Aku tidak tahu harus bagaimana lagi, lantai satu terlihat kosong, hanya barang sehari-hari saja yang terpampang di dalam toko dan juga terlihat utuh di dalam kegelapan ini.
KLANGGG!!!!
Bunyi suara dentuman besi merambat di dalam ruangan ini.
"KYAAHHHH!!!!!" Jerit Salsa
"Ada apa cha?" tanyaku
"Tadi ada bayangan hitam yang muncul dari balik baju yang ada disana..." ucapnya sambil menunjuk ke salah satu toko pakaian yang ada di lantai satu ini.
"Clift....Aku takut" ucap Salsa dengan gemetar dan mulai mengeluarkan airmata.
"Tahan sebentar Cha, ayo kita cek tempat itu dulu, mungkin saja bayangan hitam yang kau lihat tadi ada hubungannya dengan semua ini" ucapku.
"Tapi..." Salsa tiba-tiba memurungkan kepalanya dan suaranya seperti sedang menahan isak tangis yang kuat.
"Sudah...Tidak usah dipaksakan, kalau kau memang takut, tunggu saja aku disini, jangan pergi sampai aku kembali lagi." Ucapku sambil menghadapkan tubuhku ke toko itu dan mulai berjalan ketempat yang berisi banyak manekin itu.
Tetapi, belum sempat aku berjalan jauh, Salsa berjalan cepat ke arahku kemudian menarik bagian belakang baju sekolah yang sedang aku kenakan dengan erat.
"I--Ikut...aku ikut!!!" Ucapnya dengan gugup dan juga gemetar."
"Apa kau yakin?" tanyaku memastikan.
"Mhm...i...iya...yakin."Jawabnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya
"Baiklah, ayo masuk" Jawabku.
Kami pun akhirnya berjalan menuju tempat pakaian itu. Sesampainya di didepan toko, kami menggunakan cara yang sama agar bisa masuk ketoko tersebut, yaitu dengan melemparkan tas milikku yang berisi banyak batuan kecil dan besar, setelah itu kami akhirnya masuk dan memeriksa tempat ini.
"Sepertinya idak ada apa-apa disini" ucapku setelah menggeledah barang-barang di dalam toko ini dan kemudian menatap kearah Salsa.
"T-Tapi tadi..."
"Dju..."
Belum lima menit aku berada di tempat ini, sebuah suara yang berat terdengar di kedua telingaku.
"Clift...Itu suara apa...." Tanya Salsa sambil memegang pakaianku dengan erat.
"Tenang cha...Pertama-tama kita keluar dari tempat ini dulu" Ucapku mencoba menenangkannya
"Dju...".
"Dju...Djuuuuuuuu~~"
Sesampainya diluar bukannya situasinya menjadi lebih baik tetapi malah semakin menyeramkan... Suara yang kami dengar sebelumnya terdengar dari seluruh penjuru arah dan menjadi semakin keras.
Hingga akhirnya....
"KRAKKK....BOMMM....!!!"
Ratusan benda yang berbentuk gumpalan Slime menghancurkan Atap dari gedung Mall ini dan jatuh ke berbagai lantai, tidak terkecuali lantai yang kami tapaki saat ini, yaitu lantai satu.
"Clift...Itu apa..." Tanya Salsa dengan tubuh yang gemetar.
" Ayo menjauh cha..." ujarku saat menarik tubuhnya dari dekat gumpalan berwarna hitam yang bentuknya seperti Slime itu.
Setelahnya, gemuruh yang sangat kencang terdengar di dalam Mall dan memecahkan kaca-kaca yang ada di dalam gedung ini, secara spontan kami berdua menutup telinga kami bersamaan.
Berbeda dengan suara yang berasal dari langit sebelumnya, suaranya kali ini benar-benar sangat kuat hingga membuat beberapa bangunan di Mall ini hancur, seperti Eskalator dan beberapa toko yang sarananya didominasi oleh alat-alat berbahan dasar kaca.
Yang paling mengejutkan adalah, Objek yang sebelumnya kupikir adalah sebuah slime atau sebagainya, ternyata bukan.
Gumpalan lengket itu mulai membesar dan bergerak keatas dengan sendirinya, kemudian bentuknya berubah seperti Sosok monster yang ukuran tubuhnya sebesar tubuh manusia.
Bukan hanya itu saja, gumpalan lengket yang mirip dengan slime yang berjatuhan dari langit sebelumnya dan mendarat di berbagai lantai di Mall ini kini berubah bentuk menjadi sosok seorang Monster.
