, sebelum kemudian merobek amplop untuk melihat isinya. Perlahan tapi pasti binar cerah di mata sang gadis, berubah kelabu.
“Nona, sedang apa? Kenapa berdiri di luar? Cuaca sangat dingin, Nona,” tegur Daisy yang muncul menyusul Viviane. Sementara orang yang ditegur tidak merespon sama sekali, sang pelayan setia memanggil kembali.
“Nona!” bersamaan dengan itu Viviane jatuh terduduk di tanah.
Daisy terbelalak melihatnya, dengan cepat menghampiri sang putri yang ternyata sudah dibanjiri air mata.
Gadis itu tidak berpaling pada Daisy. Matanya bergetar seiring dengan isakan demi isakan keluar dari mulutnya. Apa yang sudah diperkirakannya selama ini ternyata benar-benar menjadi kenyataan.
“Nona, apa yang terjadi?” panik Daisy sesaat sebelum matanya tertuju pada kertas di genggaman Viviane yang melemah.
...----------------...
Salam horm…
Mencuri Ciuman Princess Viviane
Kumohon Jangan
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments