Surat itu terasa begitu berat di tangan Dimas, seolah menyimpan beban seluruh masa lalunya. Dengan napas tertahan, Dimas menyobek sisi amplop tersebut. Kertas di dalamnya berbau harum samar, kontras dengan bau gudang toko yang lembab dan berdebu.
Isinya adalah sebuah undangan pernikahan. Nama Andin tertera dengan anggun di sana, bersanding dengan nama seorang pria yang terlihat sukses dan berpendidikan dari gelar yang menyertai namanya.
Dimas merasa dunianya sejenak berhenti berputar. Matanya menyapu setiap detail undangan itu. Andin, wanita yang dulu ia tinggalkan dalam kepahitan saat harta bendanya ludes, kini tampak telah menemukan pelabuhan yang jauh lebih kokoh. Ia tidak lagi hidup dalam bayang-bayang kegagalan Dimas.
"Jadi ini... ini alasan kenapa kamu menghilang, Andin," bisik Dimas lirih. Suaranya pecah di tengah kesunyian gudang.
Ada rasa sesak yang menghujam dada, sebuah perasaan kalah yang telak. Dulu, Dimas merasa dirinya adalah pusat semesta bagi Andin, namun realitas kini menamparnya keras: Andin telah move on. Ia telah membangun kehidupan baru yang stabil, jauh dari kemiskinan yang Dimas wariskan.
Dimas terduduk di atas peti kayu kosong, menatap undangan itu dengan pandangan kosong. Bayangan Andin yang dulu sabar menemaninya saat ia masih bergelimang harta, hingga saat ia jatuh miskin dan menjadi bahan tertawaan orang, kembali berkelebat. Andin adalah saksi bisu keangkuhan Dimas dulu, dan kini, ia menjadi saksi bisu kejatuhan Dimas sekarang.
"Mas Dimas? Kenapa masih di sini? Gudang mau dikunci," suara rekan kerjanya dari depan pintu membuyarkan lamunannya.
Dimas dengan cepat memasukkan surat itu ke dalam saku celananya, menyembunyikannya seolah itu adalah aib. "Iya, sebentar lagi selesai," jawabnya berusaha setenang mungkin.
Sesampainya di kontrakan, Dimas tidak menceritakan apa pun pada Bu Lasmi atau Melinda. Ia merasa rahasia ini adalah miliknya sendiri—sebuah pengingat akan kesalahannya yang tak bisa diperbaiki. Ia berbaring di atas tikar, menatap…
Aku Menjaga Harga Dirimu, Tapi Kau Melukai Hatiku
Bayang - Bayang Dari Masa Lalu
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 60 Episodes
Comments