Chapter 03

'Hm... Jika aku menjadi bayi di tempat ini, bagaimana keadaanku di duniaku yang dulu?' batin Wei Lin Hua, matanya yang bulat menatap langit-langit reyot rumah itu.

Bayi mungil dengan jiwa seorang assassin dari dunia modern itu kini berada dalam gendongan Wei Liu Han, kakak pertamanya.' Sebenarnya, dunia macam apa ini? Kenapa bangunan rumah ini benar-benar bobrok dan lusuh... dindingnya penuh tambalan, atapnya bocor di sana-sini,' lanjutnya dalam hati, sorot matanya yang tajam mengamati setiap detail ruangan.

Mata kecilnya menatap dengan seksama setiap sudut tempat yang kini menjadi tempat tinggalnya. Dinding yang penuh retakan, perabotan usang, dan aroma lembap yang menusuk hidung tidak luput dari perhatiannya. Wei Liu Han dan Wei Liu Yuan hanya bisa saling melirik, sebuah tatapan penuh arti yang hanya bisa mereka pahami berdua. Mereka menyadari bahwa hanya mereka berdualah yang dapat mendengar suara hati adik bayi mereka.

Selain itu, meski bingung dengan ucapan adik bayi mereka, mereka juga merasakan ada sesuatu yang berbeda. Adik mereka bukanlah bayi biasa. Apalagi Wei Lin Hua selalu mengatakan bahwa dunianya saat ini berbeda dengan dunianya yang dulu. Ada kemungkinan bahwa jiwa adiknya adalah reinkarnasi dari seseorang di dunia lain yang lebih maju.

"Sekarang, kita semua hidup di Dinasti Zhou...." Wei Liu Yuan menjelaskan keadaan dunia tempat mereka tinggal saat ini. Suaranya pelan, namun sarat akan informasi penting yang berusaha ia sampaikan pada adik kecilnya.

'Bagaimana bisa seperti itu... Sungguh tidak adil,' sahut Wei Lin Hua dalam hati, sebuah gumaman kecil yang hanya bisa ia ucapkan dalam benaknya, saat dia mendengar cerita dari kakak keduanya itu.

'Hanya bangsawan murni yang bisa mendapatkan ilmu sihir? Sedangkan rakyat kecil seperti kita tidak mendapatkan kesempatan itu?' lanjutnya, menggerutu kesal dalam hati atas ketidakadilan yang begitu nyata di depan matanya.

'Tidak mungkin! Dunia apa yang sebenarnya aku masuki ini? Fantasi? Sejarah? Atau perpaduan keduanya?' gumamnya kesal, merasa bingung dengan genre kehidupannya di dunia baru ini. Ia merasa seperti terlempar ke dalam sebuah novel yang belum jelas alurnya.

'He... Apakah ini yang namanya bertransmigrasi, seperti yang sering kulihat di novel-novel fantasi?' batinnya, sebuah kesadaran perlahan merayapi benaknya, menyadari bahwa apa yang terjadi padanya memiliki kemiripan mencolok dengan alur cerita fiksi yang sering ia dengar.

'Tapi tidak mungkin... Aku tidak pernah sekalipun menyentuh novel, apalagi membacanya. Hidupku hanya diisi dengan darah dan belati, mana sempat aku memikirkan cerita fiksi?' lanjutnya lagi, menyangkal kemungkinan itu dalam hati.

Tanpa disadari oleh Wei Lin Hua, isi hatinya benar-benar membuat kedua kakaknya terkejut bukan main. Wei Liu Han menatap Wei Liu Yuan dengan tatapan tak percaya, keduanya benar-benar terkejut mendengar informasi bahwa adik kecil mereka adalah seorang yang bereinkarnasi ke dalam tubuh bayi mereka.

"Kakak, apakah kita harus memberitahu Ayah tentang ini?" bisik Wei Liu Yuan, nada suaranya sedikit ragu saat mendengar kalimat terakhir adik bayinya.

"Lebih baik jangan. Ayah hanya akan menganggap kita berdua sudah kehilangan akal sehat, jika kita mengatakan bahwa adik bayi kita adalah seorang pembunuh dari dunia lain," jawab Wei Liu Han, berbisik pelan agar tidak ada orang lain yang mendengar percakapan mereka.

Satu tahun berlalu... Waktu mengalir begitu cepat, membawa perubahan kecil namun berarti dalam kehidupan mereka.

"Tatata..." Wei Lin Hua kecil hanya bisa bergumam itu, bibirnya yang mungil bergerak-gerak berusaha membentuk kata. Usianya baru menginjak satu tahun, namun dengan mengejutkan, dia sudah bisa berjalan dengan tegap, meskipun belum mampu berbicara dengan jelas.

Gadis kecil itu menunjuk ke arah depan mereka dengan jari mungilnya, sorot matanya berbinar seolah melihat sesuatu yang sangat menarik perhatiannya.

