Senja mulai berganti malam ketika Liana tiba di rumah Amara. Amara menyambutnya dengan pelukan hangat, tapi Liana segera menyadari ada sesuatu yang salah.
Liana melirik ke dalam rumah
"Mana Rafael? Dan, siapa itu yang duduk di sofa? Jangan bilang dia Diana?"
Amara hanya mengangguk pelan, sementara Liana menghela napas panjang.
Liana dengan nada ketus
"Jadi ini orang yang kau ceritakan? Orang yang katanya ‘teman’ tapi seenaknya tinggal di rumahmu? Hebat juga nyalinya."
Amara menarik tangan kakaknya, mencoba menenangkan.
"Kak, tolong... jangan buat keributan."
Liana menatap Diana yang sekarang berdiri di ruang tamu, tersenyum tipis.
Diana:
"Ah, ini pasti kakak Amara. Senang bertemu. Aku sering dengar cerita tentangmu."
Liana tersenyum sinis
"Oh, ya? Aku juga sering dengar cerita tentangmu. Sayangnya, semua cerita itu... tidak terlalu menyenangkan."
Wajah Diana berubah sedikit tegang, tapi ia tetap berusaha menjaga sikapnya.
---
Saat makan malam, suasana meja terasa tegang. Liana sengaja melontarkan komentar pedas, membuat Diana semakin tidak nyaman.
Liana melirik piring Diana
"Diana, kau makan banyak juga, ya. Tidak heran kau betah di sini. Makanan gratis, tempat tinggal gratis... semuanya serba nyaman."
Diana meletakkan garpunya perlahan, berusaha tersenyum meskipun hatinya panas.
"Aku hanya membantu Amara, tidak lebih."
"Membantu? Dengan tinggal di sini selama berminggu-minggu? Hebat sekali caramu ‘membantu.’ Mungkin aku juga harus belajar darimu."jawab nya dengan senyuman sinis
Amara yang duduk di samping Rafael mencoba menyela, tapi Liana mengangkat tangannya, menghentikannya.
Liana menatap Diana
"Diana, aku hanya ingin memastikan kau tidak lupa siapa pemilik rumah ini. Kau tamu di sini, bukan tuan rumah."
Rafael mencoba menenangkan situasi.
"kak, cukup. Diana sudah banyak membantu Amara selama aku sibuk bekerja."
Liana tersenyum dingin
"Benarkah, Rafael? Kalau begitu, mungkin aku yang salah. Tapi, aku rasa ‘membantu’ tidak perlu dilakukan dengan cara menempel ter…
Penghianatan Yang Tak Terduga
06
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 95 Episodes
Comments
Irma
ahh puah banget deh nggak bisa di ungkapkan dengan kata-kata pokoknya P U A S
2024-12-12
0