Sudah siap

Ana tengah menatap pantulan dirinya di depan kaca besar kamar mandi ,malu ,takut , canggung bercampur mejadi satu .

Bisa Ana...bisa Batinnya menyemangati diri nya sendiri.

Dengan sekali tarikan napas Ana menarik jubah mandi yang sudah siapkan sejak tadi.

" Kamu bisa Ariana " Gumam nya lalu memegang handle pintu .

Sedangkan di luar Kanz mengerutkan keningnya saat Ana tidak ke luar dari dalam kamar mandi .

" Dia tidak papa kan ? " Gumam Kanz sedikit khawatir, Kanz memilih turun dari tempat tidur mendekat ke arah kamar mandi .

Tok ....

Baru saja satu ketukan pintu kamar mandi terbuka dari arah dalam .

" Abang " Ana menyembulkan kepalanya di cela pintu "Kenapa ? " Kanz mengerutkan keningnya bingung dengan tingkah istri nya .

" Hemb itu....." Keberanian yang sejak tadi Ana kumpul meluap begitu saja saat berhadapan dengan Kanz .

" Kenapa ? " Ulang Kanz khawatir dan itu terlihat dari wajahnya.

" Bisa balik badan dulu " Kanz semakin kebingungan " Kenapa ? Ke luar saja " Titah Kanz tak terbantahkan."

" Itu....Balik .... dulu " Ana semakin gugup bahkan dia sampai mengigit bibir nya .

" Ariana " Kanz menatap datar istri nya membuat Ana takut sekaligus malu .

Huh !!

Bisa Ana batinnya kembali menguatkan dirinya .

Perlahan Ana membuka pintu kamar mandi sedangkan Kanz terus menatap nya ,namun wajah Kanz yang tadi khawatir berubah datar .

" Kamu lupa bawah baju ganti " Tanya Kanz ,tapi seingat nya tadi Ana masuk dalam ruangan ganti.

Ana menggelengkan kepalanya menunduk " Tidak Abang " Cicitnya pelan .

" Terus kenapa pakai jubah mandi ? Mau Abang belikan pembalut nya ? " Ingatan Kanz berputar beberapa hari yang lalu saat wanita itu ke luar dengan menggunakan jubah mandi seperti sekarang.

" Ana sudah selesai bang " Ujar Ana cemberut.

" Lalu kenapa memakai jubah mandi " Tanya Kanz semakin heran .

" Abang tutup mata dulu,cepat " Titah Ana .

" Kamu kenapa sih Sayang " Sekalipun protes Kanz tetap menutup matanya.

Tangan Ana bergetar kala melepaskan jubah mandi nya hingga menyisakan pakaian tipis yang melekat di tubuh nya .

" A-bang boleh buka " Ujar Ana terbata .

Kanz membuka matanya menatap Ana " Lalu " Seperti nya pria itu belum sadar dengan penampilan Ana.

" Abang " Rengek Ana malu menundukkan kepalanya dan saat itu Kanz langsung melotot kan mata nya .

" A-na " Suara Kanz tercetak di tenggorokan nya saat melihat pakaian yang di kenakan Ana .

Ana yang sudah kepalang malu mencoba meraih jubah mandi nya yang sudah tergeletak di lantai, menyadari itu Kanz langsung menarik Ana .

" Abang " Rengek Ana berkaca-kaca sumpah demi apa pun Ana sangat malu bahkan kini wajah sudah seperti tomat merah .

Hap

Kanz menarik Ana dalam pelukan nya, matanya langsung terpejam saat aroma tubuh Ana memenuhi penciuman nya ,Kanz bisa merasakan tubuh Ana bergetar bahkan wanita itu sampai keringat dingin.

" Kamu yakin Sayang ? " Ana mengaguk pelan ,mundur pun itu percuma karena dia sudah melangkah sejauh ini dia tidak ingin egois toh mereka sudah suami istri " Kalau kamu belum siap tidak papa " Ana mengigit bibir bawah nya ,apa kah dia harus mundur ?

" A-bang tidak suka ya " Cicit Ana serak .

Kanz melerai pelukan nya menatap Ana yang sudah menangis namun tidak mengeluarkan suara " Abang sudah menunggu ini sejak kita menikah , tapi Abang tidak ingin egois karena kamu belum siap dan masih takut , Abang menanyakan itu karena abang tidak mau kamu melakukan karena terpaksa " Ujarnya ,namun Ana tetap diam menatap Kanz .

" Sekali lagi Abang tanya ,kamu benar-benar yakin ? " Kanz menatap lekat wajah Ana dengan cemas,dia sudah siap jika Ana mengatakan belum siap bohong kalau Kanz tidak kecewa tapi seperti ucapan nya barusan dia tidak ingin Ana melakukan karena terpaksa.

" Si-ap " Kanz tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya bahkan kini bibir nya tertarik ke atas berbentuk senyuman yang begitu indah .

Untuk menghilangkan rasa gugup yang tiba-tiba saja datang Kanz memalingkan wajahnya ke samping lalu kembali menatap Ana .

