Tidak menyerah dengan keadaan saat ini, akupun kembali masuk kedalam toko itu kemudian mengambil lebih banyak alat-alat berat untuk aku gunakan sebagai senjata dalam menghadapi para monster itu, seperti Alat penyiram tanaman, Cangkul, Ember besi, dan sebagainya.
Namun semua usahaku itu tidak berhasil, monster itu menyerap semua barang-barang yang aku lemparkan ke tubuh mereka.
Hingga akhirnya aku tidak bisa menggunakan barang apapun lagi untuk ku lemparkan kearah mereka, melainkan hanya hanya cangkul saja yang masih kupegang dengan erat.
Dari pada melemparkan serangan sia-sia kepada monster yang sudah dekat dengan bangunan ini, aku lebih memilih berjalan masuk kedalam dan menemui Salsa, menggunakan seluruh kekuatanku untuk melindunginya.
"Jadi...Bagaimana...?" Tanya Salsa saat melihatku mendekat kearahnya.
Aku tidak menjawabnya dan hanya mengarahkan jari telunjukku kearah luar tokoh ini.
"A--Apa...!"
Pupil matanya mengecil karena merasa sangat kaget, dan diapun terduduk lemas.
"Sepertinya dunia akan berakhir..." gumamku dengan wajah murung.
Salsa hanya menatap dengan syok saja sambil menutup mulutnya dengan kedua tangannya. dan mulai menangis tersedu-sedu.
"Ayah....Ibu... Aku ingin bertemu kalian untik yang terakhir kalinya....bahkan jika itu cuman sesetik aja akun ingin bertemu kalian"
KREKKK....KREKKKK.....
Salah satu dari kawanan monster itu meninju tembok toko ini dengan keras.
Toko ini bergetar begitu keras, debu-debu berterbangan karena jatuhnya tembok kelantai, dan beberapa tembok yang lain mulai terlihat berpisah dengan kulitnya.
Lantai keramik mulai pecah sesikit demi sedikit dan memperlihatkan tanah yang telah di cor
"Uhukkk.....!!!Uhukkk.....!!!Uhukkk......!!!"
Salsa tiba-tiba terbatuk-batuk karena tidak sengaja menghirup debu yang berasal dari tembok yang runtuh itu.
Aku dengan erat memeluk tubuh Salsa sambil menutup kedua mataku dengan berharap keajaiban akan datang dan membantu kami keluar dari masalah ini
Fyuhhhh~ Fyuhhhh~
Angin yang kencang menyapu wajahku disaat rasa takutku telah memuncak. Saat aku membuka kedua mataku, pemandangan yang nampak familiar terlihat disekitarku.
Sekelilingku dipenuhi oleh kabut, lantai yang kupijaki sebelumnya telah berubah menjadi gumpalan kapas berwarna putih. Suasana menjadi hening, suara para Monster telah menghilang, yang tersisa dalam keheningan ini hanya suara angin yang ada diudara.
Tidak lama kemudian, Kabut yang menutupi kami sebelumnya itu mulai menghilang dan digantikan dengan cahaya matahari, cahaya yang kami rindukan sebelumnya.
Untuk memastikan apakah ini adalah dunia asli kami atau bukan, aku pun menyelidiki tempat ini dengan melirk kearah kiri dan kanan, namun yang aku dapati hanya tatapan bingung bercampur kaget milik orang-orang yang akan masuk kedalam rumah gedung mall itu.
Dan saat aku sadari, ternyata aku berada didepan gerbang pusat perbelanjaan. Tempat dimana kami terakhir kali berada disini dalam kondisi normal sebelumnya.
Ratusan pengunjung yang lalu lalang melewati kami dangan Tatapan yang heran sambil berbisik-bisik, hingga beberapa saat kemudian, seorang Satpam dengan perawakan yang tinggi dan kekar datang mendekati kami berdua yang masih merasa kebingungan atas apa senua yang melanda kami hari ini.
"Nak wajahmu kelihatan pucat, pulang dan istirahatlah, Bapak itu akan mengantarmu" Ucapnya sambil menunjuk kearah seorang pria yang sedang menatap kami dari dalam mobil yang ada dipinggir jalan.
"I..Iya pak makasih"
"Makasih banyak pak"
Ucap kami berdua bersamaaan dan kemudian masuk kedalam mobil yang dikendarai pak satpam itu.
"Rumahnya di mana dek?" Tanya pria yang umurnya sekitar 20 tahunan itu.
"Komplek Rosrile Blok 5 pak" Jawabku.
Mobil itu akhirnya melaju dengan kencangnya kerumah kami.
Sepanjang perjalanan, Salsa lebih banyak diam dari pada berbicara, dan juga ia memegang telapak tanganku dengan erat. Mungkin saja dia masih merasa syok dengan apa yang baru saja menimpa kami sebelumnya.
"Sudah sampai" ucap pria itu.
"Cha, ayo turun" ajakku.
Dia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dengan tatapan kosong. Aku pun membantunya keluar dari mobil dan kemudian aku berterimakasih kepada pak satpam itu lalu melambaikan tanganku kepadanya yang telah pergi meluncur dengan mobilnya.
BRUKK....!!!
"Cha...,!!! Cha!!!!"
Salsa tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri tepat setelah mobil itu hilang dari pandanganku. Akupun mencoba membangunkannya dengan memanggil-manggil namanya dan menepuk-nepuk anggota tubuhnya, lalu tidak lupa pula aku mengecek pernafasannya.
Saat aku merasa kalau Salsa sedang pingsan, dengan cepat aku menggendongnya dan membawanya masuk kedalam rumah.
TOK...!!!TOKK!!!!TOKK!!!
Akupun mengetuk pintu rumahnya dengan sekeras-kerasnya.
CRECKKK!!!
Pintu terbuka, seorang pria paruh baya dengan rambut yang basah dan handuk dibahunya membuka pintunya.
"SALSA...!!!" Teriak pria itu saat melihatku menggondongnya.
"Clift, Apa yang terjadi dengan Salsa...!?" "Tanya pria itu dengan rasa khawatir dan kemudian mengangkat Salsa dari punggungku.
Pria paruh baya itu adalah ayahnya Salsa, bisa dibilang dia adalah orang yang baik hati, diwaktu kecil aku dan Salsa sangat sering bermain dengan pria ini.
"Aku juga tidak tahu dengan jelas, paman. Saat itu kami berdua sedang berjalan dan mengobrol bersama-sama. Tapi beberapa saat kemudian ia mengerang kesakitan dan memegang kepalanya dengan kuat, lalu setelah itu Chaca dengan langkah terhuyung-huyung jatuh dan tersungkur di atas tanah" jelasku.
"Yasudah...Kamu pulang saja, biar paman saja yang atasi masalah ini" Ucapnya
"Baik, Paman" Ucapku.
Akupun mengangguk-anggukkan kepalaku dan kemudian berbalik pergi berjalan menuju rumahku.
Sepulang dari rumah Salsa, akupun langsung saja pulang kerumahku dengan perasaan sedih.
"Ibu, aku pulang..." sapaku saat memasuki pintu dalam rumah.
Tetapi tidak ada jawaban dari dalam Rumah.
"Akupun mengeluarkan Handphone dari dalam tasku dan kemudian menghubungi ibuku."
"Halo ...ibu Ada dimana sekarang?"
"Ibu sedang berkunjung kerumah teman yang sedang sakit, jadi kalau kamu makan tinggal panaskan makanan yang ada di atas meja saja yah." ucapanya.
Akupun hanya menatap sedih saja dengan nasibku hari ini..Akhirnya aku memutuskan untuk istirahat dikamarku.
Akupun naik kekamarku yang ada dilantai dua dan kemudian menjatuhkan badanku diatas ranjang yang ada dikamarku itu dan mencoba untuk tidur dengan menutup kedua mataku.
Satu menit...
Dua menit...
Tiga menit...
Beberapa kali kucoba untuk menutup kedua mataku namun tidak bisa-bisa juga, hingga akhirnya aku pun hanya menatap keluar jendela saja dari ranjangku hingga fajar tiba.
Dan saat fajar itulah Mataku tertutup sendiri dan secara ajaib kesadaranku pun ikut menghilang.
"Clift bangun...ayo sekolah..." ucap seorang gadis yang duduk disebelahku.
Aku sedikit demi sedikit mulai berfikir jernih dan kemudian menatap sekelilingku.
"Chaca....sejak kapan kau sampai disini" tanyaku sambil membersihkan mataku.
"Hmm...mungkin sekitar 10 menit yang lalu" jawab Salsa.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
nnnicacaa
oyy oyy oyyy semangatt
2024-06-27
0