Viviane saat ini tengah berada di ruang baca mansion Armond. Matanya sedari tadi terarah ke sebuah lukisan yang cukup mencolok untuk diabaikan. Menampilkan wajah seorang pria muda berumur sekitar dua puluhan. Berdiri dengan badan tegap dan mata biru yang intimidatif. Setiap kali Viviane melihat lukisan itu, entah mengapa Viviane dapat merasakan aura suram dan bengis. Padahal wajah pria itu bisa terbilang tampan.
“Itu adalah Tuan Grey, Nona,” interupsi seorang wanita tua yang merupakan kepala pengurus rumah.
“Ah, Nyonya Widson,” sapa Viviane, dengan nada yang sopan.
“Beliau adalah kepala keluarga saat ini, menggantikan mendiang sang Count Armond sebelumnya,” kata wanita itu, berdiri bersebelahan dengan Viviane.
“Tapi, aku tidak pernah bertemu dengannya sekalipun, Apakah dia tidak tinggal di sini?” tanya Viviane penasaran.
“Tuan Grey memang selalu bepergian untuk berbisnis demi mempertahankan keluarga yang nyaris bangkrut. Terlebih semenjak Nyonya Carlita mengalami gangguan kesehatan mental. Tuan Grey mengurus semuanya sendiri,” jawab nyonya Widson ikut memperhatikan lukisan itu.
Viviane memang pernah mendengar rumor tentang kegilaan yang dialami Carlita de Armond dari pekerja rumah ini yang bisa dihitung jari. Ada masa Carlita akan mengamuk seperti orang gila ketika penyakitnya kambuh, bahkan sampai menyakiti para pelayan. Oleh sebab itu, tidak ada pelayan yang betah bekerja di mansion dan kini hanya menyisakan 3 orang yang masih setia. Pertama adalah Nyonya Widson yang bertugas mengurusi rumah, satu orang juru masak, kemudian satu orang tukang kebun. Pantas saja saat datang ke tempat ini, mansion nampak tidak terurus dengan benar.
“Apakah Bibi Carlita tidak diobati?”
“Tentu saja kami sudah melakukan itu, Nona. Tapi saat ini masih sulit menemukan obat yang benar-benar ampuh untuk nyonya Carlita.”
“Pasti, Tuan Grey benar-benar sedih,” gumam Viviane bersimpati.
Nyonya Widson yang telah melayani keluarga Armond selama bertahun-tahun menaikan satu alisnya menatap gadis…
Mencuri Ciuman Princess Viviane
Biru
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 50 Episodes
Comments