Chapter 04

"Ayah berangkat kerja dulu, kalian berdua baik-baik di rumah, ya." Wei Nan, ayah mereka, berpamitan dengan nada suara yang penuh kasih sayang, meskipun wajahnya tampak lelah setelah bekerja keras setiap hari.

Wei Lin Hua melambaikan tangan kecilnya dengan riang, dan bergumam tidak jelas, "Dadada..." Bibirnya yang mungil bergerak-gerak, berusaha mengucapkan kata-kata yang belum bisa ia kuasai dengan sempurna.

'Hah... Ayah pasti sangat lelah karena terus bekerja keras untuk menghidupi kami, anak-anaknya. Andai aku bisa cepat besar, aku ingin sekali menggantikan Ayah mencari uang dan meringankan beban nya,' gumam Wei Lin Hua dalam hati, matanya menatap sendu punggung ayahnya yang semakin menjauh.

Wei Nan bekerja sebagai pencari bijih besi di tambang terdekat. Selain itu, pria itu juga seorang pengrajin pedang yang cukup terampil. Biasanya, Wei Liu Han dan Wei Liu Yuan yang akan membantu Wei Nan mencari bijih besi untuk bahan membuat pedang, namun karena kini ada Wei Lin Hua yang masih kecil, kedua kakaknya itu diperintahkan untuk menjaga dan merawatnya.

Kedua kakaknya terharu mendengar suara hati adik kecil mereka. Mereka tahu jika Wei Lin Hua bukanlah adik kandung mereka, namun mereka tetap menyayangi adik kecilnya itu dengan sepenuh hati. Kasih sayang mereka tidak berkurang sedikit pun, meskipun mereka tahu bahwa jiwa yang bersemayam di dalam tubuh bayi itu berasal dari dunia lain.

"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan. Ayo kita pergi ke hutan untuk berburu. Jika kita mendapatkan banyak hewan buruan, kita bisa pergi ke kota untuk menjualnya dan membeli makanan yang enak untuk kita semua." Wei Liu Han menggendong Wei Lin Hua dengan hati-hati, memastikan adiknya merasa nyaman dalam gendongannya. Mereka bertiga lalu berjalan menuju hutan yang biasa mereka datangi untuk berburu, langkah kaki mereka mantap menapaki jalan setapak yang sudah familiar bagi mereka.

Cuaca di hutan terasa sedikit rindang dan sejuk karena banyaknya pepohonan yang menjulang tinggi. Sinar matahari hanya mampu menembus celah-celah dedaunan, menciptakan efek cahaya yang menari-nari di tanah. Mereka pun mulai berburu dengan semangat. Wei Liu Han dan Wei Liu Yuan cukup pandai menggunakan panah. Dengan sekali bidikan, mereka beberapa kali berhasil mendapatkan kelinci dan juga ayam hutan.

'Mereka cukup pandai menggunakan senjata, memiliki bakat alami yang luar biasa. Tapi hanya karena terlahir sebagai rakyat jelata, untuk bisa masuk akademi saja sangat sulit. Benar-benar dunia yang sangat kejam dan tidak adil,' gumam Wei Lin Hua dalam hati, matanya mengamati dengan seksama setiap gerakan kedua kakaknya. Ia merasa prihatin dengan nasib kedua kakaknya yang tidak bisa mengembangkan potensi mereka karena keterbatasan yang ada.

"Aku tidak ingin menjadi bidak catur yang hanya menjadi tameng bagi orang-orang penting dan berkuasa. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri dan melindungi keluarga ku dengan cara ku sendiri." Ucap Wei Liu Yuan tiba-tiba, kata-katanya terdengar tulus dan penuh tekad.

'Kata-kata andalan yang penuh omong kosong dan klise,' sahut Wei Lin Hua dalam hati dengan nada sinis, dan mengira jika hanya dia sendiri yang bisa mendengar isi pikirannya. Ia tidak terlalu percaya dengan kata-kata manis yang sering diucapkan orang, karena ia tahu bahwa dunia ini penuh dengan kepalsuan dan tipu daya.

Mereka berjalan semakin dalam ke dalam hutan, meski buruan mereka sudah banyak, tapi Wei Liu Yuan belum merasa cukup, dia bisa menebak, jika hasil buruan nya hanya akan di tukar dengan beberapa koin emas saja.

'Hm... Seperti nya aku tidak asing dengan tumbuhan itu.' Gumam Wei Lin Hua dalam hati, saat melihat tumbuhan obat yang terbilang langka dan berharga cukup mahal.

