Langit perlahan berubah warna, dari kelam menjadi kebiruan pucat. Udara malam masih menggigit, tapi ada kelembutan samar yang menandakan fajar mulai menjenguk.
Flavio dan Naoki duduk bersandar di balik dinding batu, di halaman belakang menara jam yang sepi. Dedaunan bergoyang pelan ditiup angin. Suara jangkrik terdengar samar—seperti melodi penutup setelah malam yang kacau.
Flavio menunduk, tangannya menggenggam rumput dingin. Nafasnya berat, bukan karena lelah fisik semata… tapi karena ada sesuatu yang menyesakkan dada.
“Kau tahu,” katanya lirih, “aku tidak ingat kapan terakhir kali aku merasa... takut seperti ini.”
Naoki menoleh, tak menjawab.
“Aku suka petualangan. Suka ketemu orang aneh. Kadang aku bicara sendiri, atau bicara sama... ya, otakku sendiri. Tapi saat mereka—makhluk tadi—masuk ke kamar itu, aku...” Flavio menghentikan kalimatnya.
Naoki menunggu.
“Aku benar-benar merasa sendirian. Walau tahu kau ada di sana. Rasanya... dingin, dan berat. Seolah... ada sesuatu dari dalam diriku yang dipanggil oleh mereka.”
Keheningan menyelimuti. Mata Flavio masih memandangi tanah.
Naoki menghela napas, kemudian menepuk pundaknya pelan. “Itu karena mereka memang tidak sekadar memburu tubuhmu. Mereka memburu siapa dirimu yang sebenarnya. Dan masalahnya…”
Naoki menatap langit sejenak. “...Kau sendiri belum tahu itu siapa.”
Flavio menoleh, mencoba tersenyum. “Kau selalu tahu cara membuatku tenang, sekaligus makin panik dalam satu kalimat.”
Naoki tersenyum kecil.
“Lalu,” lanjut Flavio, suaranya mulai sedikit ringan, “apa kita akan terus berlari seperti dua penjual donat ilegal yang dikejar penjaga pasar?”
Naoki tertawa. Tawa yang kecil, tapi tulus. Itu pertama kalinya Flavio melihatnya seperti itu—lepas dari kewaspadaan dan rasa cemas.
“Tidak,” jawabnya kemudian. “Kita tidak hanya akan lari. Kita akan mencari tahu... kenapa mereka memburumu. Dan apa yang sebenarnya sedang terjadi di dunia ini.”
Flavio mengangguk. Tapi di dalam dirinya, badai mulai berputar.
Ada sesuatu yan…
Perjalanan Dewa NPC Ke Berbagai Dimensi
TEMUAN YANG ANEH
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 52 Episodes
Comments