bab 4

Keluarga Pratama:

Arnawama Pratama (65 tahun) + Candramaya Deepna (64 tahun)

Aryan Putra Pratama (39 tahun) + Priscillia Anulika (38 tahun)

William Orlando Pratama (20 tahun)

Kennard Reksa Pratama (17 tahun)

Kenzie Aksa Pratama (17 tahun)

Mahendra Putra Pratama (36 tahun) + Zailine Bellona (36 tahun)

Kennedy Abraham Pratama (18 tahun)

Ferdinand Aldino Pratama (17 tahun)

Florentina Queensha Pratama (17 tahun)

Semoga silsilah di atas bisa membantu, ya.

Dua Hari Kemudian

Hasil tes DNA antara Papah Mahendra dan anak perempuan yang menjadi korban tabrakan oleh William akhirnya keluar. Hasil tersebut diberikan oleh Dokter Eshwar secara langsung di hadapan seluruh keluarga Pratama yang saat ini berada di dalam ruangan VVIP, tempat Mamah Zailine dan Queen dirawat.

Dua hari sebelumnya, setelah mengetahui hal yang berkaitan dengan Princess mereka, kondisi kesehatan Mamah Zailine langsung drop sehingga ia harus dirawat selama beberapa hari.

Mamah Zailine yang tidak ingin berada jauh dari anak perempuan yang kemungkinan besar merupakan permata keluarga mereka itu memohon kepada sang suami agar diperbolehkan berada di ruangan yang sama dengan Queen.

Dokter Eshwar kemudian pamit keluar ruangan setelah memberikan hasil tes DNA sekaligus memberitahukan hasil pemeriksaan keseluruhan Queen kepada Papah Mahendra. Berdasarkan pemeriksaan, diperkirakan Queen akan mengalami kebutaan sementara akibat benturan keras di kepalanya saat kecelakaan terjadi.

Papah Hendra perlahan membuka amplop yang berisi hasil tes DNA antara dirinya dan seorang anak yang kemungkinan besar merupakan anak kandungnya yang telah lama menghilang.

Deg...

Tes... tes...

Air mata Papah Mahendra langsung mengalir begitu membaca hasil tes tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecocokan sebesar 99,99% antara dirinya dan anak perempuan yang sedang terbaring di samping sang istri.

"Pah... gimana hasilnya?" tanya William mewakili seluruh keluarga karena melihat Papah Mahendra hanya terdiam saat membaca hasil tes DNA tersebut.

Mahendra menghapus air matanya, lalu menatap seluruh keluarganya dengan tatapan bahagia yang dihiasi senyuman.

Mahendra kemudian mendekat ke brankar tempat sang istri berada. Zailine yang sejak tadi menunggu dengan cemas pun menangis bahagia.

"Hiks... Princess kita, Mas... hiks..." ujar Mamah Zailine sambil menangis.

Mahendra menghapus air mata yang mengalir di pipi sang istri.

"Iya, Sayang. Akhirnya permata kesayangan kita sudah kembali."

Ucapan tersebut tentu saja sudah menjawab pertanyaan William tadi.

Kabar bahagia tersebut disambut dengan suka cita oleh seluruh keluarga. Mamih Priscillia segera mendekat ke brankar tempat Queen terbaring, lalu mencium kening Princess kesayangan keluarga Pratama yang akhirnya mereka temukan setelah empat belas tahun lamanya.

"Puji syukur... berarti dugaan William nggak salah waktu melihat kalung yang ada di lehernya." William mengucap syukur.

"Jadi, 'dia' benar-benar adik kandung aku, Mih?" tanya Ken dengan tatapan yang masih tidak percaya kepada Mamih Priscillia.

"Iya, Ken. Dia adik kandung kamu."

"Ya Tuhan, terima kasih karena Engkau sudah mempertemukan kami dengan adik kami kembali." Ken mengucap syukur.

Kenzie dan Kennard masih diam membeku, berusaha mencerna situasi yang terjadi.

Papih Aryan yang melihat kedua anak kembarnya masih terdiam pun menepuk bahu mereka.

