Pilihan Ayah 24
"Bi! Bikinin aku jus jeruk dong! Haus nih." pinta Rara manja pada Bi Warsih yang membukakan pintu untuknya.
"Siap, Non. Minumnya mau di mana?"
"Di gajebo taman samping rumah aja, Bi. Rara mau duduk disitu." balas Rara yang membuat Bi Warsih paham.
Gadis cantik berpipi chubby itupun langsung melangkahkan kakinya ke gajebo taman samping rumahnya dengan tiba-tiba menatap tangannya dan samping kanannya yang ternyata kosong.
Biasanya, selama seminggu kemarin, setiap ia berjalan ke luar rumah ataupun di dalam rumah kecuali kamar, ia dan Riko selalu berjalan bersisian bahkan laki-laki itu kerap menggenggam tangannya sebagai tanda jika ia memang miliknya.
Huft! Baru saja ia mengantar Riko ke Bandara, tapi rasa yang semula ia kira biasa saja, kenapa jadi begini rasanya?
Rara mencebikkan bibirnya kesal seraya duduk dengan kasar di gajebonya saat memikirkan itu.
"Kasar banget duduknya sih, baby! Enggak sakit itu kaki kamu?" tanya Ayah Burhan yang ternyata memperhatikan gadisnya.
Rara menoleh ke arah suara, dan saat menemukan Ayah Burhan ada di dekatnya, gadis cantik itupun kembali berdiri dan melangkah memeluk Ayahnya dengan begitu erat, "Ayah! Rara itu lagi kesel tau!"
"Kesel kenapa, Sayang? Karena ditinggal Riko ke Surabaya?" tanya Ayah Burhan sembari melepas pelukan demi menatap mata anaknya.
"Enggak! Mau dia ke Surabaya kek, ke Kalimantan kek, Rara mah bodo amat, Yah!" balas Rara tak sesuai hatinya.
"Hem? Gitu, Baby? Benar kamu enggak peduli dengan suami kamu, Sayang?" selidik Ayah Burhan saat Rara menolak menatapnya.
"Ayah bisa enggak kalau pertanyaannya itu diganti? Rara lagi bete, Yah! Jangan nambahin bete kenapa sih?" geram Rara yang langsung berbalik badan untuk duduk kembali di gajebo.
"Putri Ayah ini kenapa? Ada apa, Sayang? Cerita sama Ayah. Ayah siap dengar kok." Ayah Burhan merangkul Rara dari samping, kemudian Rara pun menyandarkan kepalanya di bahu kokoh sang Ayah.
"Enggak tau, Yah. Rara lagi bete aja. Bawaannya kesel mulu dari tadi." keluhnya k…
Suami Pilihan Ayah
Bab 24
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 45 Episodes
Comments