Izin ke mall

" Jadi nanti pulang sekolah langsung ke rumah Bunda Risna ya sayang " Tanya Aisyah pelan.

" Iya Ma,nanti kami ke sini lagi " Jawab Ana tersenyum

" Kenapa tidak nanti saja pulangnya " Felix menatap Kanz.

" Kita izinnya cuma dua hari saja Pa,nanti weekend depan kita ke sini lagi kalau Abang tidak sibuk " Jawab Ana cepat ..

"Memang Suami mba sibuk apa ? " Tanya Felan penasaran.

" Kadang bantu ayah di perusahaan kalau waktunya senggang " Jawab Ana tersenyum .

" Gila " Gumam Felan pelan .

" Kamu yang gila ,itu Kanz saja sudah membatu ayah nya pelan-pelan di perusahaan kamu malah sibuk sama teman -teman mu " Cibir Felix menatap Felan tajam .

" Pa, kalau bang Kanz wajar bantu ayah Daniel karena sebentar lagi bang Kanz lulus , sedangkan aku masih lama Pa " Protes Felan kesal .

" Abang bantu Ayah dari SMP koh sekalipun masih tahap belajar " Felan langsung melotot kan matanya pada Ana yang di tanggapi dengan tawa kecil.

" Mulai hari ini sepulang sekolah langsung ke perusahaan " Tita Felix tegas .

" Mas biarkan...." Aisyah langsung terdiam saat Felix menatap nya " Jangan terus membela nya " Ujar Felix .

" Pelan-pelan saja Dek belajar nya " Ujar Kanz pelan, dia pernah di posisi Felan tapi syukur nya ayah nya tidak terlalu menekannya dan masih mengizinkan jika keluar berkumpul dengan teman-teman nya .

Percakapan di meja makan pagi ini begitu hangat selesai sarapan Kanz dan Ana langsung berpamitan ke sekolah kali ini Ana ikut dengan Felan menggunakan sopir sedangkan Kanz pergi sendiri.

Seperti biasanya kehadiran keduanya sudah di tunggu oleh sahabat mereka .

" Kamu sakit ? " Tanya Tasya .

" Tidak " Jawab Ana seadanya.

" Tapi jalan mu "Ana menghela napasnya pelan " Diam " Ujar Ana seketika kesal .

Ingatan nya kembali berputar dengan kejadian semalam ,Kanz benar-benar gila jika bisa di putar kembali dia tidak mengizinkan pria itu menyentuh nya .

" Habis ituan ya " Bisik Hanum pelan.

" Serius " Pekik Tasya keras .

" Hanum ,Tasya " Sentak Ana menatap kedua sahabat nya kesal .

" Maaf " Ke-dua meringis lalu menatap ke arah bawah Ana " Bisa biasa saja tidak sih kalian membuat yang lainnya curiga nanti nya " Omel Ana pada kedua sahabatnya.

" Ayo kita ke kelas " Ujar kesal , sambil menahan sakit bagian bawahnya .

" Pelan-pelan Na " Ana menghela napas pelan " Aku tidak lumpuh " Sentak nya emosi.

Di lain sisi Kanz dan teman-teman nya malah tersenyum.

" Gila lo " Radit memukul pelan bahu Kanz " Bu ketua sampai susah jalan nya " Lanjut nya berbisik.

" Nama nya juga baru buka puasa " Jawab Kanz tersenyum miring.

" Setidaknya kasih napas anak orang " Timpal Faiz .

" Kalau tidak napas dia tidak akan ada di sini " Jawab Kanz menaikan kedua bahunya.

" Kayanya sampai pagi " Ucap Fauzi .

" Hebm ,jam 3 " Jawab Kanz langsung mendapat kan pukulan dari sahabat nya .

" Gila " Ujar mereka bersamaan.

" Lebih baik kita ke ruangan " Ujar Kanz tertawa.

" Aku yakin setelah ini bu ketua akan membuat mu puasa lagi " Kanz hanya menaikan kedua bahunya acuh .

Namun baru saja mereka melangkah suara seseorang menghentikan mereka .

" Kanz " Panggil Alena sedikit berteriak.

" Mau ke kelas ya ? " Lanjutnya bertanya basa basi .

" Mau ke toilet " Jawab Radit.