"Tututu..." Wei Lin Hua bergumam dan menunjuk ke arah tumbuhan itu berada.

Wei Liu Han dan Wei Liu Yuan lalu menghampiri tempat yang ditunjuk oleh Wei Lin Hua, mereka hanya mendapatkan rerumputan saja, tidak ada yang istimewa.

'Astragalus!' seru Wei Lin Hua dalam hati dengan mata berbinar, kegembiraan meluap saat melihat tanaman obat langka dan berharga itu tumbuh subur di hadapannya.

'Cepat turunkan aku!' Wei Lin Hua meronta dalam hati, tubuhnya bergerak gelisah di dalam gendongan Wei Liu Han, tak sabar untuk segera menyentuh tanaman itu.

Dengan sigap, Wei Liu Han menurunkan Wei Lin Hua. Bayi kecil itu, dengan langkah kecil yang belum sempurna, langsung menghampiri tumbuhan obat itu dan menarik-nariknya dengan tangan mungilnya. "Tata..." ucapnya dengan suara yang belum jelas, namun penuh semangat.

'Ah, sial! Mengapa mereka tidak peka? Mengapa tidak ada yang membantuku? Ini benar-benar sulit untuk ditarik!' Wei Lin Hua menggerutu dalam hati, merasa kesal dengan kedua kakaknya yang tampak tidak menyadari kesulitan yang dihadapinya.

"Ah, kau menginginkan ini? Mari Kakak bantu." Wei Liu Yuan akhirnya menyadari keinginan adiknya. Dengan lembut, ia membantu Wei Lin Hua mencabut tumbuhan obat itu dari akarnya.

Setelah lebih dari satu jam berjuang, mereka akhirnya berhasil memenuhi keranjang yang mereka bawa dengan berbagai tumbuhan obat. 'Hm... Jika kita membawanya ke kota, kemungkinan ada beberapa toko obat yang tertarik untuk membelinya. Tapi, bagaimana cara aku memberi tahu kedua kakakku tentang ide ini?' Wei Lin Hua bergumam dalam hati, mencari cara untuk menyampaikan pikirannya.

"Ah, Kakak. Bagaimana jika kita pergi ke kota untuk menjual sebagian hasil buruan kita? Mungkin kita bisa mendapatkan sedikit uang," usul Wei Liu Yuan tiba-tiba.

"Ah, benar juga. Ayo kita pergi!" sahut Wei Liu Han dengan semangat.

'Tumben sekali kakakku ini pintar. Biasanya mereka hanya memikirkan makanan,' ujar Wei Lin Hua dalam hati, merasa sedikit terkejut dengan ide cerdas kakaknya.

Mereka berjalan kaki menuju kota untuk menjual hasil buruan mereka. Dan benar saja, seperti yang telah diprediksi oleh Wei Lin Hua, mereka berhasil mendapatkan delapan puluh koin perak dari penjualan tersebut.

'Ah, benar-benar sangat merugi,' ucap Wei Lin Hua dalam hati, merasa tidak puas dengan hasil yang mereka dapatkan.

Wei Liu Yuan dan Wei Liu Han mengangguk setuju. Mereka merasa telah berburu dengan susah payah, namun hanya mendapatkan uang yang sangat sedikit.

"Kakak, ayo kita pergi ke klinik. Kita harus membeli obat untuk Ayah," ajak Wei Liu Yuan, raut wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang mendalam. "Semalam aku melihat tangan Ayah terluka cukup parah saat mengambil bijih besi di tambang."

"Ah, iya, benar juga," jawab Wei Liu Han, mengangguk setuju, menyadari pentingnya saran adiknya.

Mereka pun melangkah masuk ke dalam sebuah klinik yang tampak cukup besar dan bersih, dengan aroma antiseptik yang samar-samar tercium. Wei Liu Yuan menurunkan keranjang penuh tanaman obat yang kini terasa jauh lebih ringan di dekat pintu, lalu berjalan menghampiri penjaga klinik di meja depan. Entah apa yang mereka bicarakan, suara percakapan itu terdengar sayup-sayup di telinga Wei Lin Hua. Rasa kantuk yang luar biasa menyerang, kelopak matanya terasa begitu berat, dan ia pun terlelap tanpa menyadari apa yang terjadi selanjutnya.

Wei Lin Hua terbangun dengan perasaan linglung, mendapati dirinya sudah berada di rumah. 'Eh? Berapa lama aku tertidur?' gumamnya dalam hati, matanya mengerjap menyesuaikan diri dengan cahaya remang-remang kamar. Punggungnya terasa sedikit pegal karena ranjang kayu yang keras di bawahnya.