" Abang tidak akan berhenti Sayang " Seringai tipis menghiasi sudut bibir Kanz ,membuat Ana menegang takut .

" Tapi ....itu ...Abang ....." Kanz langsung mengakat tubuh Ana ala baby koala dengan sigap Ana melingkar kan kedua tangannya di leher Kanz .

" Sekarang Abang tidak sempat membeli pengaman " Ujar Kanz tepat di depan wajah Ana membuat Ana malu menyembunyikan wajahnya di leher Kanz .

🌹

🌹

🌹

Aisyah tersenyum geli melihat Kanz yang hanya turun sendirian untuk sarapan.

" Istri mu belum bangun ya " Kanz menggaruk belakang lehernya yang tidak gatal ,dia mendadak gugup mendengar pertanyaan Aisyah. Padahal itu pertanyaan biasa namun bagi Kanz itu pertanyaan horor seolah wanita itu tahu apa yang terjadi dengan putri nya itu .

" Kebiasaan memang Mba Ana itu ,kalau libur kaya gini molor terus, syukur suaminya kakak Kanz bagaimana kalau orang lain " Cibir Felan kesal .

" Semalam Ana membantuku kerjakan tugas " Ujar Kanz beralasan.

" Rajin sekali mba Ana, padahal dulu kalau Felan yang minta tolong selalu di tolak " Kanz meringis pelan seperti nya dia salah memberikan alasan .

" Duduk saja tidak perlu mendengarkan ucapan Felan " Ujar Felix .

" Iya Pa " Jawab Kanz menarik kursinya duduk berhadapan dengan Felan .

" Bibi tolong siapkan makanan untuk Ana ya ,nanti di bawah sama suami nya " Pinta Aisyah pada salah satu pelayan .

" Iya Bu " Jawab pelayan.

" Mba Ana memang begitu Kak ,jadi jangan terlalu di biasakan " Ujar Felan pelan.

" Iya " Jawab Kanz tersenyum kuda .

" Beli yang banyak biar kamu tidak kehabisan stok " Ujar Felix tiba-tiba.

Uhuk ....uhuk ...

Kanz langsung tersedak makanan yang baru saja dia telan .

" Mas "

" Felix" Tegur Aisyah bersamaan dengan orang tua nya .

" Selalu aktif kan peredam suaranya " Kanz langsung memalingkan wajahnya ke arah Felix.

Shiiit Umpat Kanz dalam hati .

Lalu dia menatap peserta meja makan itu di mana mereka begitu menikmati makanan pagi ini,lalu dia kembali menatap Felan membuat pria itu bingung karena di perhatikan.

" Kenapa Kak ? Ada yang aneh dengan wajah ku " Felan langsung menyentuh wajah nya .

" Tidak ada,maaf " Ujar Kanz cepat .

Seperti nya dia tidak dengar Batin Kanz lega karena melihat sikap pria itu seperti nya memang dia tidak tahu .

Setelah sarapan Kanz meminta izin pada penghuni meja itu untuk kembali ke kamar sekalian membawahkan sarapan untuk Ana .

" Abang " Panggil Ana lirih saat melihat Kanz yang membuka pintu kamar mereka .

" Kamu sudah bangun " Kanz menghampiri Ana yang masih berbaring di atas tempat tidur .

" Sarapan dulu " Lanjut nya meletakan nampan di samping nakas tempat tidur .

" Kenapa di bawah ke sini ,aku bisa makan di bawah " Ujar Ana paru .

" Di suruh Mama " Jawab Kanz .

" Masih sakit ya " Pertanyaan polos itu ke luar begitu saja dari mulut Kanz .

" Abang " Ana memalingkan wajahnya ke samping karena malu .

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Kehidupan baru
2 Satu permintaan
3 Berkunjung ke rumah mertua
4 Sudah siap
5 Izin ke mall
6 Nonton bersama
7 Ulah Hanum
8 8
9 9
10 janjian sama cowo lain
11 Tampan ,pintar dan banyak uang
12 Brutal
13 Pulang bersama
14 Kurang gatal
15 Pelet
16 16
17 Kedatangan orang tua
18 Bisikan Hanum
19 keusilan Zahra
20 malu-maluin
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 Kalau bisa dua
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 Gorengan
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 Pantasan menikah
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 Kangen
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 Jejak yang Tertinggal dan Rahasia yang Disembunyikan
69 69
70 Pertemuan yang terlambat
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 Novel Baru
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Kehidupan baru
2
Satu permintaan
3
Berkunjung ke rumah mertua
4
Sudah siap
5
Izin ke mall
6
Nonton bersama
7
Ulah Hanum
8
8
9
9
10
janjian sama cowo lain
11
Tampan ,pintar dan banyak uang
12
Brutal
13
Pulang bersama
14
Kurang gatal
15
Pelet
16
16
17
Kedatangan orang tua
18
Bisikan Hanum
19
keusilan Zahra
20
malu-maluin
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
Kalau bisa dua
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
Gorengan
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
Pantasan menikah
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
Kangen
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
Jejak yang Tertinggal dan Rahasia yang Disembunyikan
69
69
70
Pertemuan yang terlambat
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
Novel Baru
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!