"Kalian kenapa diam saja? Nggak senang adik kalian sudah ketemu?"

"Dia Shasha kita, Pih?" Kenzie dan Kennard bertanya kepada sang papih sambil menunjuk ke arah Queen yang sedang terbaring.

Papih Aryan mengangguk.

"Iya. Dia Shasha yang dulu sering kalian jahili."

Kenzie dan Kennard pun melangkah mendekat. Mereka mencium kening adik perempuan mereka, satu-satunya adik perempuan yang selama ini mereka rindukan.

"Cucu perempuanku... Aryan, Hendra, Priscill, Aline, berikan bonus kepada semua pekerja kita. Ayah ingin berbagi berkat sebagai rasa syukur atas kembalinya cucu perempuan kita." titah Kakek Arnawama, sang kepala keluarga.

"Sudah Aryan laksanakan, Yah."

"Bagus. Apakah kalian belum memberi kabar kepada kembaran cucu perempuanku?"

"Astaga, Mas! Kita belum kasih tahu Al!" ujar Mamah Zailine heboh.

"Nanti saja kita memberitahu Al kalau keadaan Queen sudah membaik."

"Iya, betul, Dek. Kita tahu sendiri seberapa posesifnya Al terhadap kembarannya. Kalau Al tahu keadaan kembarannya sekarang, pasti dia akan buru-buru kembali ke Indonesia. Sedangkan dua hari lagi Al akan tanding di Fencing International, bukan? Pertandingan yang sudah lama dinantikan Al."

"Ah, iya, benar, Mbak. Ya sudah, kita akan beri tahu Al setelah dia selesai bertanding saja supaya tidak mengganggu konsentrasinya."

"Yang terpenting saat ini, fokus utama kita adalah kesembuhan Princess dan Mamah." William yang sejak tadi hanya diam menyimak obrolan keluarganya akhirnya angkat bicara.

"Iya, betul, Mah. Apalagi sekarang Princess sudah ketemu, jadi Mamah nggak boleh sedih-sedih lagi. Janji sama Ken, ya, Mah."

Mamah Zailine mengangguk setuju dengan ucapan putra sulungnya.

Pertemuan di Taman Bunga

Di sebuah taman bunga yang indah, terdapat sungai kecil dengan air yang begitu jernih. Di sekelilingnya tumbuh bermacam-macam bunga tulip dengan berbagai warna.

Queen terbangun di tengah hamparan bunga tulip.

"Lho... ini di mana? Bukannya Queen kemarin ketabrak mobil, ya? Kenapa Queen ada di sini? Apa Queen sudah ada di surga, ya?" gumam Queen sambil memandang sekelilingnya.

"Ini adalah jalan menuju ke surga, Sayang. Tapi seharusnya belum waktunya kamu ke sini, Nak."

Sebuah suara tiba-tiba mengagetkan Queen yang sedang memeriksa keadaan di sekelilingnya.

Seorang wanita paruh baya yang sangat cantik dengan gaun berwarna putih berjalan mendekati Queen.

"Maksud Nenek, saat ini Queen sudah ada di surga? Boleh Queen panggil Nenek dengan sebutan Nenek?"

"Boleh, Sayang. Perkenalkan, nama Nenek Candramaya Deepna Pratama. Pasti kamu yang namanya Florentina Queensha P?"

Queen membulatkan matanya.

"Lho, Nenek tahu nama panjang Queen?"

"Jelas Nenek tahu karena Nenek yang memberikan nama itu untukmu, Sayang. Oh, cucu perempuan Nenek... akhirnya Nenek bisa bertemu denganmu, meskipun kita bertemu di sini. Nenek bahagia sekali."

"Maksud Nenek apa? Queen cucu Nenek?"

"Kamu akan tahu, Sayang. Nanti kalau ada sebuah keluarga yang mengaku sebagai keluarga kamu, begitu kamu sadar, terima mereka, ya, Sayang. Karena mereka memang keluarga kandung kamu."

Queen terdiam.

"Ja... jadi Queen masih punya keluarga kandung? Bukannya Queen dibuang di panti asuhan?"