"Kau sudah bangun, Adik?" Suara lembut Wei Liu Han menyapa, dan sosoknya muncul membawa semangkuk bubur hangat yang mengepul, aromanya langsung menggoda indra penciuman.

"Ayo, makan dulu," ajak Wei Liu Han, dengan sabar mendekat dan bersiap menyuapi adik kecilnya.

Terpopuler

Comments

Erni andi arifuddin

Erni andi arifuddin

kenapa mesti pusing Kukira kakaknya bisa mendengar isi hati adeknya

2026-02-15

0

Andrea

Andrea

bukan'y banyak ya 80 koin emas🤔

2025-11-11

0

dewi_oetari14

dewi_oetari14

loh katanya bapaknya adipati. kok tambang

2025-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 01
2 Chapter 02
3 Chapter 03
4 Chapter 04
5 Chapter 05
6 Chapter 06
7 Chapter 07
8 Chapter 08
9 Chapter 09
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 Chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129.
130 Chapter 130.
131 Chapter 131.
132 Chapter 132.
133 Chapter 133.
134 Chapter 134.
135 Chapter 135.
136 Chapter 136.
137 Chapter 137.
138 Chapter 138.
139 Chapter 139.
140 Chapter 140.
141 Chapter 141.
142 Chapter 142.
143 Chapter 143.
144 Chapter 144.
145 Chapter 145.
146 Chapter 146
147 Chapter 147.
148 Chapter 148.
149 Chapter 149.
150 Chapter 150.
151 Chapter 151.
152 Chapter 152.
153 Chapter 153.
154 Chapter 154.
155 Chapter 155.
156 Chapter 156.
157 Chapter 157.
158 Chapter 158.
159 Chapter 159.
160 Chapter 160.
161 Chapter 161.
162 Chapter 162 (edisi gagal tamat)
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165
166 Chapter 166
167 Chapter 167
168 Chapter 168
169 Chapter 169
170 Chapter 170
171 Chapter 171
172 Chapter 172
173 Chapter 173
174 Chapter 174
175 Chapter 175
176 Chapter 176
177 Chapter 177
178 Chapter 178
179 Chapter 179
180 Chapter 180
181 Chapter 181
182 Chapter 182
183 Chapter 183
184 Chapter 184.
185 Chapter 185
186 Chapter 186
187 Chapter 187
188 Chapter 188
189 Chapter 189
190 Chapter 190
191 Chapter 191
192 Chapter 192
193 Chapter 193
194 Chapter 194
195 Chapter 195
Episodes

Updated 195 Episodes

1
Chapter 01
2
Chapter 02
3
Chapter 03
4
Chapter 04
5
Chapter 05
6
Chapter 06
7
Chapter 07
8
Chapter 08
9
Chapter 09
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
Chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129.
130
Chapter 130.
131
Chapter 131.
132
Chapter 132.
133
Chapter 133.
134
Chapter 134.
135
Chapter 135.
136
Chapter 136.
137
Chapter 137.
138
Chapter 138.
139
Chapter 139.
140
Chapter 140.
141
Chapter 141.
142
Chapter 142.
143
Chapter 143.
144
Chapter 144.
145
Chapter 145.
146
Chapter 146
147
Chapter 147.
148
Chapter 148.
149
Chapter 149.
150
Chapter 150.
151
Chapter 151.
152
Chapter 152.
153
Chapter 153.
154
Chapter 154.
155
Chapter 155.
156
Chapter 156.
157
Chapter 157.
158
Chapter 158.
159
Chapter 159.
160
Chapter 160.
161
Chapter 161.
162
Chapter 162 (edisi gagal tamat)
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165
166
Chapter 166
167
Chapter 167
168
Chapter 168
169
Chapter 169
170
Chapter 170
171
Chapter 171
172
Chapter 172
173
Chapter 173
174
Chapter 174
175
Chapter 175
176
Chapter 176
177
Chapter 177
178
Chapter 178
179
Chapter 179
180
Chapter 180
181
Chapter 181
182
Chapter 182
183
Chapter 183
184
Chapter 184.
185
Chapter 185
186
Chapter 186
187
Chapter 187
188
Chapter 188
189
Chapter 189
190
Chapter 190
191
Chapter 191
192
Chapter 192
193
Chapter 193
194
Chapter 194
195
Chapter 195

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!