"Kau mau apa, Lin Hua? Apa kau menginginkan bunga ini?" tanya Wei Liu Han lembut, pria itu membawa Wei Lin Hua kecil memasuki hutan untuk mencari hewan buruan. Aroma tanah basah dan dedaunan memenuhi udara di sekitar mereka.

'Ck... Kau ini benar-benar bodoh! Lihatlah baik-baik di depan mata mu itu... Di sana, di antara semak-semak, ada ayam hutan!' Wei Lin Hua merasa kesal dalam hati. Ia ingin sekali berteriak dan memberitahu kakaknya, namun suaranya masih belum bisa ia kendalikan.

Selain merasa kesal pada kedua kakaknya yang kurang peka, dia juga merasa frustrasi pada dirinya sendiri yang tak kunjung bisa berbicara dengan lancar. Hal itu membuatnya kesulitan untuk berkomunikasi dengan kedua kakaknya, meskipun selama satu tahun ini, kedua kakaknya tidak pernah mengecewakannya dan selalu berusaha memenuhi apa pun yang ia inginkan.

Wei Liu Yuan tertawa kecil saat mendengar adik kecilnya mengumpati kakaknya dalam hati. "Kakak, lihatlah! Di sana ada ayam hutan yang gemuk. Aku akan menangkapnya untuk makan malam kita," ucap Wei Liu Yuan, matanya berbinar melihat potensi hidangan lezat di depan mereka. Pria itu mulai berjalan dengan perlahan dan hati-hati, berusaha mendekati ayam hutan itu tanpa membuatnya kabur.

Dengan gerakan secepat kilat, Wei Liu Yuan berhasil menangkap ayam hutan itu. "Lihat Lin Hua, aku berhasil menangkapnya!" serunya bangga, mengangkat ayam hutan itu tinggi-tinggi agar adiknya bisa melihatnya dengan jelas.

Wei Lin Hua kecil hanya mendengus dalam hati. 'Cih, hanya menangkap ayam hutan saja bangga,' pikirnya sinis. Namun, di lubuk hatinya, ia merasa senang karena kakaknya berhasil mendapatkan makanan untuk mereka.

"Ayo, kita pulang. Ayah pasti sudah menunggu kita," ajak Wei Liu Han, menggandeng tangan mungil Wei Lin Hua. Mereka bertiga berjalan menyusuri jalan setapak di dalam hutan, dengan Wei Liu Yuan memimpin di depan sambil membawa ayam hutan hasil buruannya.

Setibanya di rumah, aroma masakan sederhana namun menggugah selera menyambut mereka. Ayah mereka, seorang pria pekerja keras dengan wajah yang selalu tampak lelah, sedang berusaha menyiapkan makan malam di dapur kecil mereka.

"Kalian sudah pulang? Wah, dapat ayam hutan! Hebat sekali Liu Yuan," puji Ayah mereka dengan senyum tipis yang menghangatkan hati.

Wei Liu Yuan tersenyum bangga mendengar pujian ayahnya. "Ini semua berkat Lin Hua, Ayah. Dia yang melihat ayam hutan itu pertama kali," jawabnya merendah, meskipun ia sendiri merasa senang karena berhasil berburu.

Ayah mereka menatap Wei Lin Hua dengan tatapan lembut. "Anak pintar. Kau memang selalu membawa keberuntungan bagi keluarga kita," ujarnya sambil mengelus rambut halus Wei Lin Hua dengan tangannya yang kasar.

Wei Lin Hua hanya bisa menatap ayahnya dengan mata bulatnya, berusaha menyampaikan rasa terima kasihnya meskipun ia belum bisa berbicara. Ia merasa terharu dengan kasih sayang yang selalu diberikan oleh keluarganya. Meskipun ia adalah seorang assassin yang dingin dan kejam di kehidupan sebelumnya, namun di dunia ini, ia merasakan kehangatan dan cinta yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Malam itu, mereka makan malam dengan lahap. Ayam hutan yang dimasak oleh Ayah mereka terasa sangat lezat, meskipun hanya dibumbui dengan garam dan rempah-rempah sederhana. Wei Lin Hua makan dengan tenang, menikmati setiap suapan makanan yang masuk ke mulutnya. Ia merasa bersyukur atas kehidupan yang telah diberikan kepadanya di dunia ini, meskipun ia tahu bahwa kehidupan mereka tidaklah mudah.

Setelah makan malam selesai, Wei Lin Hua bermain-main di halaman rumah mereka yang sederhana. Ia merangkak di antara pepohonan, menikmati udara segar dan pemandangan indah di sekitarnya. Kedua kakaknya mengawasi dirinya dari dekat, memastikan bahwa ia tidak terluka atau tersesat. Mereka tahu bahwa sebagai anak yang paling kecil, Wei Lin Hua adalah tanggung jawab mereka.

Saat matahari mulai terbenam, Wei Lin Hua merasa lelah dan mengantuk. Ia menghampiri ayahnya dan menarik-narik ujung bajunya, berusaha menyampaikan bahwa ia ingin tidur.

Ayah mereka tersenyum lembut dan menggendong Wei Lin Hua ke dalam rumah. Ia membaringkan Wei Lin Hua di tempat tidur yang sederhana dan menyelimutinya dengan selimut yang agak lusuh namun terasa hangat. "Tidurlah yang nyenyak, sayang. Mimpi indah," bisiknya sambil mencium kening Wei Lin Hua dengan penuh kasih sayang.

Wei Lin Hua memejamkan matanya dan perlahan-lahan tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi tentang masa depannya di dunia ini. Ia berharap bahwa ia bisa menjalani kehidupan yang bahagia dan damai bersama keluarganya, meskipun ia tahu bahwa kehidupan mereka tidak akan selalu mudah.

Namun, jauh di lubuk hatinya, ia juga menyadari bahwa dunia ini tidak sesederhana yang ia kira. Ada banyak misteri dan bahaya yang mengintai di sekitarnya. Sebagai seorang assassin yang bereinkarnasi, ia merasa memiliki tanggung jawab untuk melindungi keluarganya dan mengungkap kebenaran tentang dunia tempat ia berada saat ini. Ia tahu bahwa ia harus menjadi kuat dan siap menghadapi segala tantangan yang mungkin akan datang, meskipun saat ini ia masih terlalu kecil untuk melakukan apa pun.

Terpopuler

Comments

azka aldric Pratama

azka aldric Pratama

keren klo suara hati bisa di dengar 👍

2025-10-11

1

Khoerun Nisa

Khoerun Nisa

apkh sudah BS brjln dlm sekejap

2025-11-02

0

Erni andi arifuddin

Erni andi arifuddin

menarik 👍

2026-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129.
130 Chapter 130.
131 Chapter 131.
132 Chapter 132.
133 Chapter 133.
134 Chapter 134.
135 Chapter 135.
136 Chapter 136.
137 Chapter 137.
138 Chapter 138.
139 Chapter 139.
140 Chapter 140.
141 Chapter 141.
142 Chapter 142.
143 Chapter 143.
144 Chapter 144.
145 Chapter 145.
146 Chapter 146
147 Chapter 147.
148 Chapter 148.
149 Chapter 149.
150 Chapter 150.
151 Chapter 151.
152 Chapter 152.
153 Chapter 153.
154 Chapter 154.
155 Chapter 155.
156 Chapter 156.
157 Chapter 157.
158 Chapter 158.
159 Chapter 159.
160 Chapter 160.
161 Chapter 161.
162 Chapter 162 (edisi gagal tamat)
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 Chapter 167
168 Chapter 168
169 Chapter 169
170 Chapter 170
171 Chapter 171
172 Chapter 172
173 Chapter 173
174 Chapter 174
175 Chapter 175
176 Chapter 176
177 Chapter 177
178 Chapter 178
179 Chapter 179
180 Chapter 180
181 Chapter 181
182 Chapter 182
183 Chapter 183
184 Chapter 184.
185 Chapter 185
186 Chapter 186
187 Chapter 187
188 Chapter 188
189 Chapter 189
190 Chapter 190
191 Chapter 191
192 Chapter 192
193 Chapter 193
194 Chapter 194
195 Chapter 195
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129.
130
Chapter 130.
131
Chapter 131.
132
Chapter 132.
133
Chapter 133.
134
Chapter 134.
135
Chapter 135.
136
Chapter 136.
137
Chapter 137.
138
Chapter 138.
139
Chapter 139.
140
Chapter 140.
141
Chapter 141.
142
Chapter 142.
143
Chapter 143.
144
Chapter 144.
145
Chapter 145.
146
Chapter 146
147
Chapter 147.
148
Chapter 148.
149
Chapter 149.
150
Chapter 150.
151
Chapter 151.
152
Chapter 152.
153
Chapter 153.
154
Chapter 154.
155
Chapter 155.
156
Chapter 156.
157
Chapter 157.
158
Chapter 158.
159
Chapter 159.
160
Chapter 160.
161
Chapter 161.
162
Chapter 162 (edisi gagal tamat)
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
Chapter 167
168
Chapter 168
169
Chapter 169
170
Chapter 170
171
Chapter 171
172
Chapter 172
173
Chapter 173
174
Chapter 174
175
Chapter 175
176
Chapter 176
177
Chapter 177
178
Chapter 178
179
Chapter 179
180
Chapter 180
181
Chapter 181
182
Chapter 182
183
Chapter 183
184
Chapter 184.
185
Chapter 185
186
Chapter 186
187
Chapter 187
188
Chapter 188
189
Chapter 189
190
Chapter 190
191
Chapter 191
192
Chapter 192
193
Chapter 193
194
Chapter 194
195
Chapter 195

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!