Berkunjung ke rumah mertua

Sebulan sudah Kanz dan Ana hidup bersama,sejauh ini kedua nya terlihat baik-baik saja bahkan hubungan keduanya semakin erat beda pertama nya tinggal bersama .

Ana tengah membereskan pakaian Kanz , tiba-tiba saja pria itu mengajaknya untuk menginap di rumah orang tuanya dan tentu saja Ana senang, setelah sekian purnama akhirnya Kanz mengajaknya untuk menginap di rumah orang tua nya .

Dia sudah merindukan penghuni rumah itu sekalipun setiap hari mereka melakukan panggilan video tapi itu tidak cukup untuk Ana.

Tok ....tok ....

" Mba " Panggil dari arah pintu.

" Masuk Dek " Ujar Ana sedikit berteriak.

Tidak berselang lama pintu kamar terbuka menampakkan adik iparnya tapi lucu nya hanya kepala saja .

" Masuk Dek " Ujar nya tersenyum,Zahra membuka lebar pintu kamar Kanz yang kini di tempati bersama Ana .

" Kata Abang ,kalian mau tidur di rumah Mama Aisyah " Zahra di minta oleh kedua orang tua Ana untuk memanggil mereka sama dengan Ana .

" Iya, Mba juga kaget " Ujar Ana bingung namun wajahnya terlihat begitu senang .

" Berarti Zahra sendiri dong ,lama tidak ke sana nya ? " Rengek nya ,Zahra yang sudah terbiasa bersama Ana merasa kosong jika tiba-tiba mereka pergi.

" Hm, kalau itu terserah Abang" Jawab Ana tersenyum.

" Semoga saja tidak lama " Cicit Zahra sambil menatap Ana yang sudah selesai menyusun pakaian yang akan mereka bawah .

🌹

🌹

🌹

" Kata Zahra jangan lama di sana ? " Kini Kanz dan Ana sudah di perjalanan menunju rumah orang tua nya.

" Hanya 2 malam saja ,tidak papa kan ? " Ana mengaguk, jangan kan dua malam 1 hari saja Ana sudah bersyukur. Karena biasanya dia hanya berkunjung saja itupun hanya sendiri dan pulang akan di jemput oleh Kanz jika pria itu sudah tidak sibuk.

" Mau singgah beli sesuatu dulu ? " Tawar Kanz menatap Ana.

" Langsung saja ,tadi juga Bunda sudah membungkus kan beberapa makanan untuk di bawah " Jawab Ana tersenyum.

" Sudah selesai tamu nya " Ana langsung menatap Kanz kaget " Sudah ,kenapa ? " Kanz menggelengkan kepalanya pelan matanya tetap fokus ke depan .

Awalnya Ana sudah mulai takut jika dia benar-benar hamil di mana sudah telat 3 hari, karena jujur dia belum siap terlebih statusnya seorang pelajar dia masih ingin fokus dulu menyelesaikan masa sekolah nya tanpa harus terhalang oleh kehamilan nya .

Apa aku harus melakukan lagi Batin Ana terus menatap Kanz .

Bukan nya Ana tidak tahu karena memang Mama Aisyah selalu memberikan wejangan pada nya ,namun Ana masih takut-takut untuk melakukan nya padahal mereka bisa melakukan dengan pengaman.

Ana memalingkan wajahnya ke arah luar , tiba-tiba saja perasaan nya tidak tenang , padahal Kanz hanya menanyakan tamu bulanan nya tapi kenapa dia jadi takut .

Astaga Ana batin Ana kesal .

" Kenapa ? " Ana menatap ke arah Kanz " Kamu terlihat gelisah,jika ada yang menggangu pikiran mu katakan saja " Nyata nya pria itu peka sekalipun mata nya fokus kedepan .

" Tidak Bang " Jawab Ana pelan .

🌹

🌹

🌹

Kehadiran keduanya langsung di sambut oleh Aisyah, melihat mobil menantu nya membuat senyum wanita itu semakin lebar .

" Kenapa lama sampai nya ? " Ujar Aisyah saat Ana dan Kanz sudah di depan nya .

" Macet Ma " Ujar Kanz mencium punggung tangan Aisyah lalu gantian dengan Ana.

" Dari Bunda " Aisyah menatap tangan Kanz " Astaga kenapa harus repot-repot segala sih " Ujarnya menerima bawaan yang di berikan Kanz .

" Nanti Mama hubungin Bundamu " Ujar Aisyah lalu meminta ke-dua nya untuk masuk .

" Sudah datang " Ana langsung memeluk nenek nya dengan erat setelah itu gantian pada kakek nya .

" Ana kangen " Rengek manja .

" Nek " Kanz mencium punggung tangan wanita yang sudah tidak muda itu lalu berjalan ke arah pria yang ada di samping nya .

" Gimana sehat kan ? " Tanya nya pelan .

" Sehat Kek, Kakek juga sehat kan ? " Tanya Kanz balik .

" Sehat Nak " Jawab nya sambil menepuk pundak Kanz .

" Papa sama Felan mana ? " Tanya Ana ,wanita itu masih berada dalam pelukan kakek nya .

" Adikmu seperti biasa main Game ,kalau Papa mu lagi mandi baru pulang dari main sama teman-teman nya " Jawab Aisyah tersenyum.

