Ketika Soo Joo mendongak kan kepala nya terlihat empat gadis yang selalu ia tunggu kedatangan nya
"lemah sekali kau Soo joo "
"gitu saja sudah mulai bingung"
"ayo berdiri"
"kita berjuang lagi"
Ucap keempat gadis itu ,yang mebuat Soo Joo berjalan mendekati mereka "kukira kalian akan datang ketika aku sudah menjadi tengkorak"ujar nya sambil tertawa
"tentu saja tidak "sahut Hana dengan senyuman
"ayo kita pergi ketempat nya level bos berada "ujar Nara
"tunggu sebentar" ujar Soo Joo
Soo Joo berjalan kearah seorang wanita dengan rambut panjang yang sedang memegang belati sambil menatap keakraban nya dengan ke empat teman nya
"hei "panggil Soo Joo sambil menepuk pundak nya
"kuserah kan yang di sini bersama mu,sebentar lagi akan ada orang yang datang dan menyelamatkan kalian" ujar Soo Joo
"lalu kau?" tanya nya
"aku akan menyelesaikan dalang dari semua masalah ini "
"baik, berhati hati lah kawan"
"ya kau juga" setelah nya Soo Joo pergi berjalan kembali kearah Hana,Hye,Nara,dan Kaarin
"ayo pergi"ucap Soo joo sambil mengambil pistol ,dan pisau yang di selipkan di pinggang nya
Mereka berlari melewati lorong lorong gelap
"dimana ruangan nya"tanya Soo joo
"kalau mengikuti pelacak ini seharusnya salah satu dari dua ruangan ini"jawab kaarin
"jangan ada yang membuka salah satu dari ruangan ini ,ayo mundur " ujar Hana menarik mereka semua mundur beberapa langkah
(tiid tiid tiid)
(BOM!!!)
Setelah bunyi ledakan terlihat asab tebal yang keluar dari dua ruangan yang kedua pintu nya sama sama hancur
"apa kalian baik baik saja"tanya Soo joo
"iya kami baik"jawab Hana
Dibalik tebal nya asab terlihat siluet samar seorang pria yang berdiri ,sambil memberi isyarat mengejek dengan mengarahkan jempol nya kebawah,dan lalu berlari dari sana menuju lorong yang mencabang
"Jangan lari kau pengecut"ujar Hana
Mereka pun berlari mengejar pria itu melewati setiap lorong lorong gelap ,hingga akhirnya mereka sampai di ruangan dengan empat lorong mencabang
"hah,kemana dia"
"bisa bisa nya kita kehilangan jeja…
THE FIVE AGENTS
bab 23
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Comments