25. Tamparan Tak Kasat Mata

"Ayo, Paman antar pulang. Jangan takut. Kalau ada apa-apa, Paman yang belain."

Kalimat itu sederhana. Tapi seperti palu godam menghantam tembok pertahanan terakhir Indah.

Matanya berkaca.

Air matanya menetes.

Bukan karena takut pulang, tapi karena tak menyangka masih ada yang sudi berpihak padanya di tengah kehidupan yang tak henti-henti menampar.

Ia tak terlalu dekat dengan Usman. Hanya sekadar saling menyapa saat ketemu di jalan. Tapi malam ini, pria itu datang seperti perwakilan kecil dari Tuhan yang ingin bilang,

“Tenang, belum semua orang kehilangan hati nurani.”

Indah mengangguk pelan.

Ia peluk Rayhan lebih erat.

Dan saat berdiri, pikirannya langsung dihantam pertanyaan baru.

"Lalu kalau aku pulang… drama apa yang menunggu kali ini?"

Piring terbang?

Teriakan Sari?

Tamparan Hendra?

Atau... cukup sunyi yang menyakitkan?"

Entahlah.

Yang jelas, malam ini Indah belajar satu hal:

Di antara orang-orang yang menyakitimu, akan selalu ada satu-dua orang tak terduga yang diam-diam menahanmu dari jatuh lebih dalam.

Dan malam ini... namanya adalah Usman.

Meski besok hidup mungkin tetap babak belur, setidaknya malam ini ada punggung tempat berlindung,

dan kata-kata yang mengalir bagai setetes air di tengah Padang pasir—

terlalu sedikit untuk menyembuhkan, tapi cukup untuk membuatnya tetap hidup.

Indah pamit pada Soleha dan suaminya, berjalan pelan di belakang Usman, langkahnya nyaris tak bersuara, seolah ia takut bumi ikut mendengar betapa lelahnya ia malam ini.

Entah Usman memang punya urusan dengan suami Soleha atau memang Tuhan mendadak menyentuh hatinya untuk jadi penyelamat darurat.

Yang jelas, pria itu muncul seperti malaikat pensiunan yang masih punya simpati sisa.

Atau mungkin… tetangga yang nonton TV tadi membocorkan keberadaan Indah, lengkap dengan bumbu versi mereka:

“Kasihan, Pak Usman. Indah ngungsi. Gak kuat dia dimarahin mulu.”

Maka beredarlah desas-desus seperti kuah sayur yang terlalu encer tapi tetap dikonsumsi.

Usman tak banyak tanya. Ia hanya berjala…

Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya

Download aplikasi
Terpopuler

Comments

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸

terima kasih paman usman. aku pun mau ikut arisan memulangkan indah ke kampungnya, kalau tak ada yg mau terima, aku tampung di rumahku, lebih dekat lagi. sama-sama Sumatra, tak perlu nyebrang pulau.

2025-07-16

1

Yunita Sophi

Yunita Sophi

terima kasih pak Usman... semoga aja Indah di pulangkan agar dia bisa lepas dari kluarga toxis dan suami yg gak punya hati...

2026-04-22

1

Siti Jumiati

Siti Jumiati

terimakasih atas bantuannya pak Usman, semoga setelah ini indah bisa bahagia.

2025-07-16

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!