Candramaya menggeleng lembut.

"No, Princess. Kamu tidak pernah dibuang, Sayang. Nanti kamu akan mengetahui semuanya saat kamu kembali. Sekarang saatnya kamu kembali, ya, Cantik. Nenek titip salam untuk seorang pria tua yang nanti akan mengaku sebagai kakekmu. Tolong beritahu dia jika Nenek sangat menyayangi dan merindukannya. Oke, Sayang? Kembalilah. Mereka semua sudah menunggumu."

Wushh...

Di Ruang VVIP

Di dalam ruang VVIP terjadi kepanikan di keluarga Pratama. Permata kesayangan mereka yang baru saja ditemukan tiba-tiba mengalami penurunan kondisi sehingga pihak dokter segera bergegas untuk memeriksanya.

Papah Mahendra, Mamah Zailine, dan Mamih Priscillia menunggu dengan cemas di depan ruang rawat.

Mamih Priscillia pun segera menghubungi anggota keluarga lain yang saat ini tidak berada di rumah sakit karena masih memiliki beberapa kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan.

Di dalam ruangan, tim dokter bergerak cepat memeriksa kondisi sang putri, permata keluarga Pratama tersebut.

Tim dokter berusaha keras mengembalikan denyut nadi sang putri yang sempat menghilang dengan prosedur medis yang diperlukan.

Proses tersebut membutuhkan waktu sekitar setengah jam. Hingga akhirnya, denyut nadi sang putri kembali normal.

Kejadian tersebut tentu membuat tim dokter bernapas lega karena mereka berhasil menyelamatkan nyawa permata keluarga Pratama.

Sementara itu, di luar ruangan, seluruh keluarga telah berkumpul menunggu tim dokter yang menangani kesayangan mereka keluar dari ruangan.

Ceklek...

Dokter Eshwar keluar dari kamar rawat permata mereka.

"Bagaimana, Dok? Bagaimana keadaan putri saya?" tanya Mahendra.

"Saat ini keadaan Nona Queen sudah stabil. Tadi kami sempat kehilangan denyut nadi Nona Queen, tetapi kami berhasil mengembalikannya. Mungkin dalam beberapa jam Nona Queen akan sadar." terang Dokter Eshwar.

"Tapi keadaan Queen sekarang sudah tidak apa-apa, kan, Dok?" tanya Papih Aryan memastikan kondisi Princess mereka.

"Keadaan Nona Queen sudah stabil, Tuan Aryan. Sekarang tinggal menunggu Nona Queen sadar saja."

"Kami sudah boleh masuk untuk melihat putri kami, kan, Dok?" tanya Mamah Zailine.

"Silakan, Nyonya. Saya juga ingin pamit karena masih ada pasien lain yang harus saya tangani."

"Baik, Dokter. Terima kasih."

Setelah kepergian Dokter Eshwar, seluruh keluarga Pratama perlahan masuk ke dalam kamar rawat Princess mereka.

"Eunggghh..."

Suara lirih itu membuat seluruh keluarga yang berada di dalam ruangan langsung menoleh ke arah Queen.

Mata sang Princess perlahan mulai terbuka.

Terpopuler

Comments

Moerd Maksum

Moerd Maksum

ko menikah sangat muda masa umur 36 anaknya 17' JD kesannya masih ingusan SDH beranak

