Setelah kembali dari ruang bawah tanah, Lea merasa sangat pusing. Tiba-tiba saja dalam kepalanya, terlintas wajah George. Saat itu air mata Lea tidak terasa menetes.
"George," lirihnya pelan.
Seorang pelayan baru turun dan melihat Lea yang duduk terpapar di lantai.
"Nona, apa kau baik-baik saja?" tanya pelayan itu.
"Tolong bantu aku ke kamar, Bi."
"Pelan-pelan, Nona."
Sekitar jam 2 siang, ketiga gadis pulang karena sudah tidak ada lagi pekerjaan di perusahaan. Tiba di rumah, pelayan memberitahu keadaan Lea. Semua terlihat panik dan berlari ke kamarnya.
"Lea, apa kau tidak apa-apa?" tanya Jaane.
Lea mengambil cincin pemberian dari George dan jepit rambut miliknya.
"Apa kalian tahu ini dari siapa?" tanya Lea mencoba menahan tangis.
Ketiga gadis itu saling menatap. Tidak satupun dari mereka yang mampu untuk menjawabnya.
"Kenapa diam saja? Jawab aku!" bentak Lea pada ketiga sahabatnya.
Jaane sangat takut melihat Lea semarah itu.
"Itu cincin pemberian George. Malam itu, dia berniat untuk melamar mu." ucap Jasmine.
"Kenapa kau tidak langsung mengatakan kebenarannya saat aku bangun dari koma?" tanya Lea. "Hari itu juga kau diam saat aku bertanya tentang cincin ini."
"Aku tidak mengatakannya karena dokter bilang kau mengalami amnesia ringan. Jika aku memaksamu untuk mengingat semuanya, akan terjadi hal buruk padamu." jawab Jasmine.
"Lalu, apa yang terjadi pada George setelah itu?" tanya Lea.
"Jihan membawanya ke atas gedung, lalu menembaknya." jawab Jasmine.
Mendengar hal itu, hati Lea semakin sakit.
"Apa hanya Jihan yang terlibat dalam hal ini?"
"Tidak."
Lea memaksa Jasmine untuk menceritakan semuanya. Dia ingin mendapat ingatan itu kembali. Lea terlihat sangat kesakitan. Jaane tidak bisa berbuat apapun. Dia memohon pada Jasmine untuk tidak bicara lagi. Jaane tidak bisa melihat Lea kesakitan. Lea mencoba mengingat kembali kejadian malam itu. Dia ingat jika Bara mencoba untuk melecehkannya.
"Apa ada orang lain yang terlibat?" tanya Lea sambil memegangi kep…
A MISSILE BOMB!
INGATAN LEA AKAN GEORGE
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments