Pagi itu, ketiga gadis sudah datang di kantor polisi. Mereka menemui Nam Seon untuk memberikan kesaksian tentang penculikannya kemarin. Nam Seon membawa ketiga gadis ke ruangannya. Di satu sisi, Brandon dan Ji-Hoon sudah tiba di kantor. Tae terkejut melihat kedatangan mereka bersama dengan Lea.
"Bawa dia ke ruang interogasi!" ucap Brandon pada salah satu anggota polisi.
"Dimana Nam Seon?"
"Dia ada di ruangannya, ketua. Apa aku perlu memanggilnya?"
"Tidak perlu! Kau saja yang menginterogasi gadis itu," ucap Brandon pada Tae.
"Baik, ketua."
Tae masuk ke ruang interogasi. Dia terlihat sangat senang menerima tugas itu.
"Kenapa harus kau yang menginterogasi ku?" tanya Lea.
"Kenapa? Apa kau tidak senang?"
"Membosankan sekali!"
Tae melihat wajah Lea yang terus cemberut. Dia mengeluarkan permen karet dan membaginya pada Lea. "Makanlah permen karet ini, kau menyukainya bukan?" Saat Lea akan mengambil permen karet itu, dengan sengaja Tae mengambilnya kembali.
"Apa kau sedang bermain-main denganku?" tanya Lea terlihat kesal.
"Ini, makanlah!" Tae menyuapi permen karet itu pada Lea.
"Tidak perlu! Aku bisa memakannya sendiri." ucap Lea.
Tae memaksa Lea untuk membuka mulutnya. Dia mulai mengunyah permen karet itu. "Susah sekali tinggal membuka mulutmu saja," ucap Tae.
Tidak lama Ji-Hoon datang dengan membawa daftar pertanyaan yang harus Tae tanyakan pada Lea. Saat dilihat jika semua pertanyaan itu tidak perlu lagi ditanyakan pada Lea karena Tae sudah tahu semua kebenarannya. Tae menatap Lea lama.
"Kenapa kau terus menatapku?" tanya Lea. "Cepat interogasi aku!"
"Matamu terlihat sangat indah. Biarkan aku memandang mu lebih lama lagi," ucap Tae.
"Ini bukan saatnya bercanda. Kau diberi tugas untuk menginterogasiku," ucap Lea.
"Itu benar. Tapi sepertinya aku tidak perlu repot-repot lagi menginterogasi mu karena kau sendiri yang sudah memberitahu semua kebenarannya kemarin siang di kampus." ucap Tae.
"Kalau begitu cepat keluarkan aku dari ruangan ini," pinta Lea.
"Tunggu sebentar lagi…
A MISSILE BOMB!
JIHAN DI TAHAN KARENA TERBUKTI BERSALAH
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 84 Episodes
Comments