94

Ponsel Dita berdering, memecah keheningan malam yang sunyi. Matanya langsung tertuju pada layar yang terus bergetar, menampilkan nama Andrian. Dita menghela napas kasar, ragu sejenak sebelum akhirnya mengangkat panggilan itu.

"Halo, Dit. Apa kamu baik-baik saja?" suara Andrian terdengar di seberang sana, membuat Dita mengerutkan dahi.

"Aku baik-baik saja. Memangnya kenapa?" tanyanya bingung.

"Kemarin Nadira datang ke sini. Dia membuat rusuh, dan Mama baru memberitahuku sekarang."

Dita membelalakkan mata. "Jadi dia ke rumahmu dulu sebelum ke rumahku?" lirihnya, meski suaranya masih cukup jelas untuk didengar Andrian.

"Apa maksudmu? Dia datang ke sana juga? Dia tidak menyakitimu, kan?" suara Andrian terdengar panik.

Dita menggeleng pelan. "Tidak. Tapi dia menyuruhku memilih antara cinta dan sahabat."

Andrian terdiam sesaat sebelum akhirnya bertanya dengan suara lirih, "Dan siapa yang kamu pilih?"

Dita menarik napas dalam sebelum menjawab dengan mantap, "Aku memilihmu."

Senyum Andrian terukir di wajahnya, meskipun Dita tidak bisa melihatnya. "Kamu serius?" tanyanya, ingin memastikan.

"Ya," lirih Dita pelan.

"Terima kasih telah memilihku. Aku akan buktikan keseriusanku padamu. Aku tidak akan menyakitimu, apalagi mengkhianatimu, Dit," ujar Andrian dengan suara penuh keyakinan.

Dita tersenyum samar, mengangguk perlahan. "Buktikan saja," balasnya singkat.

"Pasti," jawab Andrian dengan mantap.

Beberapa menit mereka berbincang di telepon, namun suara Dita terdengar lemah dan singkat setiap kali menjawab pertanyaan Andrian.

Andrian tidak marah. Dia sangat mengerti—Dita telah memilih dirinya dibanding sahabat masa kecilnya. Keputusan itu pasti berat baginya. Karena itu, Andrian berusaha menghiburnya, mencoba membuatnya merasa lebih baik.

Namun, respon Dita begitu lemah. Jawabannya singkat, tidak seperti biasanya. Hal itu membuat Andrian semakin khawatir.

Andrian menggenggam ponselnya erat. Dahinya sedikit berkerut, matanya menatap kosong ke kejauhan. Kekhawatiran menyelimuti h…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!