tampak seorang gadis sedang terikat di sebuah ruangan dengan pencayaan remang remang ,yang hanya di isi oleh dua kursi dan satu meja dan satu cctv
Gadis itu mulai terbangun dari tidur nya akibat anestasi, "eeh di mana aku" ucap nya dengan suara pelan
"kau sudah bangun "ucap seorang pria yang menggunakan topeng
"siapa kau ,dan ke apa aku terikat" ucap Soo joo sambil menatap mata pria itu dengan sengit
"kau tidak perlu bertanya karna kita sudah perna bertemu "sahut pria itu seraya membuka topeng yang menutup wajah nya
"hah,padahal seharus nya kalian bisa mati dengan mudah ,namun aku cukup terkejut ,karna kalian masih bisa hidup padahal itu kecalakaan yang parah ,seharus nya aku tidak membantu mereka untuk menemukan kalian ,jika saja aku tahu kalau kalian belum menjadi mayat pasti aku tidak akan membantu mereka untuk menemukan kalian"ujar pria itu
"hahah,seharus nya aku tau kalau kau dalang di balik semua itu"ujar Soo Joo dengan kekehan
"ya memang seharus nya begitu tapi kau terlalu bodoh menyadarinya dengan cepat"
"lalu sekarang apa yang kau inginkan dari ku"
"tentu saja untuk sedikit bermain main dengan para rekan mu ,dan mungkin hargamu cukup mahal di pasar gelap"
"s*alan ,dasar b*edebah*
"shut,shut,Nona manis jangan berkata kasar"ujar nya sambil meletakkan jari telunjuk nya di bibir Soo Joo
Soo Joo hendak menggigit jari pria itu namun dengan sigap pria itu menari tangan nya
"lancang kau"ucap pria itu
(plak)
Suara tamparan terdengar nyaring ,seketika wajah Soo Joo tertoleh kesamping dengan darah yang mengalir di sudut bibir nya ,dan rasa kebas di pipi nya
Setelah nya pria itu keluar dan berganti dengan dua orang pria bertubuh besar yang menarik Soo Joo kesebuah ruangan yang dimana ruangan itu memiliki tangga yang mengarah bawah
Ketika sampai di dasar ,Soo Joo langsung menatap sendu setiap jeruji besi yang berisi wanita dan anak anak yang kemungkinan adan di jual ke pasar gelap
ketika sampai di salah satu sel Soo Joo langsung dilempar kesana,sel itu gelap lembab dan…
THE FIVE AGENTS
bab 21
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments