Pilihan Ayah 18
"Ra!" panggil Riko saat Rara hendak memberhentikan taksi.
'Apa sih teriak-teriak? Masih nganggep gue?' gerutu Rara dalam hati pura-pura tak mendengar panggilan Riko.
"Ra!" panggil Riko lagi sembari melangkah mendekati Rara.
'Duh! Mana nih si taksi. Kenapa kalau gue lagi butuh kayak gini enggak nongol-nongol dari tadi.' gerutu Rara kembali sembari terus mengayunkan tangannya untuk memberhentikan kendaraan.
"Rara!" panggil Riko lagi saat ia berhasil memegang lengan istrinya. "Mau ke mana kamu?" tanyanya saat Rara menoleh menatapnya sadis.
"Enggak usah nanya-nanya! Terserah aku mau ke mana." ketusnya sembari menoleh ke sembarang arah.
Riko menghela napas perlahan, ia sadar jika Rara selalu diprioritaskan di keluarganya karena dia putri satu-satunya di keluarganya.
Dan sikapnya yang tadi yang tak sengaja bertanya dengan Kania terlebih dahulu daripada istrinya, pasti membuatnya kesal.
"Saya minta maaf." ujar Riko yang membuat Rara menoleh menatapnya.
"Minta maaf buat apa? Emang punya salah?" sinis Rara.
Riko menganggukkan kepalanya, "Saya tadi lupa tidak memprioritaskan istri saya."
"Tapi saya juga tidak sengaja, karena teringat kalau Kania enggak suka lalapan. Jadinya keterusan. Maaf ya, Ra?" lanjutnya memohon sembari memegang bahu istrinya agar gadisnya itu menatap matanya.
"Maaf. Ya?" pintanya lagi saat Rara hanya diam dan menoleh ke sembarang arah, tak mau menatap matanya.
"Boleh peluk?" tanya Riko saat gadisnya hanya diam saja tak menanggapinya.
Melihat Rara yang diam saja, tak mengiyakan juga tak menolak pertanyaannya membuat Riko akhirnya maju satu langkah untuk memeluk istrinya.
"Maaf. Saya janji enggak akan mengulanginya. Maafin saya. Ya?" pinta Riko berulang kali saat Rara masuk ke dalam pelukannya namun tak membalas memeluk.
"Ra." panggilnya lagi sembari sedikit melepaskan pelukannya, namun tidak benar-benar terlepas untuk melihat wajah istrinya.
Rara hanya menunduk, tak tau harus berkata apa dengan laki-laki yang tengah memelu…
Suami Pilihan Ayah
Bab 18
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments