"Tapi Pak Arman sudah ada istri lagi belum?." Salwa menyelidiki laki-laki yang telah mengutarakan keseriusannya pada Ibu Laila mereka.
Karena mereka sudah tahu cerita Pak Arman yang menikah dengan Inggit lalu Inggit meninggal karena sakit. Jadi sekarang mereka menginginkan Pak Arman berjodoh dengan Ibu Laila nya.
"Jangankan istri, kekasih saja tidak ada. Pak Arman memang sengaja menunggu Ibu Laila."
Salwa dan Halwa mengangguk. "Baik, karena kami maunya Pak Arman. Maka kami akan membantu Pak Arman sampai menikah dengan Ibu Laila."
"Oke, tapi sekarang Pak Arman harus pulang. Nanti kita sambung lagi pembicaraan ini."
"Iya."
"Jaga Ibu Laila untuk Pak Arman."
"Siap." Sahut mereka serempak.
Arman pulang bersamaan dengan tutup toko, laki-laki itu menyempatkan diri menghampiri Laila yang keluar dari toko bersama beberapa pegawainya.
"Kamu mau pulang!" tanya Laila.
"Iya."
"Terima kasih sudah mengantar, maaf merepotkan."
"Tidak apa-apa, aku senang bisa membantu kamu. Oh iya mobil kamu sebentar lagi sampai."
"Nanti Pak supirnya pulang sama kamu?."
"Iya, aku menunggu di rumah saja."
"Kenapa tidak menunggu di sini?."
Arman tersenyum lebar. "Kamu mau aku menunggu di sini?."
"Iya." Jawab Laila jujur.
"Oke." Keduanya berjalan menuju teras rumah. Karena tadi tidak sempat menemai Arman, karena harus menyiapkan kue untuk besok pagi.
Mereka duduk santai di sana sambil menikmati cahaya rembulan.
"Besok kamu ke Bandung lagi?."
"Iya tapi mungkin sebelum subuh sampai sana. Karena sudah banyak kue yang kosong."
"Mau bareng sama aku?." Arman sudah berani menggoda Laila.
Laila tersipu malu. "Tidak apa-apa, saya sendiri saja."
Arman mengangguk tapi tidak berani menggoda lebih jauh. Kebetulan supir juga sudah sampai membawa mobilnya. Laila mengucapkan terima kasih. Memberikan bingkisan berupa kue buatan tangannya sendiri.
Mau tidak mau Arman pun pamit pulang pada Laila. Tapi pamitnya sekalian besok membuat janji untuk bertemu lagi.
Pukul tiga pagi Laila sudah bersiap akan berangkat ke kota Band…
Laila
Bab 43
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 48 Episodes
Comments
Watini Salma
wes gek ndang digas, kesuwen /Joyful/
2025-01-27
1
Lisa
😊 ayo gercep Arman
2025-01-27
0