"I-Itu apa...." Ucap Salsa dengan wajah syok.
"Tidak ada waktu... Kita harus lari..." ucapku.
Walaupun aku juga merasakan perasaan kaget, tapi tetap saja aku tidak boleh berdiam diri saja, Aku harus melindungi Salsa apapun yang terjadi.
Tanpa memikirkan rencana kedepannya, dengan cepat aku menarik tangan Salsa dan kemudian berlari dengan cepat kearah pintu keluar gedung ini.
DJUUU......!!!!
DJUUU......!!!!
DJUUU......!!!!
Tepat ketika kami merasa akan mencapai tempat yang kami anggap adalah cakrawala bagi tempat yang gelap ini, tiba-tiba monster yang berada dilantai dua, tepat diatas pintu masuk gedung Mall ini, secara bersamaan melompat kebawah dan menutup akses kami untuk keluar dari tempat ini.
Monster yang berada dibelakang kami juga tidak menghentikan langkahnya, ia terus berlari mengejar kami tanpa ada tanda-tanda akan berhenti.
Tanpa menghentikan langkahku, aku terus berlari kearah pintu depan sambil memperhatikan Toko-toko yang berada dibagian kiri dan kananku, hingga akhirnya aku menemukan toko perlengkapan dalam pertanian.
Dengan cepat aku mengalihkan langkahku kearah toko itu dengan langkah secepat-cepatnya.
"C-Clift...kita mau pergi lari kemana...aku sudah capek..." Tanya Salsa dengan suara terputus-putus.
"Aku ada rencana untuk mencoba melawan mereka, sepertinya cuman itu saja satu-satunya cara untuk keluar dari tempat ini" jawabku
"Jangan...!!! itu terlalu berbahaya...!!!" ucapnya sembil menghentikan langkah kakinya dan menggenggam bajuku dengan erat.
"Hanya itu satu-satunya cara, Cha... percayalah padaku " bujukku.
"Tidak!!!" Teriaknya bersikeras sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Aku tahu membujuknya tidak akan mudah, dia selalu perhatian kepadaku,sangat peduli kepadaku, bahkan dalam kondisi bagaimanapun. Bahkan kali ini dia juga tetap peduli padaku, tetapi kali ini aku tidak bisa diam saja, aku harus menggunakan cara ini untuk melindungi Salsa, walaupun aku tidak tahu apakah rencanaku akan berhasil atau gagal.
Aku pun mendekat ke tubuh Salsa.
"K-Kenapa? Kenapa kau melihatku seperti itu?" Tanyanya kepadaku, dengan wajah sedikit memerah.
"Tahanlah sebentar."
Akupun menggendong tubuhnya dan kembali berlari kearah toko yang kami tujui sebelumnya.
"Terlalu gelap..." gumamku.
Memang sulit rasanya melihat di kegelapan walaupun aku sudah memaksakan penglihatanku sekalipun.
"Akhirnya sampai juga...."
Ucapku setelah sampai didepan toko peralatan pertanian itu.
Aku pun menurunkan Salsa dari tubuhku dan kemudian menarik tas yang tergantung dibelakangku lalu kuhantamkan ke pintu masuk toko itu.
KRAKK...KLANGGG!!!!
setelah pintunya pecah, aku memakai kembali tasku dan kemudian menarik Salsa untuk masuk kedalam Toko peralatan pertanian itu.
"Jadi...bagaimana selanjutanya Clift...Apa yang harus kita lakukan" ujar Salsa dengan wajah ketakutan.
"Tunggu aku disini, Cha..." ucapku kepadanya.
Akupun membalikkan tubuhku dan kemudian keluar dari toko ini setelah mengambil setelah merakit cangkul dengan memakai mata cangkul yang tajam untuk dihubungkan dengan kayu cangkul yang terbaik.
Sesampainya diluar Toko, aku mulai mempersiapkan Mentalku untuk menghadapi para Monster itu, hingga akhirnya aku berlari kearah sekawanan monster itu lalu melempar cangkulku.
HIYAAATTT!!!!
Cangkul yang aku lemparkan sebelumnya mengenai kepala salah satu Monster itu, namun seolah tidak terjadi apa-apa, monster itu kembali mendekatiku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
nnnicacaa
bisa bisanya nanya trss bukannya cari jalan keluar cobaa
2024-06-27
0