" Kalau gitu Ana sama Kanz ke kamar dulu ya " Izin Ana pelan .

" Ya ,nanti Mama panggil kalau sudah waktunya makan " Ana mengaguk tersenyum" Ayo bang " Kanz langsung mengikuti langkah Istri nya itu .

" Welcome " Ana membuka lebar pintu kamarnya mempersilahkan Kanz untuk masuk " Ini kamarku " Lanjut nya tersenyum.

" Jelek sekali kamarmu " Ujar Kanz tersenyum karena ini pertama kalinya dia masuk dalam kamar wanita itu .

"Sembarangan " Jawab ana cemberut,

" Abang istirahat saja dulu ,aku bereskan dulu pakaian Abang " Lanjut nya pelan .

" Kenapa kamu bawah banyak sekali " Tanya Kanz tanpa mengalihkan pandangannya dari Ana .

" Biar nanti kalau kita menginap lagi kita tidak bawah pakaian lagi " Jawab Ana mulai mengeluarkan pakaian Kanz dari tas nya .

" Abang istirahat saja ,nanti setelah ini aku mau bantu Mama di dapur " Ujar Ana .

" Abang mau selesai kan tugas saja " Ujarnya berjalan ke arah meja yang seperti nya meja belajar Ana ..

" Mau di buatkan jus tidak ? " Tawar Ana .

" Boleh " Jawab Kanz .

Setelah menyelesaikan urusannya dikamar Ana langsung meninggalkan Kanz sendirian di kamar .

" Mama " Panggil Ana pelan .

" Mau minum ? Kenapa tidak minta tolong sama bibi saja " Ujar Aisyah lembut.

" Mau buatkan jus untuk bang Kanz sekalian mau ngomong sesuatu sama Mama " Aisyah mengerutkan keningnya " Tentang ? " Tanya Aisyah penasaran.

" Aku buat dulu jus baru ngomong sama Mama " Aisyah semakin di buat penasaran " Ngomong saja Mba " Ujar Aisyah tak sabaran .

" Nanti saja ,kalau sudah selesai bikin jus biar enak ngobrol nya " Ujar Ana tersenyum geli karena tingkah Ibunya yang tidak sabaran.

" Tentang apa ? " Aisyah semakin tidak sabar membuat Ana tertawa keras .

" Nanti Mama " Ana meninggalkan Aisyah yang sibuk mengurus makan malam, sedangkan dia ke arah lemari pendingin.

" Kalau Mba belum mau cerita tidak usah ngomong lebkh awal " Ujar Aisyah kesal .

" Anakmu baru datang tapi kamu sudah memarahi nya " Kedua wanita itu menatap ke sumber suara .

" Papa " Ana langsung berdiri berlari ke arah Felix .

Hap

Felix dengan sigap menangkap tubuh Putri nya " Astaga kamu membuat Papa jantungan " Kelakar Felix membuat Ana tertawa .

" Ana kangen sama Papa " Ujarnya jujur.

" Papa lebih merindukan kamu sayang " Jawab Felix mengelus punggung Ana .

" Kalau Kanz melihat mu seperti itu pasti dia akan menyesal telah menikahimu, cepat sana buatkan jus nanti suamimu menunggu lama " Ujar Aisyah masih kesal .

" Kamu berulah lagi " Ana menggelengkan kepalanya lalu menatap Aisyah" Mama lagi kepo dengan urusan rumah tangga ku " Jawab nya tertawa kecil.

" Anak ini " Felix menurunkan tubuh Ana lalu mengacak rambut nya dengan pelan.

" Papa mau di buatkan juga jus ? " Tanya Ana lembut .

" Memang kamu bisa " Ana menggaguk tersenyum" Bunda Risna mengajari ku dengan baik Pa " Ujarnya sombong, namun itu membuat Felix senang.

" Boleh " Jawab Felix menarik kursi untuk duduk .

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Kehidupan baru
2 Satu permintaan
3 Berkunjung ke rumah mertua
4 Sudah siap
5 Izin ke mall
6 Nonton bersama
7 Ulah Hanum
8 8
9 9
10 janjian sama cowo lain
11 Tampan ,pintar dan banyak uang
12 Brutal
13 Pulang bersama
14 Kurang gatal
15 Pelet
16 16
17 Kedatangan orang tua
18 Bisikan Hanum
19 keusilan Zahra
20 malu-maluin
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 Kalau bisa dua
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 Gorengan
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 Pantasan menikah
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 Kangen
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 Jejak yang Tertinggal dan Rahasia yang Disembunyikan
69 69
70 Pertemuan yang terlambat
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 Novel Baru
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Kehidupan baru
2
Satu permintaan
3
Berkunjung ke rumah mertua
4
Sudah siap
5
Izin ke mall
6
Nonton bersama
7
Ulah Hanum
8
8
9
9
10
janjian sama cowo lain
11
Tampan ,pintar dan banyak uang
12
Brutal
13
Pulang bersama
14
Kurang gatal
15
Pelet
16
16
17
Kedatangan orang tua
18
Bisikan Hanum
19
keusilan Zahra
20
malu-maluin
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
Kalau bisa dua
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
Gorengan
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
Pantasan menikah
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
Kangen
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
Jejak yang Tertinggal dan Rahasia yang Disembunyikan
69
69
70
Pertemuan yang terlambat
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
Novel Baru
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!