2025-01-13

0

Emmastlen95

Emmastlen95

muda sangat mama Queen nikah(kahwin) umur 19 ke🤗😁😊☺️👍🏻

2025-02-10

0

Ros Lina

Ros Lina

diatas td umur queen 15 tahun

2025-04-15

0

lihat semua
Episodes
1 bab 1
2 bab 2
3 bab 3
4 bab 4
5 bab 5
6 bab 6
7 bab 7
8 bab 8
9 bab 9
10 bab 10
11 bab 11
12 bab 12
13 bab 13
14 bab 14
15 bab 15
16 bab 16
17 bab 17
18 bab 18
19 bab 19
20 bab 20
21 bab 21
22 bab 22
23 bab 23
24 bab 24
25 bab 25
26 bab 26
27 bab 27
28 bab 28
29 bab 29
30 bab 30
31 bab 31
32 bab 32
33 bab 33
34 bab 34
35 bab 35
36 bab 36
37 bab 37
38 bab 38
39 bab 39
40 bab 40
41 bab 41
42 bab 42
43 bab 43
44 bab 44
45 bab 45
46 bab 46
47 bab 47
48 bab 48
49 bab 49
50 bab 50
51 bab 51
52 bab 52
53 bab 53
54 bab 54
55 bab 55
56 bab 56
57 bab 57
58 bab 58
59 bab 59
60 bab 60
61 bab 61
62 bab 62
63 bab 63
64 bab 64
65 bab 65
66 bab 66
67 bab 67
68 bab 68
69 bab 69
70 bab 70
71 bab 71
72 bab 72
73 bab 73
74 bab 74
75 bab 75
76 bab 76
77 bab 77
78 bab 78
79 bab 79
80 bab 80
81 bab 81
82 bab 82
83 bab 83
84 bab 84
85 bab 85
86 bab 86
87 bab 87
88 bab 88
89 bab 89
90 bab 90
91 bab 91
92 bab 92
93 bab 93
94 bab 94
95 bab 95
96 bab 96
97 bab 97
98 mohon maaf
99 bab 98
100 bab 99
101 bab 100
102 bab 101
103 bab 102
104 bab 103
105 bab 104
106 bab 105
107 Bab 106
108 bab 107
109 bab 108
110 bab 109
111 bab 110
112 bab 111
113 bab 112
114 bab 113
115 minta maaf
116 bab 114
117 bab 115
118 bab 116
119 bab 117
120 bab 118
121 bab 119
122 bab 120
123 bab 121
124 bab 122
125 bab 123
126 bab 124
127 bab 125
Episodes

Updated 127 Episodes

1
bab 1
2
bab 2
3
bab 3
4
bab 4
5
bab 5
6
bab 6
7
bab 7
8
bab 8
9
bab 9
10
bab 10
11
bab 11
12
bab 12
13
bab 13
14
bab 14
15
bab 15
16
bab 16
17
bab 17
18
bab 18
19
bab 19
20
bab 20
21
bab 21
22
bab 22
23
bab 23
24
bab 24
25
bab 25
26
bab 26
27
bab 27
28
bab 28
29
bab 29
30
bab 30
31
bab 31
32
bab 32
33
bab 33
34
bab 34
35
bab 35
36
bab 36
37
bab 37
38
bab 38
39
bab 39
40
bab 40
41
bab 41
42
bab 42
43
bab 43
44
bab 44
45
bab 45
46
bab 46
47
bab 47
48
bab 48
49
bab 49
50
bab 50
51
bab 51
52
bab 52
53
bab 53
54
bab 54
55
bab 55
56
bab 56
57
bab 57
58
bab 58
59
bab 59
60
bab 60
61
bab 61
62
bab 62
63
bab 63
64
bab 64
65
bab 65
66
bab 66
67
bab 67
68
bab 68
69
bab 69
70
bab 70
71
bab 71
72
bab 72
73
bab 73
74
bab 74
75
bab 75
76
bab 76
77
bab 77
78
bab 78
79
bab 79
80
bab 80
81
bab 81
82
bab 82
83
bab 83
84
bab 84
85
bab 85
86
bab 86
87
bab 87
88
bab 88
89
bab 89
90
bab 90
91
bab 91
92
bab 92
93
bab 93
94
bab 94
95
bab 95
96
bab 96
97
bab 97
98
mohon maaf
99
bab 98
100
bab 99
101
bab 100
102
bab 101
103
bab 102
104
bab 103
105
bab 104
106
bab 105
107
Bab 106
108
bab 107
109
bab 108
110
bab 109
111
bab 110
112
bab 111
113
bab 112
114
bab 113
115
minta maaf
116
bab 114
117
bab 115
118
bab 116
119
bab 117
120
bab 118
121
bab 119
122
bab 120
123
bab 121
124
bab 122
125
bab 123
126
bab 124
127
bab 125

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!