Akhirnya Dinda pun kembali ke rumah dengan mengendarai angkutan umum lagi.
Dia tidak mempunyai cukup uang untuk memesan taksi online.
Karena uang belanja yang di berikan oleh mertuanya jauh di bawah kata cukup.
Dinda pun pulang dengan wajah yang pucat karena perut nya terasa sangat mual.
Krit
Pintu rumah ku buka dengan lebar dan aku membawa barang belanjaan ku ke dapur dan meletakkan dengan begitu saja.
Dan aku langsung berlari ke arah kamar mandi karena perut ku terasa sangat mual.
Setelah mengeluarkan semua isi perut ku aku pun membasuh wajahku yang terasa berdebu.
Dengan tertatih tatih aku pun masuk kedalam kamar untuk membaringkan tubuh ku sebentar.
\*\*\*
"Dinda ...!"
Panggil mama Niko sambil berteriak memanggil ku.
" Apaan sih mama Niko ini ,udah kayak kebun binatang aja rumah ini sedikit sedikit berteriak" umpat ku dalam hati.
Dengan susah payah aku bangkit dari tempat tidur karena tubuh ku sangat lemas karena kehamilan muda ini.
" Iya ma " jawab ku sambil menuju ke dapur dengan wajah yang sangat pucat.
Wajah mama nya Niko sungguh tak sedap di pandang, dia sangat kesal dengan menantu nya itu.
" Aduh pasti banyak drama lagi ni " ujar ku dalam hati.
" Heh ,sini kamu jangan berdiri aja di sana " ujar mama Niko sambil menarik tanganku
" Coba kau lihat apa aja yang kau belanja kan" ujar mama nya Niko dengan kesal
Aku sangat ketakutan dengan ekspresi wajah mama nya Niko.
" Mana belanjaan yang mama suruh beli kenapa cuma ikan aja yang kamu beli ?" ujar mamanya Niko kesal.
Aku hanya tertunduk tak berani untuk melihat kearah mama nya Niko
"Jawab,jangan hanya diam saja !"ujar mama nya Niko lagi.
" Hei ,kalau di tanya mama tu jawab ,apa telinga mu tuli " ujar adik nya Niko yang juga berada di dapur.
Aku sangat kesal dengan Nina adiknya Niko itu ,tak ada sopan santun dengan ku sebagai kakak iparnya.
"Dinda.."teriak mamanya lagi sambil memukul meja makan
Aku pun terkejut dan mengeluarkan air mata,entah kenapa selama kehamilan ini hati ku sangat sensitif dan mudah se…
Aku Sangat Membencimu Ayah
Niko di pecat
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 86 Episodes
Comments