" Mau ikut " Timpal Fauzi .

" Apa sih " Gerutu Alena pada kedua nya .

" Barengan ya " Ujar Alena tersenyum lalu berdiri di samping Kanz .

" Mau ke kelas saja harus banget nempel sama Kanz " Cibir Radit tak suka .

" Kamu kenapa sih kaya jengkel banget sama aku " Ujar Alena cemberut.

" Memang " Jawab Radit m

" Radit sudah,to kita juga sama-sama k ruangan kan " Ujar Kanz melerai keduanya.

" Ciri-ciri pelakor " Gumam Faiz namun di dengar oleh Alena.

" Siapa yang pelakor? " Tanya Alena bingung .

" Yang sadar saja " timpal Fauzi, Alena menatap Kanz curiga namun pria itu hanya diam saja .

Pelakor ,tidak mungkin kan Kanz memiliki pacar Batin Alena khawatir.

Karena setahu nya pria itu tidak memiliki kekasih kalaupun iya Alena tidak peduli , Alena tersenyum tipis di sela langkah nya .

🌹

🌹

🌹

" Jadikan kita ke mall " Tanya Hanum menatap kedua sahabat nya Ana dan Tasya .

" Aku izin dulu ya " Tasya dan Hanum mengaguk sebagai jawaban nya .

" Kalau sudah punya suami gitu ya " Ujar Tasya berbisik pada Hanum.

" Iya " Jawab Hanum .

Dret ....dret.....

Ana menatap ponselnya yang sedang melakukan panggilan hingga dering ke tiga panggilan itu terhubung.

" Abang boleh tidak Ana ke luar sama teman-teman ke mall " Cicit Ana pelan.

" Sekarang ? " Tanya di seberang ,Ana langsung mengaguk sekalipun Kanz tidak melihat nya .

" Iya ,boleh tidak ? " Izinnya lagi .

" Boleh ,nanti Abang jemput di sana soal Abang mau ke perusahaan dulu " Ujar Kanz .

" Nanti Ana pulang sendiri di antar sama Hanum " Tolak Ana halus karena tidak ingin merepotkan Kanz .

" Tidak papa , kebetulan kami juga mau ke mall cari sesuatu " Jawab Kanz .

" Iya dulu pale , Makasih ya Abang . Ana tutup dulu "

" Iya sayang " Ana langsung mematikan panggilan nya lalu memasukkan ponselnya dalam tas .

" Hebm ...sayang ...." Goda Hanum tersenyum jahil .

" Iya sayang " Timpal Tasya.

" Mau pergi tidak " Galak Ana langsung meninggalkan kedua sahabatnya ke arah mobil Hanum .

Dia menelpon siapa ? Abang Batin nya penasaran.

Tanpa ketiga nya sadar jika pembicaraan Ana dengan seseorang yang tidak dia ketahui itu di dengar oleh Alena .

.

.

.

" Kita mau ngapain di mall ? " Tanya Radit heran karena memang mereka tidak janjian mau ke sana .

" Istri ku mau ke sana , aku tidak mungkin membiarkan dia sendirian " Jawab Kanz .

" Dia sama sahabat nya kalau kamu lupa " Cibir Faiz menggelengkan kepalanya heran .

" Jadi kamu tidak jadi ke perusahaan ?" Tanya Fauzi .

" jadi " Kanz menatap jam tangan yang melingkar di lengannya" Setelah itu ke mall menyusul Ana " Lanjut nya tersenyum tipis .

" Jangan bilang kita juga ikut ke perusahaan bokap Lo " Tanya Faiz awas.

" Itu kamu pintar " Jawab Kanz .

" Bangke Lo " Ujar mereka bersamaan.

" Sudah ayo biar cepat selesai jadi bisa pacaran tipis-tipis sama istri ku " Ketiga sahabatnya langsung mengumpati Kanz .

" semoga Uncle Daniel memberikan pekerjaan yang banyak padamu " Ujar Radit sebelum masuk dalam mobil nya .

" Aamiin " Jawab kedua sahabatnya lalu masuk dalam mobil mereka masing-masing.

" Ayah tidak akan membiarkan menantunya berkeliling sendiri di mall " Gumam Kanz tersenyum.

Para siswa dan siswi sekolah langsung berhenti saat melihat mobil Kanz dan teman-teman nya melintas di depan mereka .

" Gila ,idola gue " Gumam salah satu siswa.

" Kapan ya bisa di sopirin salah satu dari mereka "

Bisik-bisikan itu sudah biasa bagi Kanz dan teman-teman nya ,bisa di bilang itu makanan mereka tiap hari .

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Episodes
1 Kehidupan baru
2 Satu permintaan
3 Berkunjung ke rumah mertua
4 Sudah siap
5 Izin ke mall
6 Nonton bersama
7 Ulah Hanum
8 8
9 9
10 janjian sama cowo lain
11 Tampan ,pintar dan banyak uang
12 Brutal
13 Pulang bersama
14 Kurang gatal
15 Pelet
16 16
17 Kedatangan orang tua
18 Bisikan Hanum
19 keusilan Zahra
20 malu-maluin
21 21
22 22
23 23
24 24
25 25
26 26
27 27
28 28
29 29
30 30
31 Kalau bisa dua
32 32
33 33
34 34
35 35
36 36
37 Gorengan
38 38
39 39
40 40
41 41
42 42
43 43
44 44
45 45
46 46
47 47
48 48
49 49
50 50
51 51
52 52
53 53
54 Pantasan menikah
55 55
56 56
57 57
58 58
59 59
60 60
61 Kangen
62 62
63 63
64 64
65 65
66 66
67 67
68 Jejak yang Tertinggal dan Rahasia yang Disembunyikan
69 69
70 Pertemuan yang terlambat
71 71
72 72
73 73
74 74
75 75
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
83 83
84 84
85 85
86 86
87 87
88 88
89 89
90 90
91 91
92 92
93 93
94 94
95 95
96 96
97 97
98 98
99 99
100 100
101 101
102 102
103 103
104 104
105 105
106 106
107 107
108 108
109 109
110 110
111 111
112 112
113 113
114 114
115 115
116 116
117 117
118 118
119 119
120 120
121 121
122 122
123 123
124 124
125 125
126 126
127 127
128 128
129 129
130 130
131 131
132 132
133 Novel Baru
134 134
135 135
136 136
137 137
138 138
139 139
140 140
141 141
142 142
143 143
144 144
145 145
146 146
147 147
148 148
Episodes

Updated 148 Episodes

1
Kehidupan baru
2
Satu permintaan
3
Berkunjung ke rumah mertua
4
Sudah siap
5
Izin ke mall
6
Nonton bersama
7
Ulah Hanum
8
8
9
9
10
janjian sama cowo lain
11
Tampan ,pintar dan banyak uang
12
Brutal
13
Pulang bersama
14
Kurang gatal
15
Pelet
16
16
17
Kedatangan orang tua
18
Bisikan Hanum
19
keusilan Zahra
20
malu-maluin
21
21
22
22
23
23
24
24
25
25
26
26
27
27
28
28
29
29
30
30
31
Kalau bisa dua
32
32
33
33
34
34
35
35
36
36
37
Gorengan
38
38
39
39
40
40
41
41
42
42
43
43
44
44
45
45
46
46
47
47
48
48
49
49
50
50
51
51
52
52
53
53
54
Pantasan menikah
55
55
56
56
57
57
58
58
59
59
60
60
61
Kangen
62
62
63
63
64
64
65
65
66
66
67
67
68
Jejak yang Tertinggal dan Rahasia yang Disembunyikan
69
69
70
Pertemuan yang terlambat
71
71
72
72
73
73
74
74
75
75
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82
83
83
84
84
85
85
86
86
87
87
88
88
89
89
90
90
91
91
92
92
93
93
94
94
95
95
96
96
97
97
98
98
99
99
100
100
101
101
102
102
103
103
104
104
105
105
106
106
107
107
108
108
109
109
110
110
111
111
112
112
113
113
114
114
115
115
116
116
117
117
118
118
119
119
120
120
121
121
122
122
123
123
124
124
125
125
126
126
127
127
128
128
129
129
130
130
131
131
132
132
133
Novel Baru
134
134
135
135
136
136
137
137
138
138
139
139
140
140
141
141
142
142
143
143
144
144
145
145
146
146
147
147
148
148

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!