Suara azan yang berkumandang tidak lagi terdengar oleh penghuni rumah Pak cik, mereka larut dalam amarah dan rasa benci di hati masing-masing.
Setelah selesai mengemasi barangnya Hana keluar dari kamar Bibi, ia terus berjalan tanpa menoleh kearah pak cik dan Vera yang duduk dikursi tamu.
"Lihatlah Ayah dia sombong sekali tidak menoleh sedikitpun kearah kita, padahal dia memakai pakaian usang, tas nya hanya tas sekolah yang sudah robek disampingnya. Trus dia juga menentang plastik, sangat ketinggalan jaman. dasar manusia miskin sombong." ucap Vera sengaja membesarkan volume suaranya untuk membuat Hana berhenti.
Hana tidak menghiraukan ucapan Vera, ia terus berjalan hingga melewati pintu utama, melewati halaman rumah dan terus berjalan hingga kakinya menginjak jalan aspal, bertanda ia benar-benar telah keluar dari rumah pak cik.
Hana meneteskan air mata dan terus berjalan dalam kegelapan karena jalan yang ia lalui tidak tidak mempunyai lampu penerang, hanya pantulan cahaya lampu dari rumah warga yang membuatnya dapat melihat jalan yang ia lalui.
Hati dan pikirannya terus berinteraksi, mereka seperti teman yang berbicara, pikiran dengan mengingat hal yang baik kadang mengingat hal buruk, hati yang berkata-kata kadang mengumpat, mencaci maki mereka yang telah membuat Hana terluka.
"Akhirnya aku benar-benar keluar dari rumah itu, rumah yang kadang menghembuskan angin surga kadang juga mendatangkan angin neraka. semoga kalian bisa melihat kehidupan ku yang bahagia setelah kepahitan hidup yang kalian berikan kepada ku. Kau bilang pakaian ku lusuh dan tas ku robek, jika ayah mu punya hati pasti dia merasa malu dengan yang kau ucapkan, semoga kau bisa merawat ibu mu dengan baik." Ucap Hana dihatinya mengomentari perkataan Vera yang terlintas dipikirannya.
"lihatlah aku sekarang ayah ibu, aku sendiri, aku benar-benar sendiri. tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan berusaha seperti ayah yang terus berusaha menghidupi ku. Aku tidak akan menangis dan tidak akan jadi pengecut ya…
Pilihan Adam
pakaian usang
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments