Chapter 02

"Sialan! Gara-gara kau lahir sebagai seorang putri, aku gagal menjadi selir kesayangan Tuan Adipati!" teriak seorang wanita dengan suara melengking, amarahnya membara seperti api yang siap membakar segalanya.

Wei Lin Hua yang tengah tertidur lelap di dalam buaian mulai menggeliat gelisah saat mendengar teriakan bernada murka itu. 'Siapa yang berani mengganggu tidur nyenyakku, sialan!' umpatnya dalam hati, matanya masih terpejam rapat.

Bayi mungil yang berada di atas kasur sutra itu menggeliat semakin kuat dan kemudian meledak dalam tangisan yang memilukan. Air mata membasahi pipi halusnya saat sang ibu, dengan mata yang berkilat penuh kebencian, menodongkan sebilah pedang berkilauan ke arahnya.

'Sialan! Siapa wanita gila yang berani-beraninya menodongkan senjata padaku!' teriak Wei Lin Hua dalam hati, amarahnya mulai terpancing. Ia mencoba membuka matanya, namun kelopak matanya terasa berat.

Tangisan bayi itu semakin menjadi-jadi saat melihat sang ibu yang berniat membunuhnya. Pedang itu semakin mendekat, memantulkan cahaya yang menyilaukan. 'Tu—tunggu... Aku... Bayi?' Seketika Wei Lin Hua terkejut bukan main saat mendapati bayangan dirinya terpantul di bilah pedang. Ia melihat tubuh mungil seorang bayi yang tengah berbaring di atas kasur, menangis dengan histeris, dan itu adalah dirinya.

'A—apa ini? Apa yang terjadi?' ucapnya panik dalam hati, jantungnya berdegup kencang. Ia mencoba menggerakkan tubuhnya, namun hanya bisa menggeliat lemah. Ia terjebak dalam tubuh seorang bayi yang tak berdaya.

'Tidak! Aku tidak boleh mati sebelum mendapatkan penjelasan!' teriak Wei Lin Hua dalam hati, matanya terpejam erat saat mata pedang itu semakin mendekat, siap menembus dada mungilnya yang rapuh. Aroma anyir darah tiba-tiba menusuk hidungnya, membuatnya semakin ketakutan.

"Han Linyi! Apa yang kau lakukan pada putriku?!" teriak seorang pria paruh baya dengan suara menggelegar, amarahnya terpancar jelas dari setiap kata yang diucapkannya. Langkah kakinya yang berat menggema di seluruh ruangan.

Wei Lin Hua yang berada di dalam tubuh bayi itu berusaha menoleh ke arah suara, namun itu sangat sulit. Lehernya terasa lemah dan penglihatannya belum sempurna, hanya mampu menangkap sosok buram seorang pria yang mendekat dengan cepat.

Trang...

Pedang yang berada di genggaman Han Linyi, atau ibu Wei Lin Hua, terlempar jauh ke sudut ruangan oleh Wei Nan, suami Han Linyi. Senjata itu membentur dinding dengan keras, menciptakan suara nyaring yang memekakkan telinga. "Apa kau sudah gila, hah?! Kau ingin membunuh putri kita sendiri?!" teriak Wei Nan, wajahnya merah padam menahan amarah. Dengan gerakan cepat, ia merebut Wei Lin Hua bayi dari atas kasur dan mendekapnya erat dalam pelukannya.

'Benar, wanita itu sudah gila, Ayah,' ucap Wei Lin Hua dalam hati, merasa aman dalam dekapan ayahnya. Ia bisa merasakan kehangatan dan cinta yang terpancar dari pria itu. Ya, dia tahu bahwa Wei Nan adalah suami Han Linyi saat pria itu mengakui dirinya sebagai putrinya, yang berarti dia adalah ayahnya.

"Dia bukan putrimu! Untuk apa kau membiarkannya terus hidup?!" teriak Han Linyi dengan nada histeris, kata-katanya bagai petir yang menyambar Wei Lin Hua.

'Ah, sial! Apakah aku anak hasil perselingkuhan?!' Seketika Wei Lin Hua dilanda kepanikan yang luar biasa. Otaknya berputar mencari jawaban atas pertanyaan yang tiba-tiba muncul itu.

Dia tidak tahu apa-apa. Dirinya yang tiba-tiba berada di tubuh seorang bayi, lalu mendapati dirinya memiliki ayah dan ibu, dan kini, ia ternyata adalah anak dari hasil perselingkuhan ibunya? Dunia terasa runtuh di sekelilingnya.

'Oh, siapapun, tolong bangunkan aku dari mimpi buruk ini,' ucap Wei Lin Hua dalam hati, bingung dan putus asa dengan situasi dan keadaan yang menimpanya saat ini. Ia berharap semua ini hanyalah mimpi buruk yang akan segera berakhir.

"Meskipun dia bukan putri kandungku, kau masih istriku saat melahirkannya," suara Wei Nan melembut, nada bicaranya penuh kesedihan saat melihat Han Linyi mulai terisak. Ia mendekap Wei Lin Hua kecil semakin erat, seolah melindungi bayi itu dari dunia luar yang kejam.

Wei Nan tahu betul, istrinya menangis bukan karena menyesal telah mencoba membunuh bayi mungil itu, melainkan karena ia gagal menjadi selir kesayangan di kediaman adipati di kota. Ambisi dan obsesinya telah membutakan hatinya.

'Kau terlalu baik pada wanita itu, Tuan. Dia sudah melahirkan anak dari pria lain, tapi kau masih mau menerimanya dan mengakui bayi itu sebagai putrimu sendiri,' ucap Wei Lin Hua dalam hati dengan nada lemah. Ia merasa iba pada Wei Nan, pria yang begitu tulus dan baik hati, namun harus menerima kenyataan pahit dikhianati oleh istrinya sendiri.

"Pergilah. Bukankah kau selalu ingin bebas dariku? Maka aku akan menceraikanmu, seperti yang selalu kau inginkan," ucap Wei Nan dengan suara yang bergetar, air mata mulai membasahi pipinya. Ia tidak sanggup lagi hidup bersama wanita yang tidak pernah mencintainya.

Han Linyi hanya bisa terisak tanpa henti, menyadari bahwa pria yang selama ini menjadi suaminya tidak pernah membencinya, meskipun ia telah mengkhianatinya dengan keji. Penyesalan mulai menghantuinya, namun semuanya sudah terlambat.

"Tapi Wei Lin Hua akan tetap bersamaku, menjadi putriku. Aku tidak percaya padamu untuk merawatnya, saat kau sendiri dengan tega ingin membunuhnya hari ini," ucap Wei Nan lagi, suaranya tegas dan penuh tekad. Ia tidak akan membiarkan Han Linyi menyentuh putrinya lagi.

'Ayah... Apakah di dalam mimpi ini, aku akhirnya akan mendapatkan seorang ayah?' ucap Wei Lin Hua dalam hati, air mata haru mengalir di pipi mungilnya saat mendengar perkataan Wei Nan. Ia merasa begitu tersentuh dan bahagia, seolah mimpi buruknya akan segera berakhir dan digantikan dengan kebahagiaan yang selama ini ia dambakan.

Wei Lin Hua tidak tahu apa yang terjadi setelahnya. Pelukan hangat dan menenangkan dari Wei Nan membuatnya merasa aman dan nyaman, hingga akhirnya ia terlelap dalam tidurnya. Kegelapan menyelimutinya, membawanya jauh dari mimpi buruk yang baru saja dialaminya.

Wei Lin Hua kembali terbangun saat perutnya terasa keroncongan, memaksanya untuk membuka mata. Ia mengira bahwa mimpi buruk itu sudah berakhir, dan ia akan kembali ke kehidupannya yang normal.

Namun, saat ia membuka mata, ia melihat dua sosok pria muda yang wajahnya terlihat samar-samar. Cahaya redup dari lentera yang tergantung di dinding membuat penglihatannya terbatas. 'Siapa mereka?' tanya Wei Lin Hua dalam hati, mencoba mengenali kedua pria asing itu.

Sedangkan kedua pria muda yang tengah menjaga adik bayi mereka di dalam kamar terkejut saat mendengar suara aneh yang tidak terlihat wujudnya. Mereka saling bertukar pandang, mencoba mencari sumber suara misterius itu. "Apakah kau mendengarnya, Adik?" tanya Wei Liu Han dengan nada berbisik, matanya memindai seluruh ruangan.

"Kau juga mendengar sesuatu, Kakak?" tanya Wei Liu Yuan dengan wajah penasaran, ia mendekatkan telinganya ke arah sumber suara.

'Ada apa dengan mereka?' Wei Lin Hua kembali bertanya dalam hati, merasa bingung dengan tingkah laku kedua pria itu.

