33

Ferdi sudah berangkat kerja sejak pagi. Di rumah, suasana terasa sunyi. Sinta memilih mengurung diri di kamar. Tidak ada kegiatan yang berarti, hanya memandangi langit-langit dan memainkan ponselnya. Kadang, rasa lapar atau haus memaksanya keluar kamar, tetapi langkahnya selalu terukur, nyaris tanpa suara.

Ketika berpapasan dengan Amara di ruang tengah, Sinta memasang wajah dingin. Pandangannya lurus ke depan, tidak sedikit pun memperhatikan kakak iparnya itu. Sikapnya seolah Amara adalah udara kosong, keberadaannya tidak berarti.

Amara, yang sedang memeriksa beberapa berkas di tangannya, mendongak. Dia memperhatikan Sinta yang berjalan melewatinya begitu saja tanpa sepatah kata pun. Helaan napasnya terdengar pelan, tetapi cukup untuk menandakan kekesalannya.

Langkah Amara terhenti. Dia tidak menoleh, hanya berdiri membelakangi Sinta. Dengan suara yang tegas namun tetap tenang, dia berkata,

"Jadi, ini topengmu, Sinta?"

Sinta terdiam, tidak segera menjawab. Namun, alisnya sedikit terangkat, menunjukkan keterkejutannya atas kata-kata itu.

Amara melanjutkan tanpa menunggu respons, "Tenang saja, aku tidak akan merebut kakakmu. Tapi, asal kamu tahu, kewajibannya sekarang adalah aku. Bukan kamu."

Tanpa menunggu reaksi dari Sinta, Amara melangkah pergi, meninggalkan ruangan. Tapi kata-kata itu, seperti pisau tajam, menancap di hati Sinta.

Sinta mengepalkan tangan, rahangnya mengeras. Dalam hati, dia bergumam, "Aku tidak akan diam saja. Kita lihat siapa yang menang di akhir."

Amara berdiri di dapur, apron melilit pinggangnya, tangannya sibuk menyiapkan makan malam untuk Ferdi. Aroma tumisan bawang memenuhi ruangan, namun pikirannya jauh melayang. Hatinya terasa sesak, bukan karena lelah fisik, tapi karena emosi yang selama ini terpendam.

“Kenapa aku harus takut? Ini rumahku, hakku. Bahkan Ferdi adalah suamiku, tanggung jawabku, bukan tanggung jawab Sinta,” pikir Amara dengan gemas. Ia meletakkan spatula ke meja dan menatap kosong ke depan.

Selama ini, ia mencoba menahan dir…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!