Kastil Leonhart - 2 Mei 537
"Lalu apa alasan seorang pangeran dan putri datang kemari?"
"Saya, Saya,... Sebenarnya saya ingin bertemu dengan Tuan Leonhart"
Lilina berbicara dengan ceria dan nada yang lumayan keras
Dia terlihat sangat bahagia bisa diketahui dengan bagaimana tubuhnya terus bergerak karena terlalu bersemangat
"Saya? Kenapa alasan seorang putri pertama kerajaan ingin bertemu dengan saya?"
Alaric bingung di dalam pikirannya dia tak merasa pernah melakukan sesuatu yang membuat putri itu tertarik sekali kepadanya
"Sebenarnya saya adalah penggemar anda"
"Penggemar saya?"
Alaric semakin bingung
"Anu, tidak.. Maksud saya, saya adalah penggemar Pahlawan Leon Hart karena saya sangat menyukai buku kisah pahlawan itu"
'Ya, dia penggemarku'
Bagaimanapun keadaannya yang berada di tubuh Alaric adalah Leon Hart sang pahlawan
"Ah benar saya juga pernah membacanya, buku itu terlalu melebih-lebihkan"
Agak memalukan bagi Leon Hart untuk mengakui kalau dirinya pernah membaca kisahnya sendiri namun dari apa yang dia baca banyak bagian yang terlalu dilebihkan
"Benarkah? Menurut saya Pahlawan Leon Hart yang muncul di buku itu sangatlah keren, maksud saya mata sihir itu benar-benar keren bolehkah saya melihatnya dari dekat"
"Ya silahkan"
Lilina bergerak dengan bahagia dia bahkan mencoba untuk melihat mata sihir Alaric sedekat mungkin sampai-sampai dia hampir naik ke atas meja
"Benarkan mata sihir itu benar-benar menakjubkan"
Wajah mereka berdekatan dan mata mereka bersebelahan lalu mendengar pujian Lilina Alaric benar-benar merasa terkejut
'Heh?'
Tentunya seperti itu reaksinya karena selama hidupnya yang sekarang dan kehidupannya di masa lalu, semua orang yang melihat matanya akan ketakutan
Namun ini pertama kalinya ia menerima pujian atas mata sihirnya itu
"Lilina hentikan, itu tidak sopan"
Richard menarik tangan Lilina dan memaksanya kembali untuk duduk dengan tenang
"Sungguh mohon maaf atas kelakukan adik saya yang tidak sopan Tuan Archduke"
Richard menundukkan kepalanya l…
Kembalinya Sang Pahlawan Abadi
Keberadaan yang Istimewa (4)
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 90 Episodes
Comments