Lagi, suara itu kembali terdengar, namun mereka tetap tidak mengetahui siapa yang berbicara. Bulu kuduk mereka meremang, perasaan aneh menyelimuti mereka. "Tidak mungkin kan, adik bayi yang berbicara?" bisik Liu Han kepada Liu Yuan, dengan nada tidak percaya.

"Rasanya memang tidak mungkin, tapi..." ucapan Liu Yuan terhenti saat mereka lagi-lagi mendengar suara seseorang yang terdengar jelas di telinga mereka.

'Hey, aku lapar... Dan juga haus...'

Liu Yuan dan Liu Han langsung menoleh ke arah Wei Lin Hua, adik bayi mereka yang baru lahir beberapa minggu yang lalu. Mata mereka membulat sempurna, mulut mereka terbuka lebar karena terkejut. "Dia bisa berbicara?!" ucap keduanya hampir bersamaan, dengan nada pelan dan penuh keterkejutan. Mereka tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar.

Terpopuler

Comments

Pecinta Gratisan

Pecinta Gratisan

mantap💞 thor updatenya sampai tamat

2025-10-09

1

Lhina Bright

Lhina Bright

klo saya ma bukan kaget, tpi langsung jantunga dan pingsan 🤣🤣🤣🤣

2026-01-22

0

mong air

mong air

wahhhh.....mdengar suara hati?

2026-01-30

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129.
130 Chapter 130.
131 Chapter 131.
132 Chapter 132.
133 Chapter 133.
134 Chapter 134.
135 Chapter 135.
136 Chapter 136.
137 Chapter 137.
138 Chapter 138.
139 Chapter 139.
140 Chapter 140.
141 Chapter 141.
142 Chapter 142.
143 Chapter 143.
144 Chapter 144.
145 Chapter 145.
146 Chapter 146
147 Chapter 147.
148 Chapter 148.
149 Chapter 149.
150 Chapter 150.
151 Chapter 151.
152 Chapter 152.
153 Chapter 153.
154 Chapter 154.
155 Chapter 155.
156 Chapter 156.
157 Chapter 157.
158 Chapter 158.
159 Chapter 159.
160 Chapter 160.
161 Chapter 161.
162 Chapter 162 (edisi gagal tamat)
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 Chapter 167
168 Chapter 168
169 Chapter 169
170 Chapter 170
171 Chapter 171
172 Chapter 172
173 Chapter 173
174 Chapter 174
175 Chapter 175
176 Chapter 176
177 Chapter 177
178 Chapter 178
179 Chapter 179
180 Chapter 180
181 Chapter 181
182 Chapter 182
183 Chapter 183
184 Chapter 184.
185 Chapter 185
186 Chapter 186
187 Chapter 187
188 Chapter 188
189 Chapter 189
190 Chapter 190
191 Chapter 191
192 Chapter 192
193 Chapter 193
194 Chapter 194
195 Chapter 195
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129.
130
Chapter 130.
131
Chapter 131.
132
Chapter 132.
133
Chapter 133.
134
Chapter 134.
135
Chapter 135.
136
Chapter 136.
137
Chapter 137.
138
Chapter 138.
139
Chapter 139.
140
Chapter 140.
141
Chapter 141.
142
Chapter 142.
143
Chapter 143.
144
Chapter 144.
145
Chapter 145.
146
Chapter 146
147
Chapter 147.
148
Chapter 148.
149
Chapter 149.
150
Chapter 150.
151
Chapter 151.
152
Chapter 152.
153
Chapter 153.
154
Chapter 154.
155
Chapter 155.
156
Chapter 156.
157
Chapter 157.
158
Chapter 158.
159
Chapter 159.
160
Chapter 160.
161
Chapter 161.
162
Chapter 162 (edisi gagal tamat)
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
Chapter 167
168
Chapter 168
169
Chapter 169
170
Chapter 170
171
Chapter 171
172
Chapter 172
173
Chapter 173
174
Chapter 174
175
Chapter 175
176
Chapter 176
177
Chapter 177
178
Chapter 178
179
Chapter 179
180
Chapter 180
181
Chapter 181
182
Chapter 182
183
Chapter 183
184
Chapter 184.
185
Chapter 185
186
Chapter 186
187
Chapter 187
188
Chapter 188
189
Chapter 189
190
Chapter 190
191
Chapter 191
192
Chapter 192
193
Chapter 193
194
Chapter 194
195
Chapter 195

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!