Hana tidak lagi mencari kartu nama itu, ia memilih pergi untuk menenangkan dirinya.
Rasa kesal dan iba membuat dirinya membutuhkan tempat yang tenang untuk menormalkan perasaannya. Hana duduk diteras belakang dengan kepala tersandar di tiang teras.
Dia butuh waktu untuk menormalkan semua rasa yang ada di hati dan kepalanya.
***************
Adam mendengar keributan disamping rumah pak Yahya, ia keluar dari rumah dan melihat dari balik tanaman Palem Jepang yang ditanam berjejer berfungsi sebagai pembatas lahan antara Rumah Pak cik Hana dan Rumah Pak Yahya.
Adam melihat Hana yang mengejar Vera dan dengan gerakan lincahnya mampu menjatuhkan tubuh Vera ketanah. Vera bukan tandingan Hana untuk adu fisik, untuk adu mulut Hana lebih banyak mengalah dan malas menanggapi mulut Vera yang judes.
Adam tersenyum saat mendengar Vera minta ampun dan sedikit tahu permasalahan keduanya. senyum Adam memudar ketika ia melihat ekspresi Hana memandang Bibi dan Vera berpelukan.
Adam tahu Hana ingin merasakan pelukan dari ibunya, melihat ekspresi Hana membuat Adam ingin segera menemui dan memberinya semangat.
Saat Hana berjalan memasuki rumah Pak ciknya, Adam segera masuk kerumah pak Yahya.
Adam terus berjalan sampai ruang belakang rumah Pak Yahya, ia membuka pintu belakang dan berjalan kerumah Pak cik Hana yang hanya berjarak dua meter.
Adam menemukan Hana yang sedang duduk diteras belakang dengan kepala tersandar di tiang teras. ia segera menarik lengan Hana dan memeluknya.
"Kau wanita kuat." ucap Adam saat tubuhnya memeluk Hana dengan erat
Hana kaget karena tiba-tiba lengannya ditarik kuat dan dalam sekejap tubuhnya sudah berada didalam pelukan seseorang, suara dan wangi tubuh Adam membuat memory Hana cepat merespon.
"Kak Adam?" ucap Hana memastikan
"Ya. Aku disini untuk mu." jawab Adam membuat Hana merasa nyaman dan menjatuhkan bulir bening yang tertahan di kelopak matanya.
"Ayo kita pergi." ucap Adam setelah agak lama memberikan kehangatan dan ingin Hana ikut dengannya untuk mencari s…
Pilihan Adam
Balik Kerumah
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments