empat orang gadis turun dari mobil yg berhenti di depan sebuah kantor yg besar, mereka berjalan masuk dengan langkah yg tergesa gesa memasuki sebuah ruangan yg terlihat cukup mewah, ketika mereka masuk mereka mendapatu seorang wanita yg sedang memberes kan dokumen
"di mana ketua? " tanya hana dingin
"untuk apa kau mencari nya" jawab wanita itu dengan dingin juga
"kami ingin membicara kan sesuatu dengan nya" sela hye
"ketua sedang sibuk mencari tuan muda yg du culik, karna gagal melaku kan misi nya" jawab wanita itu
"lalu du mana dia sekarang" tanya nara dengan menaikan sedikit inti nasi suaranya
"dia sedang berada di ruang rahasia" jawab wanita itu tenang
"buka ruangan itu kami ingin masuk" ucap sio joo dingin
"kalian ini siapa si, hanya orang penting yg boleh masuk kau tau itu kan" ucap wanita itu dengan menaikan into nasi suaranya
"apa maksud mu berkata dengan suara seperti itu" tanya nara dengan emosi
"sabar nara, jangan emosi" ucap soo joo
setelah mengata kan itu soo joo mengambil benda pipih di jantung celana nya dan lalu meng otak atik benda ter sebut
"halo maaf kak Daniel, bisa kah kami meminta akses ke ruang khusus" tanya soo joo lewat telepon
terdengar suara suara berat seorang pria dari benda pipih itu
"tentu aku akan membuka nya" ucap laki laki itu
tak lama setelah soo joo mematikan telepon nya, sofa diruangan itu tiba tiba bergeser dan terdapat anak tangga yg panjang ke arah bawah
melihat itu wanita yg berdebat dengan mereka kaget, karena mereka bisa mendapat kan akses keruangan khusus
"sebenar nya kalian ini siapa" tanya nya dengan penasaran
"kami adalah lima mawar tangan yg di utus oleh ketua" ucap hye dingin
setelah itu mereka berjalan ke arah anak tangga yg mengarahke sebuah ruangan yg gelap
setelah sampai di kebawah sana terlihat dua orang pria yg sedang duduk dengan tenang seakan menunggu mereka
"salama ketua" ucap mereka berempat dengan hormat
"ya" jawab pria yg terlihat sedikit tua
"bagai mana kabar misi kalian" tanya pria itu
"maaf ketua sedikit…
THE FIVE AGENTS
bab 8
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments