"Kalung Tuti dipinjam, sampai sekarang belum dikembalikan." Tanpa basa-basi, Sari membuka suara dengan nada tajam.
"Ohh... yang katanya dipinjam Hendra itu? Kenapa Ibu ngomongnya ke aku? Yang pinjam, 'kan, anak Ibu sendiri," jawab Indah, berusaha tenang.
"Kalau Hendra yang pinjam, kamu sebagai istrinya harus tanggung jawab, dong!"
Menikah dengan anak sulung yang jadi tulang punggung keluarga, Indah dibawa ke pelosok tanpa akses memadai, tanpa kamar pribadi, dan tanpa perlindungan.
Ibu mertuanya merasa Indah adalah saingan dalam merebut cinta sang anak.
Sementara Hendraโsuami yang seharusnya jadi penengahโlebih sering diam, seolah tak mendengar luka yang dialami istrinya.
Mampukah Indah mempertahankan rumah tangganya sendirian? Atau haruskah ia menyerah pada keluarga yang tak pernah benar-benar menerimanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ๐ฏ๐๐๐๐๐๐๐๐, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MEMAAFKAN BUKAN MELUPAKAN Komentar