Mobil hitam sederhana yang dikendarai Aldrich berhenti perlahan di depan kontrakan Zahira. Jalanan sempit itu sepi, hanya ada suara jangkrik dan sesekali gonggongan anjing tetangga. Lampu teras yang remang membuat suasana terasa damai, kontras dengan ketegangan yang baru saja mereka lewati.
Zahira memegang erat tas di pangkuannya. Nafasnya mulai normal, tapi rasa takut masih tersisa. Ia menoleh pada Aldrich yang dengan percaya diri memarkirkan mobil.
“Udah sampai. Aman kan?” tanya Aldrich, suaranya tenang, seolah baru saja menyelamatkan dunia.
Zahira mengangguk kecil, wajahnya tetap tegang. “Iya… makasih banyak, Aldrich. Kalau tadi kamu nggak muncul, aku… aku nggak tahu apa jadinya.”
Aldrich tersenyum tipis, menegakkan badan dengan gaya sok cool. “Yaelah, kecil itu mah. Anak-anak begitu nggak ada apa-apanya buat gue.”
Dalam hatinya, Aldrich bersorak: Yes, berhasil! Dia percaya gue jagoan.
Zahira menghela nafas, tapi rasa penasarannya muncul. “Tapi… aneh ya. Mereka tiba-tiba kabur gitu aja, padahal tadi banyak banget. Kok bisa?”
Aldrich agak kikuk, lalu buru-buru menepuk dadanya, menahan senyum yang hampir pecah. “Ya jelaslah, karena gue. Mereka tahu siapa lawannya. Gue itu kalau udah marah, serem banget. Makanya mereka kabur.”
Zahira menatapnya dengan mata bulat, antara kagum dan bingung. “Oh… jadi gitu, ya.”
Tanpa mereka sadari, di seberang jalan yang remang, ada seseorang berdiri diam. Bayangan tubuhnya menyatu dengan tembok tetangga yang kusam. Matanya menatap tajam, bibirnya terkatup rapat. Zayn.
Ia sengaja lewat dari depan kontrakan Zahira untuk sekedar menghilangkan rindunya, tapi ia malah melihat mobil Aldrich berhenti tepat di depan kontrakan Zahira. Matanya langsung tertuju pada sosok Zahira yang turun dari mobil dengan wajah lega, sementara Aldrich berdiri gagah di sampingnya.
Hati Zayn bergetar aneh. Tangannya mengepal, keningnya berkerut. “Kenapa Zahira bisa bareng Aldrich? Malam-malam pula…” gumamnya dalam hati.
Zayn bukan tipe orang yang gampang cembur…
Bidadari Untuk Zayn
Bab 89
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 102 Episodes
Comments
partini
waduh dah lama masih aja belum akrab ma rekan kerja, bismillah aja Thor semua akan baik" saja berjalan lancar tidak ada hambatan
fokus saja dulu ke pekerjaan biar maksimal, novelnya pending dulu kalau udah nyaman baru di lanjut semangat 👍👍👍
2025-10-04
0
Bunda Dzi'3
bismillah Allah mudahkan lancarkan sgala urusan mu thor...sehat slalu&ttp smngts🤲🖤
2025-10-05
1
Susi Akbarini
Aamiin..
doa terbaik selalu buat kak Lianali...
❤❤❤❤❤
2025-10-04
1